Jakarta, Pintu News – Analis kripto terkemuka mengidentifikasi dua sinyal bullish pada grafik harian XRP yang menunjukkan kemungkinan pembalikan tren. Kabar ini muncul bersamaan dengan perkembangan legislasi kripto di Amerika Serikat, di mana CLARITY Act (Digital Asset Market Structure Bill) tengah mengincar jadwal voting Senat pada pekan 20 Juli 2026.
Analis kripto Ali Martinez baru-baru ini mempublikasikan analisisnya di media sosial X, menyatakan bahwa grafik harian XRP menampilkan dua sinyal pembalikan bullish yang patut dicermati oleh para investor. Sinyal pertama yang diidentifikasi Martinez adalah indikator Tom DeMark (TD) Sequential, yang telah mencetak sinyal beli melalui “candlestick ke-9”. Berdasarkan data historis, pola ini mengantisipasi rebound relief selama satu hingga empat candlestick harian ke depan.
Sinyal kedua yang diungkap Martinez adalah pola candlestick “Morning Star Doji” yang terbentuk dari tiga sesi perdagangan terakhir. Pola ini diakui secara luas oleh para trader teknikal sebagai pola pembalikan tren yang biasanya muncul mendekati titik bawah pasar. Kedua sinyal ini secara bersamaan memberikan indikasi bahwa tekanan jual pada XRP mungkin sudah mulai mereda.
Martinez menambahkan bahwa konfirmasi sinyal ini sangat bergantung pada partisipasi pembeli di pasar. “Jika volume pembelian mengakselerasi di sini, XRP bisa naik menuju $1,30,” tulis Martinez dalam analisisnya. Pada saat artikel ini ditulis, XRP diperdagangkan di kisaran $1,07 per koin setelah mengalami tekanan jual beberapa hari terakhir.
CLARITY Act merupakan undang-undang tentang struktur pasar aset digital yang sedang dibahas di Senat Amerika Serikat. Regulasi ini memiliki kepentingan khusus bagi XRP karena akan memberikan kejelasan hukum terkait klasifikasi aset kripto, termasuk apakah suatu token dianggap sebagai komoditas atau sekuritas. Kejelasan regulasi ini sangat penting bagi Ripple, perusahaan di balik pengembangan XRP dan jaringan XRP Ledger.
Baca juga: “Inilah Syarat yang Bisa Melambungkan Harga Ripple (XRP) ke $10, Apa Saja?”
Dalam skenario optimis, analis Standard Chartered menetapkan target harga XRP di angka $8 pada tahun 2026, yang menyiratkan potensi kenaikan lebih dari 300 persen dari level saat ini. Target yang lebih agresif menyebabkan beberapa analis bahkan memproyeksikan kisaran $15 hingga $30 jika CLARITY Act berhasil disahkan dan Ripple mendapatkan rekening master Federal Reserve. Namun, proyeksi-proyeksi ini sangat bergantung pada perkembangan legislasi.
Bagi komunitas kripto secara keseluruhan, CLARITY Act juga berpotensi membuka jalan bagi adopsi institusional yang lebih luas, karena bank-bank Tier-1 akan memiliki kerangka hukum yang jelas untuk mengintegrasikan aset digital ke dalam layanan perbankan mereka.
Meski ada urgensi dari kubu Republik di Senat untuk menyelesaikan undang-undang ini sebelum masa reses Agustus, masih banyak hal yang harus diselesaikan. Jurnalis Eleanor Terrett yang meliput perkembangan ini mencatat bahwa ada “rasa urgensi yang baru di kalangan Republik Senat untuk menyelesaikan RUU ini”, namun ia juga menegaskan bahwa “masih banyak yang harus dikerjakan” pada CLARITY Act.
Beberapa poin yang masih menjadi perdebatan antara lain perbedaan antara draf dari Komite Perbankan Senat dan Komite Pertanian, aturan tentang preemption negara bagian, serta bahasa terkait benturan kepentingan di bursa kripto. Selain itu, suara-suara dari pihak Demokrat diperkirakan bergantung pada apakah RUU ini mencakup kerangka etika yang cukup kuat untuk mengatasi bisnis kripto Presiden Trump.
Baca juga: “Harga XRP Hari Ini 25 Juni 2026: XRP $1,07 Tertekan, Apa Faktornya?”
Akibat berbagai hambatan ini, Galaxy Digital telah menurunkan probabilitas pengesahan CLARITY Act menjadi 50 persen. Jadwal voting di lantai Senat juga masih belum pasti, mengingat RUU Otorisasi Pertahanan Tahunan diperkirakan akan mendapat prioritas setelah para legislator kembali dari reses Juli pada tanggal 13 Juli. Asumsi terbaik saat ini, menurut Terrett, adalah pekan 20 Juli ke depan sebagai waktu paling realistis untuk memulai voting.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*\Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.