Jakarta, Pintu News – Tahun 2026 diprediksi menjadi momen krusial bagi pasar kripto, khususnya Bitcoin (BTC). Banyak investor menantikan sinyal yang dapat menentukan apakah tren harga akan bullish atau bearish.
Salah satu indikator utama yang menjadi perhatian adalah Treasury Liquidity Impulse, sebuah alat ukur dari dunia keuangan tradisional (TradFi) yang terbukti mampu memprediksi puncak harga Bitcoin (BTC) hingga delapan bulan lebih awal. Artikel ini akan membahas bagaimana indikator tersebut, bersama dengan data on-chain dan pergerakan stablecoin, dapat menjadi kunci dalam menentukan strategi trading terbaik di tahun 2026.
Treasury Liquidity Impulse adalah indikator yang melacak perubahan saldo rekening pemerintah Amerika Serikat di Federal Reserve. Ketika saldo ini menurun, dana segar mengalir ke perekonomian, sedangkan saat saldo meningkat, likuiditas ditarik kembali. Indikator ini menampilkan perubahan 12 minggu terakhir dibandingkan dua tahun sebelumnya, dengan bar berwarna teal menandakan adanya “bahan bakar” dan bar merah menunjukkan penarikan likuiditas.

Menariknya, riset dari Keyrock menunjukkan bahwa perubahan likuiditas Treasury ini memiliki korelasi 0,80 dengan pergerakan harga Bitcoin (BTC), dengan jeda waktu sekitar 35 minggu. Pergerakan harga Bitcoin (BTC) cenderung mengikuti pola dari indikator ini, di mana puncak harga biasanya terjadi sekitar delapan bulan setelah puncak “bahan bakar” likuiditas.
Contohnya, lonjakan likuiditas pada pertengahan 2023 menghasilkan puncak harga pada Maret 2024. Begitu pula, penurunan likuiditas di akhir 2024 memicu koreksi harga setelahnya. Saat ini, indikator berada di level netral, menunggu konfirmasi dari kebijakan penerbitan Treasury Bill berikutnya.
Indikator Market Value to Realized Value (MVRV) membandingkan nilai pasar Bitcoin (BTC) dengan harga rata-rata pembelian para holder. Ketika rasio ini mendekati angka 1, artinya harga Bitcoin (BTC) berada di kisaran modal rata-rata investor, yang sering kali menjadi zona pembentukan bottom. Sebaliknya, puncak harga biasanya terjadi saat MVRV jauh di atas 2, bahkan dashboard ini menandai zona puncak di level 3,5.

Saat ini, MVRV berada di angka 1,149, yang berarti rata-rata investor hanya untung 14,9%. Versi z-score dari MVRV juga menunjukkan posisi akumulasi, dengan nilai 0,433. Bahkan, holder yang membeli Bitcoin (BTC) setahun lalu mengalami penurunan nilai hingga 34%, level yang sering disebut sebagai “generational bottom”. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar sudah berada di titik di mana “bahan bakar” baru akan sangat efektif jika masuk.
Likuiditas dari Treasury biasanya mengalir ke pasar kripto melalui stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC), yang didukung oleh surat utang pemerintah AS. Namun, saat ini, total kapitalisasi pasar stablecoin stagnan di sekitar $316 miliar, hampir tidak berubah sejak Maret 2024.
Stablecoin Supply Ratio (SSR), yang membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin (BTC) dengan stablecoin, turun drastis dari 19,5 ke 10,01, mendekati level terendah dalam setahun terakhir. Penurunan SSR ini bukan karena masuknya dana baru, melainkan akibat penurunan harga Bitcoin (BTC). Dengan kata lain, daya beli per stablecoin meningkat hanya karena harga Bitcoin (BTC) yang turun.

Level harga penting yang menjadi perhatian trader adalah $73.675 sebagai resistance, serta $57.822 dan $39.154 sebagai support utama. Jika indikator Treasury menunjukkan “bahan bakar” dan harga bertahan di atas $60.709, peluang long semakin kuat. Sebaliknya, jika terjadi penarikan likuiditas dan harga menembus $57.822, potensi short semakin besar.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.