Jakarta, Pintu News – Saham Alphabet (NASDAQ: GOOG) memulai sesi perdagangan Jumat lalu di angka $369, terus merosot dari puncak Mei yang sempat menyentuh $408 hingga memicu kekhawatiran pelaku pasar akan potensi jatuh ke bawah level $300. Tekanan ini utamanya didorong oleh ketidakpastian makroekonomi global—termasuk negosiasi AS-Iran dan lonjakan harga minyak dunia—serta tingginya skeptisisme investor Wall Street yang menuntut hasil nyata atas rencana belanja modal jumbo Alphabet sebesar $185 miliar untuk pengembangan infrastruktur AI.
Di tengah kekhawatiran pasar, Wells Fargo Securities justru memberikan sinyal positif terhadap saham Google. Ken Gawrelski, Managing Director sekaligus analis senior di Wells Fargo Securities, menyampaikan dalam catatannya kepada klien bahwa saham GOOG berpotensi menembus kembali level $400.
Ia bahkan memberikan rating Overweight, menandakan keyakinan tinggi terhadap prospek perusahaan ini. Menurut Gawrelski, membeli saham Google di kisaran harga $360-an masih memiliki peluang besar untuk meraih keuntungan. Rekomendasi ‘strong buy’ dari Wells Fargo menjadi angin segar bagi investor yang selama ini ragu akibat volatilitas harga saham Google.
Gawrelski menilai, meski tekanan pasar masih terasa, fundamental Alphabet tetap solid. Ia juga menyoroti bahwa sentimen negatif terkait belanja modal besar-besaran untuk AI akan terbayar jika perusahaan mampu menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Dengan demikian, peluang untuk mendapatkan imbal hasil dua digit masih sangat terbuka.

Dilansir dari Watcher Guru, Wells Fargo Securities melalui Ken Gawrelski memproyeksikan harga saham Google akan mencapai $435 dalam waktu dekat. Jika prediksi ini terealisasi, maka ada potensi kenaikan sekitar 18% dari harga saat ini. Artinya, investasi sebesar $1.000 bisa berubah menjadi $1.180, sebuah peluang yang sangat menarik bagi investor yang mencari pertumbuhan modal.
Prediksi ini muncul di saat saham Google masih berjuang untuk bertahan di atas level $400. Optimisme Gawrelski didasarkan pada permintaan yang terus meningkat terhadap layanan Google Cloud untuk segmen enterprise. Ia menyoroti adanya backlog senilai $462 miliar yang diyakini mampu menutupi pengeluaran besar Alphabet untuk pengembangan AI.
Selain itu, Gawrelski memprediksi Alphabet akan mengalihkan sekitar 60% kapasitas komputasi internalnya ke Google Cloud demi memenuhi lonjakan permintaan pelanggan. Langkah ini diyakini akan menjadi katalis positif yang mendorong pertumbuhan pendapatan dan harga saham Google ke depan.
Transformasi digital yang semakin masif membuat permintaan terhadap layanan cloud computing melonjak tajam. Google Cloud menjadi salah satu pilar utama Alphabet dalam menghadapi persaingan di industri teknologi global. Dengan backlog senilai $462 miliar, Google memiliki peluang besar untuk mendominasi pasar cloud enterprise dalam beberapa tahun ke depan.
Hal ini sekaligus menjadi alasan utama Wells Fargo memberikan proyeksi harga yang agresif untuk saham Google. Investasi besar Alphabet dalam pengembangan AI memang sempat menuai keraguan.
Namun, jika strategi pengalihan kapasitas komputasi internal ke Google Cloud berjalan lancar, Alphabet berpotensi memperkuat posisinya sebagai pemimpin inovasi teknologi. Langkah ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membuka peluang pendapatan baru dari berbagai sektor industri.
Apa itu Tokenized Stock?
Tokenized stocks adalah representasi digital dari saham perusahaan nyata, yang didukung 1:1 oleh aset asli. Mereka memungkinkan pengguna kripto mengakses pasar saham global seperti Tesla, Apple, dan Robinhood tanpa hambatan perdagangan tradisional.
Didorong oleh tingginya inovasi dan integrasi di sektor AI, Google menunjukkan potensi pertumbuhan jangka panjang yang solid di industri teknologi dan media sosial global. Akses investasi pada perusahaan global ini kini menjadi lebih praktis.
Melalui aplikasi Pintu, investasi tokenized stock Alphabet xStocks (GOOGLX) dapat dilakukan secara mudah dan aman tanpa perlu menggunakan broker internasional, memberikan peluang untuk diversifikasi portofolio langsung dari satu aplikasi.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.