Altcoin Anjlok 8 Bulan Berturut-turut, Apa Penyebab dan Peluang di Balik Tren Negatif Ini?

Updated
July 1, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Pasar altcoin tengah mengalami masa-masa sulit yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan. Data terbaru dari CryptoQuant mengungkapkan bahwa sekitar 84% altcoin yang terdaftar di Binance kini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, menandakan periode pelemahan terpanjang dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini membuat banyak investor bertanya-tanya, apakah tren negatif ini akan terus berlanjut atau justru membuka peluang baru di tengah tekanan pasar?

Altcoin Terjebak dalam Tren Turun Berkepanjangan

Sejak delapan bulan terakhir, altcoin menjadi korban utama dari siklus pasar kripto yang sedang berlangsung. Upaya untuk bangkit dan mengembalikan momentum harga telah berulang kali gagal, sehingga tekanan jual terus mendominasi. CryptoQuant melalui analis Darkfost menyoroti bahwa 84% altcoin di Binance kini berada di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, sebuah indikator kuat bahwa pasar masih berada dalam fase bearish.

Kondisi ini bahkan menjadi periode pelemahan terpanjang kedua sejak tahun 2020, hanya kalah dari bear market sebelumnya yang berlangsung sekitar sepuluh bulan. Selain itu, indikator TOTAL3—yakni kapitalisasi pasar seluruh aset kripto kecuali Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH)—juga telah menembus di bawah rata-rata pergerakan 200 hari pada grafik mingguan.

Hal ini semakin mempertegas lemahnya performa altcoin secara keseluruhan. Banyak proyek altcoin yang gagal mempertahankan harga, bahkan setelah adanya sentimen positif di pasar kripto global. Situasi ini membuat investor harus lebih selektif dalam memilih aset digital untuk investasi jangka menengah hingga panjang.

Dominasi Bitcoin (BTC) Masih Menentukan Arah Altcoin

Pergerakan harga altcoin masih sangat bergantung pada performa Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto utama. Sepanjang siklus pasar kali ini, korelasi antara altcoin dan Bitcoin (BTC) tetap tinggi, sehingga sulit bagi altcoin untuk bergerak secara independen. Setiap kali Bitcoin (BTC) mengalami tekanan atau penurunan harga, mayoritas altcoin pun ikut tertekan dan gagal mencatatkan kenaikan signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa dominasi Bitcoin (BTC) masih menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar altcoin. Namun, sejarah mencatat bahwa periode pelemahan seperti ini seringkali membuka peluang investasi jangka menengah. Pada siklus sebelumnya, hampir semua altcoin mengalami reli setelah melewati fase bearish yang panjang.

Akan tetapi, kondisi pasar saat ini menuntut seleksi token yang jauh lebih ketat, karena tidak semua altcoin akan mampu pulih atau mencetak keuntungan besar seperti di masa lalu. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi di tengah volatilitas pasar.

Analisis: Peluang di Tengah Kelesuan Pasar Altcoin

Meskipun sentimen pasar masih didominasi rasa pesimis, beberapa analis melihat adanya potensi peluang di balik tren negatif ini. Perbandingan dengan kondisi tahun 2022 menunjukkan bahwa sejumlah altcoin utama seperti Ethereum (ETH), Cardano (ADA), Litecoin (LTC), dan BNB Chain (BNB) justru mencapai titik terendah beberapa bulan sebelum Bitcoin (BTC) menyentuh harga terendahnya pasca-kolapsnya FTX.

Hal ini menandakan bahwa altcoin bisa saja mulai pulih lebih awal dibandingkan Bitcoin (BTC) jika tekanan jual mulai mereda. Selain itu, faktor eksternal seperti tidak adanya likuidasi paksa besar-besaran seperti yang terjadi pada tahun 2022 dapat menjadi katalis positif bagi pasar altcoin.

Jika Bitcoin (BTC) mampu bertahan di kisaran $60.000, meskipun sesekali turun ke level $50.000, maka zona harga tersebut bisa menjadi area support kuat dalam jangka panjang. Dengan demikian, investor yang jeli dan selektif berpotensi mendapatkan keuntungan ketika pasar mulai pulih secara bertahap.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca
.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.