Harga Minyak Brent Terus Turun ke $70,5, Ini Penyebab Pasokan Hormuz Melimpah 3 Hari Beruntun

Updated
July 3, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Harga minyak mentah Brent hari ini, Jumat 3 Juli 2026, melanjutkan tren pelemahan dan kini berada di kisaran $70,5 per barel, level terendah sejak akhir Februari 2026. Pelemahan ini menandai penurunan selama tiga hari perdagangan beruntun, dengan harga terkoreksi sekitar 1% pada tiap sesi menjelang libur panjang Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Sementara itu, minyak WTI ikut melemah ke kisaran $67,7-$69 per barel pada periode yang sama.

Penurunan beruntun ini membalikkan lonjakan harga yang sempat terjadi akibat konflik militer Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang pecah pada akhir Februari 2026. Saat itu, Brent sempat melonjak lebih dari 50% dan menembus level $78 per barel akibat gangguan pasokan di Selat Hormuz. Kini, harga minyak nyaris kembali ke level sebelum perang dimulai, seiring normalisasi arus kapal tanker di jalur pelayaran strategis tersebut.

Pasokan Selat Hormuz Melimpah, Tanker Kembali Normal

Katalis utama di balik pelemahan harga adalah pulihnya arus pengapalan minyak melalui Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum nyaris lumpuh total akibat ancaman rudal, drone, dan ranjau Iran selama masa konflik. Berdasarkan laporan Al Jazeera, sebanyak 35 kapal tanker berhasil keluar dari Selat Hormuz pada Kamis (2/7), pertama kalinya volume tersebut kembali ke kisaran level sebelum perang.

Uni Emirat Arab telah memulihkan ekspor minyaknya ke lebih dari 3,9 juta barel per hari, sementara Arab Saudi turut menggenjot ekspor ke Asia hingga mencapai sekitar 90% dari level sebelum perang. Total arus minyak harian melalui Selat Hormuz kini tercatat telah melampaui 10 juta barel per hari, didukung pula oleh kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Pemulihan ini berjalan lebih cepat dari perkiraan banyak pihak, menyusul penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran pada 17 Juni 2026 yang membuka periode negosiasi 60 hari menuju perjanjian damai permanen. Dalam kesepakatan sementara itu, Iran mengizinkan kapal-kapal melintasi selat tersebut tanpa dikenai biaya, meski perundingan lanjutan di Doha, Qatar sempat diwarnai ketegangan setelah serangan AS terhadap Iran pekan lalu.

Risiko Kelebihan Pasokan Mulai Membayangi Pasar

minyak crypto

Di tengah pulihnya pasokan, sejumlah analis mulai mewaspadai risiko oversupply atau kelebihan pasokan minyak global. Morgan Stanley bahkan telah dua kali memangkas proyeksi harga minyak dalam dua pekan terakhir, seiring permintaan dari China selaku importir minyak terbesar dunia yang justru melemah karena negara tersebut mengandalkan cadangan komersial dan memperbanyak impor dari Rusia, Kazakhstan, Brasil, Indonesia, dan Venezuela selama harga sempat melonjak.

Namun sejumlah pakar mengingatkan agar proyeksi surplus ini tidak ditelan mentah-mentah. Mohammad Reza Farzanegan, profesor ekonomi di Philipps-Universitat Marburg, Jerman, menilai pemulihan arus Hormuz masih rapuh dan rata-rata pergerakan tanker dalam tujuh hari terakhir pun masih jauh di bawah level tahun sebelumnya. Ia juga mengingatkan bahwa keringanan sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran akan berakhir pada 21 Agustus 2026, sehingga status pasokan setelah tanggal tersebut masih belum pasti.

Prospek Harga Minyak ke Depan

Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk juga belum sepenuhnya mereda. Upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang dimulai 4 Juli 2026 berpotensi menunda jadwal perundingan damai lanjutan di Qatar.

Analis dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), Kevin Morrison, menambahkan bahwa lonjakan produksi minyak dari kawasan Amerika turut menambah bobot proyeksi surplus, namun pemulihan penuh arus Hormuz ke level 20 juta barel per hari sebelum perang kemungkinan besar baru tercapai tahun depan mengingat kerusakan infrastruktur produksi akibat konflik.

Dengan kombinasi antara pasokan yang membaik namun rapuh serta permintaan yang melemah, harga minyak Brent berpotensi tetap tertekan dalam waktu dekat selama gencatan senjata AS-Iran bertahan.

Sebaliknya, eskalasi baru di Selat Hormuz atau berakhirnya keringanan sanksi pada Agustus mendatang dapat kembali memicu premi risiko dan mendorong harga naik secara tiba-tiba. Investor maupun pelaku pasar komoditas disarankan untuk terus memantau perkembangan geopolitik Timur Tengah serta data permintaan minyak global sebagai indikator arah harga selanjutnya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.