Jakarta, Pintu News – Harga saham Apple (AAPL) dan tokenized stock AAPLX pada Selasa (23/6/2026) bergerak di kisaran $297, setelah mengalami tekanan jual pasca pelaksanaan WWDC 2026. Saham turun sekitar 2% dari level $301 yang sempat dicapai sebelum acara tahunan Apple tersebut. Investor merespons kurang antusias terhadap pengumuman AI terbaru Apple, meski secara fundamental kinerja bisnis perusahaan tetap kuat.
AAPL diperdagangkan di kisaran $290 hingga $301 sepanjang sesi perdagangan terbaru, dengan penutupan sebelumnya di $297,01. Kapitalisasi pasar Apple saat ini berada di sekitar $4,47 triliun, mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. P/E ratio TTM Apple tercatat di 37,16, mencerminkan ekspektasi pasar yang tinggi terhadap pertumbuhan laba perusahaan.

Bagi investor Indonesia, saham Apple tersedia melalui tokenized stock AAPLX di aplikasi Pintu. AAPLX mengikuti harga AAPL secara real-time dan bisa dibeli mulai dari Rp11.000, memungkinkan investasi fraksional tanpa perlu akun broker internasional.
Baca juga: “WWDC 2026: Apple Intelligence Siap Picu Supercycle iPhone? Ini Prediksi Saham AAPL!“
Apple menggelar WWDC 2026 dengan sejumlah pengumuman besar. Highlight utama adalah peluncuran AI Siri yang sepenuhnya dibangun ulang, kini mampu memahami konteks percakapan, menangani tugas-tugas kompleks, dan beroperasi lintas ekosistem Apple. Apple juga memperkenalkan iOS 27 beserta pembaruan untuk Mac, iPad, Apple Watch, dan Vision Pro, dilengkapi berbagai fitur bertenaga AI untuk foto, pesan, produktivitas, dan pencarian.
Namun pasar bereaksi datar. Saham AAPL turun sekitar 2% pada hari pertama WWDC, dari $301 ke kisaran $290-$297. Sebagian analis menilai pembaruan AI Apple masih belum setara kompetitor seperti Google Gemini dan OpenAI, serta belum terlihat jalur monetisasi yang jelas. Kabar bahwa WWDC ini menjadi yang terakhir bagi CEO Tim Cook sebelum pensiun juga menambah ketidakpastian terkait kepemimpinan Apple ke depan.
Di balik volatilitas harga jangka pendek, fundamental Apple tetap impresif. Pada Q2 2026, Apple membukukan pendapatan $111,2 miliar, meningkat 16,6% secara year-over-year. Pertumbuhan ini ditopang oleh penjualan iPhone yang kuat, ekspansi layanan (Services), dan peningkatan penjualan Mac serta iPad yang terbantu oleh integrasi fitur AI.
Segmen Services Apple, yang mencakup App Store, Apple Music, iCloud, dan layanan berlangganan lainnya, terus menjadi mesin pertumbuhan dengan margin yang lebih tinggi dibanding segmen hardware. Pertumbuhan Services yang konsisten membuat beberapa analis optimis bahwa Apple bisa mempertahankan ekspansi laba bahkan saat penjualan iPhone mengalami siklus jenuh.
Baca juga: “AAPL Anjlok ke $290: Target Harga Naik ke $350, Ini yang Perlu Diketahui Investor Tokenized Stock!“
Bank of America pada 22 Juni 2026 menegaskan kembali rekomendasi Buy untuk AAPL dengan target harga $380. Analis BofA menyoroti pergeseran signifikan dalam strategi AI Apple sebagai katalis utama yang bisa mendorong pembelian ulang iPhone dalam siklus berikutnya. Target $380 tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 28% dari harga saat ini.
Tom Forte dari Maxim Group juga menaikkan target harga AAPL dari $310 ke $350. Penguatan ekosistem Apple Intelligence dinilai sebagai fondasi pertumbuhan jangka menengah, meski sebagian investor masih menunggu bukti konkret adopsi pengguna dan kontribusi nyata terhadap pendapatan. Secara teknikal, support terdekat AAPLX berada di $290, sementara resistensi ada di $310 dan kemudian $320.
Nikmati kemudahan investasi saham global seperti Nvidia (NVDAX), Amazon (AMZNX), Meta (METAX) hingga aset komoditas seperti emas dan perak dalam wujud tokenized stocks dari xStocks dan Ondo langsung di aplikasi Pintu!
Kenapa harus coba investasi tokenized stocks di Pintu?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.