Bitcoin (BTC) Tidak Akan Jatuh di Bawah $60.000? Ini Alasan Kuat dari K33 Research!

Updated
May 24, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Pasar kripto kembali menjadi sorotan setelah K33 Research mengeluarkan analisis terbaru yang menyebutkan bahwa Bitcoin (BTC) tidak akan turun di bawah level $60.000 dalam siklus pasar saat ini. Prediksi ini muncul di tengah gejolak ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik yang biasanya memicu volatilitas harga aset digital.

Namun, menurut K33 Research, ada faktor fundamental yang membuat Bitcoin (BTC) kini jauh lebih tangguh dibandingkan siklus sebelumnya. Artikel ini akan membahas secara mendalam alasan di balik keyakinan tersebut, serta pandangan para analis dan pelaku pasar terkait masa depan Bitcoin (BTC).

Institusi Besar Jadi Penopang Harga Bitcoin (BTC)

K33 Research menyoroti peran institusi besar yang kini mendominasi pasar Bitcoin (BTC) sebagai alasan utama mengapa harga kripto ini tidak akan anjlok di bawah $60.000. Institusi yang dimaksud meliputi perusahaan publik dan swasta, penerbit Exchange-Traded Fund (ETF) spot, manajer dana, hingga dana pensiun dan endowment.

Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa kepemilikan Bitcoin (BTC) oleh institusi terus meningkat secara signifikan, terutama setelah tahun 2024. Lonjakan ini menandakan adanya kepercayaan jangka panjang dari para pemain besar terhadap aset digital ini.

Sumber: Coinpedia

Salah satu produk kripto yang paling diminati institusi adalah ETF spot Bitcoin (BTC), dengan BlackRock melalui iShares Bitcoin Trust kini memegang 817.138,2 BTC. Menariknya, BlackRock sama sekali belum memiliki Bitcoin (BTC) hingga Januari 2024, namun kini menjadi salah satu pemegang terbesar.

Selain itu, perusahaan publik seperti Strategy juga terus menambah kepemilikan Bitcoin (BTC) mereka, dengan akumulasi yang konsisten sejak Agustus 2020 dan kini mencapai 843.739 BTC. Meski sempat terjadi arus keluar sebesar $982 juta pada minggu ketiga Mei akibat ketegangan geopolitik, posisi institusi tetap jauh lebih kuat dibandingkan siklus sebelumnya.

Baca juga: Bukan Cuma Roket, Ini 10 Fakta Unik di Balik IPO Jumbo SpaceX

Penurunan Ekstrem Tak Lagi Mungkin, Konsolidasi Jadi Skenario Utama

Ventle Lunde, kepala riset di K33 Research, menegaskan bahwa kondisi pasar saat ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kemungkinan terjadinya penurunan harga Bitcoin (BTC) hingga 80% seperti yang terjadi pada 2018 dan 2022 sangat kecil. Hal ini disebabkan oleh besarnya dukungan institusi yang tidak mudah panik dan cenderung memegang aset dalam jangka panjang.

Dengan demikian, Bitcoin (BTC) diprediksi akan bergerak stabil di kisaran $60.000 hingga $75.000 tanpa risiko kapitulasi besar. Konsolidasi harga ini juga didorong oleh strategi investasi institusi yang lebih terukur dan berbasis analisis fundamental. Tidak seperti investor ritel yang mudah terpengaruh sentimen pasar, institusi cenderung melakukan akumulasi saat harga turun dan tidak terburu-buru menjual saat terjadi koreksi.

Hal ini menciptakan lantai harga yang kuat dan menahan tekanan jual berlebihan. Dengan demikian, volatilitas ekstrem yang dulu sering terjadi kini mulai berkurang seiring bertambahnya partisipasi institusi.

Baca juga: Bukan Bitcoin atau Emas, Inilah Aset yang Jadi Spotlight Tahun 2026!

Likuiditas dan Geopolitik: Faktor Penentu Lonjakan Harga Berikutnya

Arthur Hayes, salah satu tokoh terkemuka di industri kripto, turut mendukung pandangan bullish terhadap Bitcoin (BTC) tahun ini. Ia menyebut bahwa likuiditas global yang terus bertambah akibat kebijakan cetak uang untuk membiayai perang, membayar utang, dan mengatasi inflasi berbasis kecerdasan buatan akan menjadi katalis utama lonjakan harga Bitcoin (BTC).

Menurut Hayes, target harga $125.000 untuk Bitcoin (BTC) di tahun ini bukanlah hal yang mustahil. Saat artikel ini ditulis, Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran $77.442, setelah sempat menyentuh level terendah $59.600 tahun ini. Pergerakan harga ini menunjukkan bahwa meski ada tekanan jual, fundamental pasar tetap kuat berkat dukungan institusi dan faktor makroekonomi.

Ke depan, dinamika geopolitik dan kebijakan moneter global akan sangat menentukan arah harga Bitcoin (BTC). Namun, dengan fondasi yang semakin kokoh, Bitcoin (BTC) diprediksi akan tetap menjadi primadona di pasar aset digital.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.