MicroStrategy Terancam Bangkrut? Peter Schiff Beri Peringatan Keras Soal Bitcoin (BTC)!

Updated
April 20, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Jakarta, Pintu News – Kritikus vokal Bitcoin BTC) dan pendukung emas, Peter Schiff, kembali menebar peringatan keras terhadap strategi akumulasi agresif yang dilakukan oleh MicroStrategy (MSTR). Schiff menilai bahwa perusahaan perangkat lunak besutan Michael Saylor tersebut sedang terjebak dalam skema keuangan yang tidak berkelanjutan demi memborong lebih banyak mata uang kripto. Peringatan ini muncul di tengah perubahan kondisi ekonomi makro yang memaksa perusahaan untuk mencari modal dengan biaya yang jauh lebih mahal daripada sebelumnya.

Risiko Dilusi Saham dan Spiral Utang MicroStrategy

keuntungan bitcoin microstrategy
Sumber: Cryptoslate

Peter Schiff menyoroti perubahan cara MicroStrategy mendanai pembelian Bitcoin (BTC) miliknya yang kini dianggap sangat berisiko bagi para pemegang saham. Jika sebelumnya perusahaan bisa dengan mudah menjual saham di harga premium, kini mereka terpaksa menerbitkan saham preferen dengan imbal hasil atau yield mencapai 11,5%. Schiff berargumen bahwa bisnis perangkat lunak MicroStrategy tidak menghasilkan laba yang cukup untuk menutupi kewajiban berbunga tinggi tersebut.

Menurut analisis Schiff, situasi ini dapat memicu spiral dilusi saham yang parah atau bahkan pemaksaan jual pada cadangan aset digital perusahaan. Kamu perlu memperhatikan poin-poin kritis yang disampaikan Schiff mengenai kesehatan finansial MSTR dalam konversi Rupiah dan data bunga berikut:

  • Bunga Saham Preferen: 11,5% per tahun (Beban modal yang sangat mahal).
  • Risiko Utama: Dilusi saham besar-besaran atau penjualan paksa Bitcoin (BTC) untuk membayar utang.
  • Pendapatan Perusahaan: Dinilai tidak cukup untuk menutupi kewajiban bunga tinggi tersebut.

Baca Juga: 5 Prediksi Harga Emas Mei 2026: Tembus USD 5.000, Saatnya Borong untuk Masa Depan?

Tudingan Skema Ponzi dan Bantahan Pasar

Miliarder Frank Giustra turut mendukung kekhawatiran Schiff dengan menyebut strategi penumpukan utang untuk membeli Bitcoin (BTC) sebagai sebuah “Ponzi raksasa”. Ia memperingatkan bahwa skema ini akan hancur berantakan saat krisis keuangan berikutnya melanda pasar global. Giustra melihat strategi MicroStrategy hanyalah sebuah rumah kartu yang menunggu waktu untuk runtuh di bawah tekanan ekonomi makro yang semakin kencang.

Di sisi lain, BitMEX Research membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa MicroStrategy tidak dalam posisi putus asa, melainkan sedang menjalankan strategi struktur modal yang cerdas. Mereka menilai MicroStrategy masih memiliki banyak pengungkit finansial lainnya, seperti menurunkan tingkat kupon, tanpa harus menjual aset cryptocurrency mereka. Meskipun Schiff menuduh adanya masalah pendanaan, para pendukung MicroStrategy justru melihat ini sebagai peluang besar untuk memperkuat posisi perusahaan di masa depan.

Kesimpulan

Pertarungan opini antara kritikus emas dan pendukung aset digital ini semakin memanas seiring dengan volatilitas pasar yang meningkat di tahun 2026. MicroStrategy tetap menjadi salah satu pemegang korporasi Bitcoin (BTC) terbesar di dunia, yang membuat setiap langkah finansialnya berdampak luas pada sentimen pasar secara keseluruhan. Bagi kamu sebagai investor, memantau kemampuan perusahaan dalam mengelola utang berbunga tinggi ini menjadi kunci penting untuk memahami risiko investasi pada saham terkait kripto.

Baca Juga: 5 Tempat Beli Saham Tesla 2026: Harga Mulai Rp17.131, Cek Cara Mudahnya di Sini!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.