Harga Saham TSLA (Tesla) Hari Ini, 2 Juli 2026: Nanti Rilis Data Pengiriman Q2

Updated
July 2, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Saham Tesla (TSLA) menjadi sorotan pelaku pasar pada perdagangan Rabu, 2 Juli 2026, bertepatan dengan jadwal rilis data pengiriman kendaraan kuartal kedua 2026. Berdasarkan data perdagangan 1 Juli 2026, saham TSLA bergerak di kisaran $418,00 hingga $421,51, dengan harga penutupan di level $421,06. Momentum ini datang setelah saham produsen mobil listrik tersebut sempat anjlok ke level terendah sejak Mei 2026 di kisaran $380 akibat tekanan jual selama empat pekan beruntun.

Pergerakan Harga Saham TSLA Terkini

Saham Tesla mencatatkan pemulihan tajam menjelang akhir Juni 2026 setelah sempat tertekan hingga menyentuh level terendah dalam lebih dari sebulan. Pada salah satu sesi perdagangan akhir Juni, saham TSLA sempat melonjak sekitar 8% secara intraday ke kisaran $410 setelah sejumlah analis merevisi naik proyeksi pengiriman kuartalan Tesla.

Meski demikian, secara year-to-date sepanjang 2026, saham TSLA masih tercatat turun sekitar 16% dan berada jauh di bawah level puncaknya pada Desember 2025 yang sempat menyentuh kisaran $490. Volatilitas tinggi ini mencerminkan sentimen pasar yang terbelah antara optimisme terhadap pemulihan permintaan di Eropa dan Tiongkok, dengan kekhawatiran atas pelemahan penjualan di pasar Amerika Serikat.

Di sisi tokenized stocks, TSLAX yang merepresentasikan harga TSLA secara 1:1 di aplikasi Pintu turut mencatatkan lonjakan aktivitas. Volume transaksi bulanan TSLAX melonjak dari sekitar 26 juta dolar AS pada 24 Mei 2026 menjadi 94 juta dolar AS pada 24 Juni 2026, atau naik sekitar 261% dalam sebulan, seiring meningkatnya minat investor ritel terhadap saham Tesla menjelang musim laporan keuangan.

Data Pengiriman Kuartal II 2026 Jadi Penentu Arah

Konsensus analis yang dipublikasikan oleh Tesla Investor Relations memperkirakan pengiriman kuartal kedua 2026 berada di angka rata-rata 406.024 unit dengan median 408.609 unit. Sementara itu, estimasi Bloomberg lebih konservatif di kisaran 396.466 unit, dan Morgan Stanley belakangan menaikkan proyeksinya menjadi sekitar 413.000 unit setelah melihat indikasi permintaan yang lebih kuat dari perkiraan awal.

Sebagai perbandingan, Tesla mencatatkan pengiriman sebanyak 384.122 unit pada kuartal kedua 2025. Jika konsensus tercapai, ini akan menjadi pertumbuhan tahunan sebesar 5,7% dan menandai dua kuartal berturut-turut pertumbuhan year-on-year setelah dua tahun berturut-turut mengalami penurunan tahunan. Pada kuartal pertama 2026, Tesla memproduksi 408.386 unit namun hanya mengirimkan 358.023 unit, menyisakan selisih signifikan yang masih berada dalam proses transit dan inventori.

Pertumbuhan permintaan di Eropa menjadi salah satu pendorong utama, dengan registrasi mobil baru Tesla di kawasan tersebut tercatat lebih dari dua kali lipat secara tahunan pada Mei 2026. Penjualan di Tiongkok juga relatif terjaga berkat peluncuran Model Y versi penyegaran. Sebaliknya, lembaga riset otomotif Cox Automotive memproyeksikan penjualan Tesla di Amerika Serikat pada kuartal kedua ini turun sekitar 20% secara tahunan, dengan pangsa pasar menyusut ke kisaran 2,9%, seiring berakhirnya insentif pajak federal sebesar $7.500 untuk pembelian kendaraan listrik.

Fasilitas produksi kendaraan listrik yang menggambarkan operasional pabrik Tesla
Fasilitas produksi kendaraan listrik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kapasitas pengiriman Tesla pada kuartal kedua 2026. Sumber: Pexels via Pexels License

Persaingan Ketat di Pasar Kendaraan Listrik Global

Di tengah tantangan pasar domestik AS, Tesla juga menghadapi tekanan kompetisi dari produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, yang diperkirakan mencatatkan pengiriman kendaraan listrik murni sekitar 557.000 unit pada kuartal kedua 2026. Angka ini jauh melampaui proyeksi pengiriman Tesla, menegaskan posisi BYD sebagai pemain dominan di segmen kendaraan listrik global, terutama di pasar Asia.

Persaingan ini turut menjadi salah satu variabel yang diperhitungkan analis dalam menilai valuasi saham Tesla ke depan. Sejumlah analis menilai Tesla perlu mempercepat diversifikasi lini bisnis, termasuk pengembangan robotaxi dan segmen energi, untuk menjaga daya tarik saham di tengah perlambatan pertumbuhan penjualan mobil listrik konvensional.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.