Jakarta, Pintu News – Kabar mengejutkan datang dari dunia kesehatan dan keuangan global setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi adanya wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius. Tiga orang telah meninggal dunia, sementara empat lainnya jatuh sakit akibat virus mematikan ini.
Situasi ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan investor kripto, khususnya Bitcoin (BTC), yang masih mengingat jelas peristiwa “Black Thursday” pada Maret 2020. Banyak pihak kini bertanya-tanya, apakah gejolak serupa akan kembali mengguncang pasar kripto dan ekonomi dunia?
Hantavirus merupakan penyakit virus serius yang ditularkan melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Di benua Amerika, tingkat kematian akibat hantavirus bisa mencapai 50%, dan hingga saat ini belum ada vaksin maupun pengobatan antivirus khusus yang disetujui.
WHO mengonfirmasi bahwa tujuh orang di kapal MV Hondius telah terinfeksi, dengan tiga di antaranya meninggal dunia, satu dalam kondisi kritis, dan tiga lainnya mengalami gejala ringan. Kapal pesiar tersebut berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2016, dan kini WHO tengah melacak lebih dari 80 penumpang serta enam awak kapal yang sempat melakukan perjalanan bersama korban.
Yang membuat situasi ini semakin mengkhawatirkan adalah pernyataan WHO yang belum sepenuhnya menutup kemungkinan adanya penularan antarmanusia di lingkungan kapal. Meski demikian, WHO menilai risiko penyebaran secara global masih rendah dan terbatas pada lingkungan kapal pesiar tersebut
Salah satu korban, seorang wanita asal Belanda berusia 69 tahun, sempat turun di Saint Helena dan meninggal dunia setelah terbang ke Johannesburg. Upaya pelacakan kontak terus dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran lebih luas.
Bagi para pelaku pasar kripto, situasi ini mengingatkan pada awal pandemi COVID-19 yang menyebabkan kejatuhan harga Bitcoin (BTC) secara drastis. Pada Maret 2020, ketika WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi, pasar global mengalami kepanikan luar biasa. Harga Bitcoin (BTC) sempat anjlok hingga ke level $4.000, kehilangan lebih dari 50% nilainya hanya dalam waktu 48 jam.

Kapitalisasi pasar kripto pun terpangkas setengahnya dalam hitungan hari, dan narasi Bitcoin (BTC) sebagai “emas digital” sempat runtuh karena investor memilih melikuidasi aset demi mengurangi risiko. Namun, setelah kejatuhan tersebut, Bitcoin (BTC) justru mencatatkan pemulihan spektakuler. Hanya dalam waktu satu setengah bulan, harga Bitcoin (BTC) kembali ke level sebelum crash dan memulai salah satu reli bullish terbesar dalam sejarahnya.
Kondisi saat ini berbeda dengan 2020, di mana WHO menilai risiko global hantavirus masih rendah dan belum ada indikasi penyebaran di daratan utama. Selain itu, hantavirus tidak mudah menular seperti SARS-CoV-2, sehingga kemungkinan terjadinya pandemi global yang melumpuhkan ekonomi sangat kecil.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.