Jakarta, Pintu News – Harga Mineral Acuan (HMA) tembaga Indonesia sepanjang 2026 mencatatkan rata-rata $12.655,16 per dry metric ton (dmt), melampaui seluruh rekor historis dan jauh meninggalkan rata-rata 2025 yang berada di $9.819,48 per dmt. Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini menegaskan tembaga sebagai komoditas pertambangan dengan kinerja paling gemilang di tahun ini.
Kementerian ESDM mencatat rata-rata HMA tembaga 2026 sebesar $12.655,16 per dmt, lonjakan signifikan dibandingkan rata-rata 2025 di angka $9.819,48 per dmt. Kenaikan ini setara dengan peningkatan sekitar 28,9% secara tahunan, sebuah angka yang luar biasa untuk komoditas logam industri yang biasanya bergerak lebih gradual.

Tren kenaikan ini telah berlangsung bertahap sejak Oktober 2025 Periode II, ketika HMA tembaga pertama kali menembus level $10.000 per dmt. Momentum itu terus berlanjut hingga puncaknya di periode Februari 2026 Periode II yang sempat menyentuh $13.000 per dmt. Sementara untuk periode pertama Juni 2026, HMA tembaga ditetapkan di $10.782 per dmt.
Kenaikan harga tembaga yang konsisten sepanjang 2026 didorong oleh kombinasi permintaan struktural yang kuat dari dua sektor paling dinamis saat ini: kecerdasan buatan dan transisi energi hijau. Setiap pusat data (data center) skala besar membutuhkan ribuan ton tembaga untuk kabel, sistem pendingin, busbar, dan seluruh infrastruktur kelistrikannya. Dengan boom pembangunan data center AI yang melanda Amerika Serikat, Eropa, dan Asia, permintaan tembaga dari sektor ini terus melonjak.
Baca juga: “Harga Tembaga Hari Ini 22 Juni 2026: Mendekati Rekor Tertinggi“
Di sisi lain, percepatan adopsi kendaraan listrik (EV) dan ekspansi jaringan transmisi listrik untuk energi terbarukan turut menyedot pasokan tembaga global. Sebuah kendaraan listrik membutuhkan tembaga empat kali lebih banyak dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional. Kombinasi dua megatren ini menciptakan tekanan permintaan yang belum pernah dialami pasar tembaga sebelumnya.
HMA tembaga yang tinggi membawa implikasi besar bagi industri pertambangan Indonesia. Dari sisi penerimaan negara, harga acuan yang lebih tinggi berarti potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor minerba yang lebih besar, mengingat royalti dihitung berdasarkan nilai HMA. Kementerian ESDM pun tengah memproses revisi tarif royalti mineral untuk menyesuaikan dengan kondisi harga global yang baru.
Di sisi lain, kondisi ini juga mendorong pemerintah untuk mengevaluasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) berbagai komoditas. Sebagai konteks, kuota RKAB nikel mengalami koreksi signifikan dari 42 juta ton menjadi 12 juta ton, meski di tengah kondisi itu, harga nikel di pasar internasional justru sempat menyentuh level tertinggi dua tahun di $19.200 per ton.
Baca juga: “5 Update Harga Tembaga Hari Ini, Rekor Baru Tembus Rp205.000 Per Kg!“
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset crypto berbasis emas seperti PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT).
Emas crypto menawarkan cara investasi emas yang lebih fleksibel, praktis, dan modern dibandingkan emas fisik. Beberapa kelebihan investasi emas crypto di Pintu adalah:
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.