Jakarta, Pintu News – Crypto Fear and Greed Index mencatat angka 13 pada akhir Juni 2026, masuk ke zona Extreme Fear yang paling dalam sejak awal tahun. Bitcoin diperdagangkan di sekitar USD 61.100, sementara Ethereum berada di kisaran USD 1.585, dengan sebagian besar altcoin mencatat penurunan antara 3% hingga 8% dalam 24 jam terakhir. Pertanyaan yang kini ramai diperdebatkan di komunitas crypto: apakah ini sinyal bahaya untuk segera keluar dari pasar, atau justru peluang langka yang hanya datang beberapa kali dalam satu siklus?
Fear and Greed Index adalah indikator sentimen harian yang diterbitkan oleh Alternative.me, mengukur suasana hati pasar kripto dalam skala 0 hingga 100. Angka mendekati 0 mencerminkan kepanikan ekstrem (Extreme Fear), sementara angka mendekati 100 menandakan keserakahan berlebihan (Extreme Greed). Indeks ini dihitung berdasarkan enam variabel: volatilitas harga, volume perdagangan, aktivitas media sosial, survei investor, dominasi Bitcoin, dan tren Google.

Angka 12 bukan sekadar angka rendah biasa. Secara historis, pembacaan di bawah 15 hanya terjadi pada momen-momen krisis besar di pasar crypto: bottom Bitcoin pada Desember 2018, crash COVID-19 pada Maret 2020, kolaps ekosistem Terra-LUNA pada Juni 2022, dan aksi jual besar-besaran pada Agustus 2024. Setiap kali indeks menyentuh level ini, pasar crypto pada akhirnya mencatat pemulihan signifikan dalam horizon 3 hingga 12 bulan ke depan.
Mengapa investor berpengalaman justru memperhatikan zona Extreme Fear dengan saksama? Karena data historis menunjukkan pola yang konsisten: saat mayoritas investor panik dan menjual, harga aset cenderung sudah mencerminkan skenario terburuk atau bahkan telah oversold. Inilah yang sering disebut sebagai capitulation, titik di mana investor yang paling lemah secara psikologis menyerah dan keluar dari pasar.
Pada Desember 2018, Fear and Greed Index menyentuh 8 saat Bitcoin berada di sekitar USD 3.200. Enam belas bulan kemudian, Bitcoin melampaui USD 60.000 untuk pertama kalinya. Pada Maret 2020, indeks turun ke 8 saat COVID-19 memicu aksi jual besar. Bitcoin yang saat itu diperdagangkan di kisaran USD 4.000 bangkit ke USD 29.000 pada akhir tahun yang sama. Pola ini bukan jaminan pengulangan, namun memberikan konteks penting bagi investor yang tengah mengevaluasi posisinya.
Beberapa faktor makro berkontribusi terhadap penurunan sentimen di akhir Q2 2026. Pertama, kekhawatiran resesi di Amerika Serikat yang dipicu oleh data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari ekspektasi, mendorong investor global untuk mengurangi eksposur ke aset berisiko tinggi termasuk crypto. Kedua, ketidakpastian regulasi di beberapa yurisdiksi besar masih membayangi, meski Indonesia sendiri bergerak ke arah kepastian hukum dengan finalisasi regulasi OJK.
Baca juga: “3 Cara Aman Borong Token RWA: Strategi Cuan Aset Nyata di Dunia Crypto!“
Ketiga, aksi jual terkoordinasi dari pemegang besar (whale) terdeteksi on-chain, memicu kepanikan di kalangan investor retail. Data Coinglass menunjukkan likuidasi posisi long crypto mencapai ratusan juta dolar dalam beberapa hari terakhir, memperbesar tekanan jual di pasar spot.
Baca juga: “Crypto dalam Index Fear? 3 Indikator Utama yang Menunjukkan Sentimen Pasar Saat Ini“
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*\Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.