3 Kejutan Besar yang Bisa Terjadi Setelah SpaceX IPO

Updated
May 29, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – IPO SpaceX yang dijadwalkan pada 12 Juni 2026 diprediksi akan mengguncang pasar keuangan global, tidak hanya di bursa saham, tetapi juga di dunia kripto. Dengan target valuasi fantastis mencapai $1,75 triliun dan potensi penggalangan dana sebesar $75 miliar, debut saham SpaceX menjadi perhatian utama para investor dan trader.

Fenomena ini juga memicu perlombaan harga di pasar derivatif kripto, di mana kontrak sintetis SpaceX di Hyperliquid sudah mencerminkan valuasi $2 triliun. Artikel ini akan membahas tiga dampak besar yang kemungkinan terjadi setelah SpaceX resmi melantai di Nasdaq.

Perp Convergence: Harga Kripto dan Saham Bertemu dalam Hitungan Jam

Peluncuran kontrak SPCX-USDC di Hyperliquid pada 18 Mei lalu langsung memicu lonjakan harga dari $150 menjadi $216, sebelum akhirnya stabil di kisaran $203. Kenaikan ini didorong oleh funding rate yang terus positif, menandakan minat tinggi dari para trader derivatif. Namun, begitu saham SpaceX (SPCX) resmi diperdagangkan di Nasdaq, para arbitrase diperkirakan akan segera melakukan aksi jual kontrak sintetis dan membeli saham asli secara bersamaan.

Strategi ini akan menarik harga kontrak kripto mendekati harga saham resmi dalam waktu singkat. Fenomena serupa pernah terjadi pada listing CBRS, di mana harga kontrak sintetis dan saham asli menyatu secara agresif dalam 72 jam terakhir sebelum IPO.

Para arbitrase memanfaatkan selisih harga dengan menjual kontrak mahal di kripto dan membeli saham murah di bursa, mengunci keuntungan tanpa risiko. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, gap harga antara 100 hingga 250 basis poin sangat mungkin terjadi, dan pergerakan terbesar biasanya terjadi dalam enam jam pertama perdagangan.

Baca juga: 3 Alasan Harga Pi Network Hancur Lebur Meski Ada Upgrade

Risiko Delisting di Platform Kecil: Ancaman Regulasi Mengintai

Produk derivatif sintetis SpaceX yang ditawarkan oleh Binance, OKX, Bitget, BingX, dan Hyperliquid belum memiliki preseden dalam regulasi sekuritas Amerika Serikat. Begitu saham SPCX resmi diperdagangkan, alasan keberadaan produk sintetis ini menjadi tidak relevan lagi. Jika regulator seperti SEC atau CFTC mulai melakukan investigasi, platform kecil seperti BingX dan OKX yang memiliki kepatuhan lebih longgar akan menjadi target utama.

Sementara Hyperliquid yang berbasis on-chain memiliki perlindungan lebih, platform menengah seperti BTCC dan Bitget tetap rentan jika ada subpoena di periode pasca-IPO. Risiko terbesar adalah kemungkinan setidaknya satu platform akan membatasi atau menghapus kontrak SPCX dalam 90 hari setelah IPO.

Tekanan regulasi ini paling berat dirasakan oleh platform yang mengikuti jejak Bitget dalam menawarkan produk pre-IPO. Jika terjadi delisting, para trader yang masih memegang kontrak sintetis bisa mengalami kerugian signifikan. Oleh karena itu, pemantauan ketat terhadap langkah regulator menjadi sangat krusial dalam beberapa bulan ke depan.

Baca juga: Harga Perak dari Tahun ke Tahun: Sejarah, Tren, dan Fakta Terkini (Update 2026)

Strategi Bitcoin: SpaceX Membuka Jalan Baru untuk IPO Teknologi

Dalam dokumen S-1, SpaceX mengungkapkan kepemilikan 18.712 Bitcoin (BTC) dengan nilai perolehan sekitar $661 juta, yang kini bernilai sekitar $1,42 miliar pada harga spot $75.690. Jumlah ini bahkan melampaui kepemilikan Bitcoin (BTC) milik Tesla yang hanya 11.509 BTC. Pengungkapan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan strategi pemasaran untuk menarik investor institusi yang ingin mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin (BTC) melalui kepemilikan saham SpaceX.

Setiap pembeli saham SPCX otomatis mendapatkan paparan pasif terhadap Bitcoin (BTC), menjadikan faktor ini sebagai daya tarik utama, bukan sekadar catatan kaki. Langkah SpaceX ini diprediksi akan diikuti oleh perusahaan teknologi lain seperti OpenAI dan Anthropic, yang saat ini memiliki valuasi pre-IPO masing-masing $852 miliar dan $1 triliun di pasar privat.

Kedua perusahaan tersebut kemungkinan akan mengumumkan kepemilikan Bitcoin (BTC) dalam dokumen IPO mereka untuk menarik premi 5 hingga 8% dari investor yang berorientasi pada aset kripto. Jika tren ini berlanjut, Bitcoin (BTC) bisa menjadi bagian integral dari strategi IPO perusahaan teknologi besar di masa depan. Hal ini akan memperkuat posisi Bitcoin (BTC) sebagai aset cadangan korporasi global.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.