Krisis Likuiditas USDC di Aave: Circle Usulkan Perombakan Suku Bunga Demi Selamatkan Pasar Kripto

Updated
April 26, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Krisis likuiditas yang melanda USD Coin (USDC) di platform Aave baru-baru ini telah mengguncang ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi). Circle, sebagai penerbit USDC, mengambil langkah tegas dengan mengusulkan perubahan besar pada model suku bunga Aave.

Proposal ini diharapkan mampu mengembalikan stabilitas dan menarik kembali likuiditas yang sempat mengering di jaringan Ethereum (ETH). Dukungan dari CEO Circle, Jeremy Allaire, menandakan urgensi dan pentingnya solusi ini bagi masa depan USDC di Aave.

Penyebab Likuiditas USDC di Aave Mengering

Selama empat hari berturut-turut, tingkat pemanfaatan USDC di Aave v3 Ethereum Core mencapai 99,87%, menandakan hampir seluruh dana terserap tanpa tersisa. Ketersediaan likuiditas turun drastis hingga di bawah $3.000.000, sementara total pasokan USDC menyusut sekitar $60.000.000 hanya dalam waktu 24 jam.

Kondisi ini dipicu oleh insiden eksploitasi KelpDAO rsETH pada 18 April, yang menyebabkan lonjakan permintaan pinjaman hingga $300.000.000. Para penyedia dana yang terjebak mulai meminjam stablecoin terhadap deposit mereka sendiri untuk keluar melalui bursa terdesentralisasi.

Menurut analisis Chief Economist Circle, Gordon Liao, para peminjam ini cenderung tidak sensitif terhadap perubahan suku bunga. Dengan suku bunga 14%, biaya pinjaman selama seminggu hanya sekitar 27 basis poin, sehingga batas atas suku bunga saat ini dianggap tidak cukup untuk menekan permintaan pinjaman atau menarik modal baru. Situasi ini memperparah kekeringan likuiditas dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Baca juga: Aturan Baru SEC: Rilis Token Crypto Baru Kini Butuh Modal Hingga $2 Juta?

Strategi Dua Langkah Circle untuk Atasi Krisis

Gordon Liao mengusulkan pendekatan dua tahap guna mengatasi masalah likuiditas USDC di Aave. Tahap pertama melibatkan tindakan cepat dari Risk Steward untuk menaikkan Slope 2 menjadi 40% dan menurunkan tingkat utilisasi optimal ke 87%. Langkah ini diharapkan dapat segera meningkatkan suku bunga dan menarik kembali modal ke platform. Selanjutnya, dalam waktu lima hingga tujuh hari, akan dilakukan pemungutan suara tata kelola untuk menetapkan parameter akhir.

Pada tahap kedua, Slope 2 diusulkan naik hingga 50%, sehingga tingkat suku bunga maksimum dapat mencapai sekitar 48%. Liao meyakini bahwa suku bunga setinggi ini akan menarik minat para allocator modal dari berbagai platform dalam hitungan jam, sehingga utilisasi bisa kembali di bawah ambang batas kritis.

Dengan demikian, likuiditas USDC diharapkan dapat pulih secara signifikan dan mengembalikan kepercayaan investor. Proposal ini kini menunggu masukan dari LlamaRisk, satu-satunya penyedia layanan risiko Aave setelah keluarnya Chaos Labs.

Baca juga: Cardano Menuju 27 Juta Transaksi per Bulan, Charles Hoskinson Siapkan Gebrakan Baru!

Upaya Aave dan Dampak Terhadap Harga Token

Stani Kulechov, pendiri Aave, menegaskan bahwa timnya bekerja tanpa henti untuk menemukan solusi terbaik bagi seluruh pengguna. Salah satu langkah penting adalah keberhasilan Arbitrum Security Council dalam memulihkan $70.000.000 dalam bentuk Ethereum (ETH), yang dapat mengurangi eksposur risiko secara signifikan. Kulechov menekankan bahwa setiap keputusan diambil demi mengembalikan kondisi pasar ke situasi normal secara teratur dan memberikan hasil terbaik bagi semua pihak yang terlibat.

Proses pengambilan keputusan kini bergantung pada aksi multisig Risk Steward untuk menerapkan parameter sementara. Menariknya, meskipun tengah dilanda krisis, harga token AAVE justru mengalami kenaikan hampir 5% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di level $95,21.

Hal ini menunjukkan adanya optimisme pasar terhadap langkah-langkah penyelamatan yang sedang dijalankan. Jika proposal Circle berhasil diimplementasikan, bukan tidak mungkin kepercayaan terhadap Aave dan USDC akan semakin menguat. Namun, pelaku pasar tetap diminta untuk waspada terhadap dinamika yang masih sangat fluktuatif.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.