Miner Buang 40.000 BTC! Rekor Penjualan Terbesar Bayangi Reli Bitcoin, Ini Dampaknya!

Updated
April 23, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Di balik layar pemulihan pasar yang terlihat menjanjikan, industri Bitcoin (BTC) tengah menghadapi tekanan internal yang sangat masif. Para penambang atau miner tercatat telah melepas rekor 40.000 BTC pada kuartal pertama tahun 2026, jumlah yang jauh melampaui total penjualan sepanjang tahun 2025. Aksi jual ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai ketahanan harga Bitcoin yang saat ini diperdagangkan di kisaran Rp1.328.261.000 ($76.827) di tengah sentimen gencatan senjata global.

Tekanan Margin Miner Picu Rekor Penjualan Bitcoin

Meskipun harga Bitcoin merangkak naik, kondisi ekonomi para penambang ternyata tidak secerah grafik harganya karena adanya penyempitan margin keuntungan. Data menunjukkan kesulitan penambangan (mining difficulty) turun 2,4% menjadi 135 triliun, sementara hashrate jaringan justru meningkat kembali ke angka 992 EH/s bulan ini. Ketika para produsen menjual aset dalam skala rekor di saat tingkat kesulitan turun, ini adalah indikasi kuat bahwa biaya operasional sedang menekan profitabilitas mereka.

Kenaikan harga menuju level Rp1.383.120.000 ($80.000) harus mampu menyerap arus pasokan terus-menerus dari kelompok penambang ini agar tren bullish bisa terjaga. Kamu perlu memahami bahwa tekanan jual dari sisi produksi ini merupakan penghalang nyata yang bisa membatasi potensi kenaikan harga lebih lanjut. Tanpa dukungan permintaan yang lebih kuat dari institusi, pasar berisiko mengalami stagnasi akibat pasokan miner yang membanjiri bursa cryptocurrency.

Baca Juga: 4 Angka Sakti Bitcoin (BTC) Tembus Rp1,37 Miliar, Ini Prospeknya di Mei 2026!

Sentimen Gencatan Senjata dan Dampak Ekonomi Global

Pasar kripto sempat mendapatkan angin segar setelah adanya konfirmasi dialog gencatan senjata putaran kedua antara delegasi Iran dan Pakistan. Berita de-eskalasi ini mendorong Bitcoin naik 1,4% dalam 24 jam, diikuti oleh Ethereum (ETH) yang menguat 1,18% ke level Rp39.957.000 ($2.311). Meskipun demikian, pasar tetap waspada karena batas waktu gencatan senjata antara AS dan Iran akan berakhir pada Rabu malam waktu Washington tanpa rencana perpanjangan.

Sentimen pasar saat ini sangat bergantung pada perkembangan di Selat Hormuz, di mana aktivitas blokade masih berlangsung dan menjadi ujian bagi stabilitas perdagangan global. Kamu bisa melihat bahwa harga komoditas lain seperti minyak Brent merosot 0,7% ke level Rp1.639.600 ($94,80) per barel akibat ketidakpastian ini. Di sisi lain, harga emas fisik juga terkoreksi tipis 0,6% ke level Rp83.040.000 ($4.800) per unit, menunjukkan investor mulai menata ulang portofolio mereka.

Permintaan ETF Institusional Menjadi Penahan Harga

Di tengah aksi jual miner, aliran dana masuk ke produk investasi institusional menjadi penyelamat yang menjaga harga agar tidak jatuh lebih dalam. Pekan lalu, ETF Bitcoin spot berhasil menarik dana sebesar Rp17,2 triliun ($996 juta), sementara ETF Ethereum spot mencatatkan arus masuk Rp4,7 triliun ($276 juta). Permintaan institusional yang masif melalui bursa crypto ini berperan sebagai lantai harga (floor price) yang menyerap tekanan jual dari para penambang.

Banyak analis berpendapat bahwa jika Bitcoin mampu menembus level Rp1.314.000.000 ($76.000) secara bersih, peluang menuju Rp1.470.000.000 ($85.000) akan terbuka lebar. Namun, risiko penurunan tetap ada jika kesepakatan gencatan senjata gagal tercapai dan harga merosot kembali di bawah Rp1.297.000.000 ($75.000). Situasi ini menciptakan dinamika pasar yang unik: penambang menyediakan pasokan, sementara investor institusional bertindak sebagai pembeli utama.

Level Kunci dan Strategi Investasi di Tengah Volatilitas

Untuk saat ini, pasar berada dalam fase penantian yang sangat krusial dengan volatilitas yang diprediksi akan meningkat tajam. Para trader sedang mengamati level Rp1.314.000.000 ($76.000) sebagai pemicu short squeeze yang potensial jika sentimen geopolitik membaik secara dramatis. Namun, bagi kamu investor pemula, sangat penting untuk tetap memperhatikan manajemen risiko mengingat tekanan jual miner yang belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.

Meskipun Bitcoin (BTC) dan Ripple (XRP) menunjukkan pemulihan tipis, aset lain seperti Solana (SOL) justru tertinggal dengan kenaikan hanya 0,9% dalam sehari. Diversifikasi aset ke logam mulia seperti perak yang harganya berada di level Rp1.364.000 ($78,89) juga bisa menjadi strategi lindung nilai di masa depan. Selalu lakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan besar dalam dunia crypto agar portofolio kamu tetap terjaga dari risiko yang tidak terduga.

Baca Juga: 3 Sinyal Kuat Analis Borong Dogecoin (DOGE) di Rp1.631, Target Harga Meroket di Mei 2026?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.