Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pemulihan yang cukup meyakinkan pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026. Berdasarkan data agregat pasar, BTC diperdagangkan di kisaran $64.194, naik sekitar 2% dibanding 24 jam sebelumnya dan melonjak sekitar 7% dari level $60.257 yang tercatat sepekan lalu. Penguatan ini terjadi meski sepanjang Juni lalu instrumen ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat justru mencatatkan arus keluar dana terbesar sepanjang sejarah peluncurannya, sehingga muncul kontras yang menarik antara sentimen harga jangka pendek dan perilaku investor institusional.
Reli mingguan BTC turut didukung oleh momentum teknikal berupa short squeeze, dengan sekitar $450 juta posisi short terpaksa dilikuidasi ketika harga menembus level $62.000. Pada 6 Juli, Bitcoin bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan terakhir di kisaran $63.900, sebelum kembali terkonsolidasi di area saat ini.
Penguatan BTC dalam sepekan terakhir dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang jauh di bawah ekspektasi pasar. Laporan payroll nonpertanian hanya menunjukkan penambahan 57 ribu lapangan kerja, jauh dari perkiraan analis yang berada di angka 113 ribu. Data yang lemah ini memicu spekulasi bahwa The Federal Reserve akan lebih longgar dalam kebijakan suku bunga ke depan, sehingga aset berisiko seperti Bitcoin kembali diminati investor.
Momentum tersebut diperkuat oleh aksi short squeeze yang membuat trader dengan posisi jual justru menambah tekanan beli saat mereka terpaksa menutup posisi secara paksa. Kombinasi sentimen makro dan mekanisme likuidasi ini menjadi kombinasi klasik yang kerap memicu lonjakan harga jangka pendek di pasar kripto, meski para analis mengingatkan bahwa pergerakan semacam ini cenderung rentan terhadap pembalikan arah bila tidak diikuti aliran dana institusional yang konsisten.
Secara historis, Juni 2026 tercatat sebagai bulan terburuk bagi BTC sepanjang tahun berjalan, dengan penurunan sekitar 20% akibat tekanan jual berkepanjangan. Reli awal Juli ini pun sebagian besar dipandang sebagai fase pemulihan setelah koreksi tajam tersebut, bukan sepenuhnya perubahan tren jangka panjang.
Baca juga: “Harga Bitcoin Hari Ini 6 Juli 2026: Bertahan di Kisaran $63.000, Lanjutkan Reli Sepekan“
Di sisi lain, data dari SoSoValue menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot yang tercatat di bursa Amerika Serikat mengalami arus keluar dana bersih sebesar $4,06 miliar sepanjang Juni 2026. Angka ini menjadikan Juni sebagai bulan dengan outflow terbesar sejak ETF Bitcoin spot pertama kali diluncurkan pada Januari 2024, melampaui rekor sebelumnya sebesar $3,56 miliar yang tercatat pada Februari 2025.
Periode 15 Mei hingga 3 Juni menjadi rentetan terpanjang dengan 13 hari beruntun arus keluar dana, di mana total dana yang ditarik investor mencapai sekitar $4,4 miliar. Pekan yang berakhir 6 Juni bahkan mencatat outflow mingguan terbesar sejak Februari 2025, yakni $1,72 miliar dalam waktu tujuh hari saja. iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock, sebagai ETF Bitcoin spot terbesar dari sisi aset kelolaan, menjadi yang paling terdampak dengan penarikan dana sekitar $860 juta hanya dalam satu pekan pelaporan.
Kondisi ini mencerminkan bagaimana investor institusional menahan diri di tengah ekspektasi suku bunga AS yang tetap tinggi dalam waktu lama serta ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi pasar keuangan global. Total aset kelolaan gabungan ETF Bitcoin spot pun ikut menyusut dari level puncaknya, akibat kombinasi penarikan dana dan penurunan nilai kepemilikan Bitcoin yang mendasarinya.
Fenomena kenaikan harga BTC di tengah outflow ETF yang mencetak rekor ini sekilas terlihat kontradiktif, namun sebenarnya menggambarkan dua kekuatan pasar yang berjalan pada kecepatan berbeda.
Reli harga dalam sepekan terakhir lebih banyak didorong oleh faktor teknikal jangka pendek seperti short squeeze dan sentimen makro dari data tenaga kerja, sementara tren outflow ETF mencerminkan keputusan alokasi modal institusional yang biasanya bersifat lebih strategis dan tidak langsung berbalik arah hanya karena kenaikan harga dalam beberapa hari.
Sejumlah analis pasar memproyeksikan target harga BTC untuk Juli 2026 berada di kisaran $65.600 sebagai skenario dasar, dengan potensi kenaikan lebih lanjut menuju $70.000 apabila arus masuk institusional kembali positif. Namun demikian, perbandingan dengan pola historis pada 2018 dan 2022 juga mengingatkan bahwa fase reli di tengah tren outflow yang besar berisiko diikuti oleh periode konsolidasi atau bahkan koreksi lanjutan begitu momentum jangka pendek mereda.
Level support di kisaran $58.000 hingga $60.000 dipandang sejumlah analis sebagai area krusial yang perlu dipertahankan BTC agar struktur teknikal jangka menengah tetap solid. Selama level tersebut tidak tertembus, peluang penguatan lanjutan menuju kisaran $65.000 dalam beberapa pekan ke depan masih terbuka, meski tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.
Baca juga: “Analisa Harga Bitcoin Juli 2026: 3 Skenario Harga BTC di Tengah ETF Terburuk“
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.