Jakarta, Pintu News – Gelombang penurunan harga saham Nvidia (NVDA) belakangan ini ternyata tidak diikuti aksi beli dari investor besar seperti biasanya. Data arus dana institusi menunjukkan bahwa aliran modal ke Nvidia adalah yang paling negatif dibandingkan saham chip utama lainnya.
Fenomena ini menandakan bahwa para investor institusi memilih mundur, bukan memanfaatkan penurunan harga untuk menambah posisi. Kondisi ini menjadi sinyal penting bahwa tekanan jual di Nvidia bukan sekadar koreksi biasa, melainkan ada rotasi modal ke saham chip lain yang lebih menjanjikan.
Jika dilihat dari indikator Chaikin Money Flow 20 hari, Nvidia mencatat skor negatif mendalam di angka -0,19, jauh lebih rendah dibandingkan pesaingnya. Sementara itu, Micron (MU) justru menjadi salah satu saham chip yang masih diburu investor institusi. Hal ini terlihat dari lonjakan pendapatan Micron yang mencapai rekor $41,46 miliar, naik 346% dalam setahun, dan langsung direspons kenaikan harga saham sekitar 15%.

Bahkan, proyeksi penjualan Micron untuk kuartal berikutnya diperkirakan menembus $50 miliar, jauh di atas ekspektasi analis. Micron kini menjadi pemasok utama memori untuk prosesor Nvidia, terutama High Bandwidth Memory (HBM) yang sangat dibutuhkan di era kecerdasan buatan.

Seluruh stok HBM Micron sudah ludes terjual, dan harga chip memori terus meroket. Tak heran jika harga saham Micron melonjak tiga kali lipat sepanjang tahun ini, bahkan sempat melampaui kapitalisasi Meta. Fakta ini membuktikan bahwa investor institusi tidak keluar dari sektor chip, melainkan hanya berpindah ke saham yang lebih prospektif.
Ancaman bagi Nvidia tidak hanya datang dari rotasi modal, tetapi juga dari perubahan strategi para pelanggannya. Perusahaan teknologi raksasa seperti Alphabet kini mulai menjual chip AI buatan sendiri ke pasar, bahkan Anthropic berencana menggelontorkan dana sekitar $200 miliar ke Alphabet dalam lima tahun ke depan.
Dengan langkah ini, kebutuhan mereka terhadap chip Nvidia otomatis berkurang karena sudah mampu memproduksi sendiri. Analis Andrew Boone memperkirakan bisnis chip milik Alphabet akan melonjak dari $3 miliar di 2026 menjadi $25 miliar pada 2027. Kondisi ini membuat investor semakin ragu apakah Nvidia masih bisa mempertahankan harga jual tinggi di tengah persaingan yang semakin ketat.
Kekhawatiran ini juga tercermin dari aksi jual saham oleh beberapa petinggi Nvidia, termasuk penjualan sekitar 1 juta lembar saham senilai $221 juta oleh direktur Mark Stevens pada awal Juni. Walaupun konsensus analis masih memberikan rating Strong Buy, target harga dari beberapa bank besar mulai dipangkas. Salah satunya, Wells Fargo memangkas target harga Nvidia dari $375 menjadi $315, meski tetap mempertahankan rekomendasi beli.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.