Jakarta, Pintu News – Pasar saham global mengalami gejolak hebat setelah aksi jual besar-besaran saham teknologi di Amerika Serikat (AS) pada Selasa lalu. Fokus investor yang sebelumnya tertuju pada konflik AS-Iran kini beralih ke masa depan perusahaan kecerdasan buatan (AI) dan produsen chip yang selama ini menjadi motor penggerak reli pasar saham.
Penurunan tajam di bursa saham AS langsung merembet ke pasar Asia, memicu kekhawatiran akan potensi pecahnya gelembung investasi AI yang selama ini dinilai terlalu tinggi. Fenomena ini menandai babak baru ketidakpastian di pasar keuangan dunia.
Reli pasar saham AS sepanjang tahun ini sebagian besar didorong oleh euforia terhadap teknologi AI dan infrastruktur pendukungnya. Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi telah naik 10% sejak awal tahun, sementara Dow Jones melonjak 6% dan S&P 500 menguat 7,3%.
Namun, para ekonom mulai memperingatkan bahwa lonjakan investasi di sektor AI berpotensi menciptakan gelembung, mirip dengan fenomena dot-com pada awal 2000-an. Ketergantungan besar pada tujuh perusahaan teknologi yang kini menyumbang 30% dari nilai S&P 500 menjadi sumber kekhawatiran tersendiri. Kondisi ini diperparah oleh sinyal dari Federal Reserve yang mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga untuk meredam inflasi.
Jika biaya pinjaman meningkat, perusahaan teknologi yang selama ini mengandalkan utang untuk ekspansi bisa menghadapi tekanan likuiditas. Investor pun mulai mempertanyakan keberlanjutan pertumbuhan sektor AI, terutama jika pendanaan semakin sulit didapat. Situasi ini membuat pasar semakin sensitif terhadap kabar negatif dari perusahaan-perusahaan teknologi papan atas.
Aksi jual saham teknologi dimulai ketika Alphabet, induk Google, mengalami hari terburuk di pasar saham dalam lebih dari satu tahun. Kepergian dua peneliti AI ternama dari perusahaan tersebut memicu kepanikan investor, sehingga harga saham Alphabet anjlok 5% pada penutupan hari Senin. Sementara itu, SpaceX milik Elon Musk yang baru saja melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 12 Juni, juga mengalami penurunan tajam hingga 16%.
Pengumuman rencana SpaceX untuk menggalang dana sebesar $20 miliar melalui penjualan obligasi, meski baru saja meraup lebih dari $85 miliar dari IPO, menambah kekhawatiran akan besarnya biaya proyek-proyek teknologi dan AI. Menurut analis senior Swissquote, Ipek Ozkardeskaya, langkah SpaceX untuk mencari pendanaan lewat utang memperkuat kekhawatiran bahwa perusahaan teknologi besar terlalu agresif membelanjakan dana untuk infrastruktur AI.
Morgan Stanley bahkan memperkirakan total pinjaman terkait AI akan menembus $500 miliar tahun ini. Ketergantungan pada pembiayaan utang ini dinilai berisiko tinggi jika pasar tiba-tiba berbalik arah. Investor pun semakin waspada terhadap kemungkinan koreksi tajam di sektor teknologi.
Setelah penutupan pasar AS, efek domino langsung terasa di bursa Asia. Indeks acuan Korea Selatan anjlok 10% pada Selasa, dipicu oleh kejatuhan saham dua raksasa chip, SK Hynix dan Samsung Electronics, yang masing-masing turun lebih dari 12%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 juga melemah 3,5% pada akhir perdagangan, menandakan sentimen negatif telah menyebar luas di kawasan Asia. Para pelaku pasar di Asia kini semakin berhati-hati dalam mengambil posisi di saham teknologi dan AI.
Sementara itu, pasar Eropa tampak lebih stabil di tengah gejolak global. Indeks FTSE 100 di London berhasil bertahan dan menutup perdagangan Selasa tanpa perubahan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua pasar terdampak secara langsung oleh aksi jual saham teknologi di AS. Namun, para analis memperingatkan bahwa volatilitas masih bisa berlanjut jika ketidakpastian di sektor AI dan teknologi terus berlanjut.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.