Jakarta, Pintu News – Tesla resmi mengumumkan data pengiriman kendaraan kuartal kedua 2026 pada Kamis, 2 Juli 2026 waktu AS, dengan capaian 480.126 unit, melonjak 25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 384.122 unit.
Angka ini jauh melampaui konsensus analis yang memperkirakan sekitar 406.024 hingga 406.600 unit, atau outperform lebih dari 74.000 unit dari estimasi Wall Street. Namun alih-alih menguat, saham TSLA justru anjlok sekitar 7% hingga 7,7% pada perdagangan hari yang sama, mencatatkan hari terburuknya dalam hampir setahun terakhir.
Dari total 480.126 unit yang dikirim, mayoritas berasal dari lini utama Model 3 dan Model Y, sementara sisanya disumbang oleh Model S, Model X, dan Cybertruck. Sepanjang kuartal ini, Tesla memproduksi 451.758 unit, yang berarti perusahaan mengirimkan lebih banyak kendaraan dibandingkan yang diproduksi berkat pengurangan stok inventori dan kendaraan dalam transit dari kuartal sebelumnya.
Pendorong utama lonjakan pengiriman datang dari Tiongkok, di mana penjualan wholesale Tesla mencapai 254.551 unit, naik 33% secara tahunan, dengan Juni 2026 menjadi bulan terkuat sepanjang tahun berkat penyegaran Model Y.
Eropa turut menyumbang pemulihan signifikan, tercermin dari registrasi Tesla di Prancis yang naik lebih dari dua kali lipat, Swedia naik 56%, dan Denmark naik 39% pada Juni 2026. Di luar segmen kendaraan, bisnis energi Tesla juga mencatatkan pertumbuhan solid dengan penyimpanan baterai (energy storage) sebesar 13,5 GWh yang dikerahkan sepanjang kuartal, naik dari 9,6 GWh pada periode yang sama tahun lalu.
Meski capaian pengiriman disebut sejumlah analis sebagai hasil yang “jauh lebih baik dari perkiraan pasar,” saham Tesla justru dibuka anjlok sekitar 7% ke kisaran $395 pada sesi perdagangan pagi, sebelum akhirnya ditutup melemah lebih dalam mendekati 7,7% ke level sekitar $392. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi harian terbesar TSLA dalam kurun waktu hampir satu tahun terakhir.

Fenomena ini disebut sejumlah analis sebagai reaksi klasik “sell the news”. Saham TSLA sempat melesat lebih dari 13% dalam empat hari perdagangan menjelang rilis data, sehingga optimisme pasar terhadap potensi lonjakan pengiriman sudah banyak tercermin (priced in) lebih dulu pada harga saham. Ketika angka resmi keluar—meski jauh melampaui ekspektasi—banyak investor memilih mengambil untung (profit taking) alih-alih menambah posisi.
Faktor lain yang turut menekan saham adalah valuasi Tesla yang dinilai sudah sangat mahal, dengan rasio price-to-earnings (P/E) mencapai sekitar 421 kali laba, memberi alasan bagi investor untuk mengurangi eksposur di tengah reli. Kekhawatiran struktural juga membayangi pasar Amerika Serikat, menyusul berakhirnya insentif pajak federal sebesar $7.500 untuk pembelian kendaraan listrik, yang menurut proyeksi lembaga riset otomotif Cox Automotive dapat menekan penjualan Tesla di AS hingga 20% secara tahunan. Sentimen pasar saham teknologi yang melemah serta data ketenagakerjaan AS yang beragam pada hari yang sama turut memperberat tekanan jual terhadap TSLA.
Bagi investor, angka pengiriman yang kuat hanya menjawab satu pertanyaan: apakah Tesla mampu memproduksi dan mengirimkan kendaraan dalam volume besar. Pertanyaan yang lebih penting—apakah pertumbuhan volume ini bisa dicapai tanpa mengorbankan margin keuntungan per unit yang selama ini menjadi keunggulan Tesla dibanding produsen mobil lain—baru akan terjawab pada laporan keuangan lengkap kuartal kedua 2026 yang dijadwalkan rilis pada 22 Juli 2026 setelah penutupan pasar.
Laporan tersebut akan mengungkap detail pendapatan, margin kotor, rata-rata harga jual kendaraan (average selling price), serta perkembangan lini bisnis energi dan robotaxi Tesla. Di tengah persaingan ketat dari produsen kendaraan listrik asal Tiongkok seperti BYD, arah pergerakan saham TSLA dalam beberapa pekan ke depan kemungkinan besar akan lebih ditentukan oleh kualitas margin dan proyeksi ke depan, dibandingkan sekadar angka volume pengiriman semata.
Bagi investor di Indonesia, pergerakan harga saham Tesla dapat terus dipantau melalui tokenized stock TSLAX yang mengikuti harga saham asli secara 1:1 dan tersedia untuk diperdagangkan di aplikasi Pintu.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.