Harga Minyak Brent Berpotensi Tembus $150, Ini Alasan dari 3 CEO Energi Dunia!

Updated
June 7, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Harga minyak Brent kembali menunjukkan ketangguhannya setelah sempat tertekan hingga 20% akibat harapan damai di Selat Hormuz. Saat ini, Brent diperdagangkan mendekati $94, tepat di batas bawah channel naik yang telah terbentuk sejak Maret lalu. Kenaikan ini terjadi di tengah peringatan tiga CEO raksasa energi dunia yang menyebut pasar fisik minyak mentah hanya tinggal hitungan minggu dari krisis pasokan.

Jika skenario ini terjadi, harga Brent diprediksi bisa melesat hingga $150 per barel dalam waktu singkat. Fenomena ini menjadi perhatian utama pelaku pasar, mengingat harga Brent berhasil bertahan di atas rata-rata pergerakan eksponensial 100 hari (EMA 100). Sinyal teknikal ini memperkuat keyakinan bahwa tren naik masih terjaga, meski tekanan jual sempat mendominasi.

Kondisi pasar fisik yang semakin ketat menjadi alasan utama di balik kekuatan harga Brent. Data International Energy Agency (IEA) mencatat, stok minyak global turun sekitar 246 juta barel hanya dalam dua bulan terakhir.

Inventori Menipis, Sinyal Kenaikan Harga Semakin Kuat

Neil Chapman, Senior Vice President ExxonMobil, menegaskan bahwa pasar minyak global hanya berjarak beberapa minggu dari level inventori yang sangat rendah. Chapman bahkan memperkirakan harga Brent bisa melonjak ke kisaran $150 hingga $160 per barel jika tren penurunan stok berlanjut.

Sumber: BeInCrypto

Penurunan inventori ini tercermin dari data IEA yang menunjukkan penarikan besar-besaran pada Maret dan April, menandakan permintaan yang tetap tinggi di tengah pasokan yang terbatas. Untuk memperkuat rebound, Brent perlu menembus EMA 20 hari di sekitar $99. Setiap kali harga berhasil melewati level ini, lonjakan harga signifikan kerap terjadi, seperti kenaikan 9% pada 11 Mei dan 17% pada 21 April.

Namun, risiko tetap ada jika EMA 20 hari menembus ke bawah EMA 50 hari, yang bisa memicu sinyal bearish dan membalikkan tren harga dalam jangka pendek. Dengan cadangan yang semakin menipis, pasar kini menunggu konfirmasi dari sisi teknikal dan sentimen pelaku pasar.

Posisi Trader Berbalik Bullish, CEO Chevron: Kekurangan Minyak Sudah Dimulai

Perubahan sentimen juga terlihat dari pasar opsi, di mana rasio put-call pada United States Brent Oil Fund anjlok tajam sejak akhir Mei. Penurunan rasio ini menandakan pelaku pasar mulai melepas posisi bearish dan beralih ke posisi bullish, sejalan dengan peringatan para CEO energi.

Sumber: BeInCrypto

Mike Wirth, CEO Chevron, menegaskan bahwa kekurangan minyak fisik sudah mulai terasa dan harga akan segera mengikuti. Ia menyebutkan bahwa inventori distilat di Amerika Serikat telah berada di level terendah sejak 2003, sementara beberapa pasar Asia sudah mulai melakukan pembatasan pasokan. Wirth menyoroti bahwa pasar terlalu fokus pada isu geopolitik dan mengabaikan fakta bahwa pasokan minyak fisik terus menurun.

Baca juga: Seberapa Dalam BTC Bisa Jatuh di Juni? Analis Ungkap Potensi Penurunan ke $60.000!

Dengan arus opsi yang semakin bullish, harga Brent kini mengincar level-level kunci untuk melanjutkan kenaikan. Jika harga mampu menembus $96 dan $101, maka seluruh rata-rata pergerakan utama akan dilewati, membuka peluang kenaikan lebih lanjut. Sementara itu, CEO ADNOC, Sultan al-Jaber, memperingatkan bahwa aliran minyak penuh dari Selat Hormuz kemungkinan baru akan pulih pada 2027, sehingga kesepakatan damai tidak serta-merta mengembalikan pasokan dalam waktu dekat.

Target Harga Brent: $119 hingga $150, Sinyal Divergensi Bullish Muncul

Sumber: BeInCrypto

Analisis teknikal menunjukkan adanya sinyal bullish tersembunyi pada harga Brent. Antara 10 Maret hingga 29 Mei, Brent mencatat higher low, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) justru mencetak lower low. Divergensi bullish semacam ini sering menjadi pertanda rebound kuat, seperti yang terjadi pada Maret lalu dengan kenaikan sekitar 33%.

Jika pola ini terulang, harga Brent berpotensi menembus level Fibonacci extension 1.0 di $119, yang menjadi proyeksi kenaikan penuh dari tren sebelumnya. Setelah $119, target berikutnya adalah level extension 1.618 di $137 dan 2.618 di $167, dengan zona $150 yang diprediksi ExxonMobil berada di antara kedua level tersebut.

Sumber: BeInCrypto

Namun, risiko tetap ada jika harga gagal menembus $99, yang bisa membuat Brent kembali tertekan ke batas bawah channel. Dengan ketidakpastian pasokan dan sentimen pasar yang mulai berbalik bullish, harga Brent kini berada di persimpangan penting. Keberhasilan menembus $101 akan membuka jalan menuju $119 hingga $150, sementara kegagalan bisa membawa harga kembali ke area support utama.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.