Jakarta, Pintu News – BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, memindahkan lebih dari $600 juta dalam bentuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) ke dompet Coinbase Prime dalam rentang 48 jam. Perpindahan aset senilai sekitar $611 juta ini langsung memantik perdebatan di komunitas kripto: apakah ini sinyal jual besar-besaran, atau sekadar operasi rutin pengelolaan ETF?
Waktu kejadiannya sangat diperhatikan pelaku pasar. BTC baru saja menembus ke bawah level support $60.000, dan hari ini, 26 Juni 2026, bertepatan dengan expiry opsi kuartalan senilai $10,6 miliar. Kombinasi faktor-faktor ini membuat setiap pergerakan besar institusi terasa lebih berat dari biasanya.
Data on-chain yang dipantau oleh Lookonchain mengungkapkan bahwa BlackRock memindahkan 7.160 Bitcoin dan 98.850 Ether ke alamat-alamat yang terhubung dengan Coinbase Prime. Secara spesifik, perpindahan Bitcoin dilakukan dalam tiga transaksi terpisah, sementara lebih dari 51.000 ETH dipindahkan sekaligus dalam satu transaksi tunggal.
Pada Kamis, 25 Juni, BlackRock menambah 3.410 BTC dan 5.132 ETH dalam beberapa transfer lanjutan ke Coinbase Prime, senilai sekitar $218 juta. Seluruh pergerakan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang sudah cukup tegang, dengan BTC diperdagangkan di bawah level psikologis $60.000.
Transfer semacam ini bukan kejadian baru. Sepanjang 2026, BlackRock beberapa kali melakukan pemindahan aset ke Coinbase Prime dalam skala besar, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta dolar, bergantung pada kondisi arus dana ETF.

Kunci untuk memahami transfer ini ada pada peran Coinbase Prime dalam struktur ETF spot BlackRock. Coinbase adalah kustodian resmi untuk iShares Bitcoin Trust (IBIT) dan iShares Ethereum Trust (ETHA), dua produk ETF spot terbesar di dunia berdasarkan aset kelolaan. Artinya, setiap kali ada penciptaan atau penebusan unit ETF, BlackRock harus memindahkan aset fisik ke atau dari Coinbase Prime.
Mekanismenya sederhana secara konseptual. Ketika investor institusional menebus (menjual kembali) unit ETF mereka, BlackRock perlu mencairkan Bitcoin atau Ethereum yang mendasari unit tersebut. Proses itu melibatkan transfer aset ke Coinbase Prime sebagai venue perdagangan dan kustodian. Sebaliknya, saat terjadi penciptaan unit baru (inflow), aset kripto masuk ke kustodian dari Coinbase.
Dengan demikian, transfer besar ke Coinbase Prime tidak otomatis berarti BlackRock sedang menjual di pasar terbuka. Ini bisa jadi bagian dari proses settlement antara BlackRock dan authorized participants ETF.
Baca juga: “Bitcoin Whale Pindahkan Dana ke ETF BlackRock: Tanda Era Baru Institutional Crypto Dimulai?“
Meski ada penjelasan operasional yang masuk akal, pasar tetap resah. Ada beberapa faktor yang membuat transfer ini lebih sensitif dari biasanya.
Pertama, posisi BTC saat ini. Bitcoin baru saja kehilangan level support $60.000, sebuah level psikologis penting yang selama ini menjadi landasan harga. Keberadaan di bawah angka ini memperburuk sentimen dan membuat investor lebih sensitif terhadap berita negatif. Kedua, hari ini adalah tanggal expiry opsi kuartal Q2 senilai $10,6 miliar, momen yang secara historis sering disertai volatilitas tinggi karena pelaku pasar harus menyelesaikan posisi mereka.
Ketiga, data outflow ETF memang menunjukkan tekanan. IBIT mencatat outflow $182 juta pada 23 Juni, sementara ETHA kehilangan $86 juta pada hari yang sama. Pola outflow berkelanjutan dari ETF spot Bitcoin AS sempat mencapai 13 hari berturut-turut dengan total penarikan lebih dari $4,4 miliar, meski sudah berbalik dalam beberapa sesi terakhir.
Baca juga: “5 Alasan Harga Bitcoin Turun 17%: Data Whale hingga ETF Diborong Keluar!“
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.