Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) ambruk 2,25% dalam 24 jam terakhir ke level $62.136 pada Kamis, 9 Juli 2026 pagi WIB. Pelemahan ini menyusul eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran yang membuat pasar aset berisiko, termasuk kripto, kembali diguyur aksi jual besar-besaran sejak awal pekan.
Berdasarkan data pasar, Bitcoin turun ke kisaran $62.136 setelah sepekan sebelumnya justru mencatat kenaikan 4,04%. Kapitalisasi pasar Bitcoin ikut menyusut menjadi sekitar $1,24 triliun, sementara rata-rata pelemahan aset kripto secara keseluruhan tercatat mendekati 2% dalam sehari.

Pemicu utama koreksi ini adalah keputusan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan gencatan senjata sementara dengan Iran resmi berakhir. Militer AS kembali melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas yang diklaim terkait program militer Iran, khususnya di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia.
Investor global merespons dengan memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar AS, sementara harga minyak dunia melonjak akibat kekhawatiran gangguan pasokan. Pola ini membuat Bitcoin, yang selama beberapa tahun terakhir kian terkorelasi dengan pergerakan aset berisiko di pasar saham, ikut terseret turun.
Ketegangan tidak berhenti pada serangan AS. Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan puluhan fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah sebagai balasan. Iran juga dilaporkan melancarkan serangkaian serangan ke wilayah yang berdekatan dengan Kuwait dan Bahrain, memperluas eskalasi konflik ke negara-negara tetangga.
Situasi ini membuat pelaku pasar was-was terhadap potensi gangguan distribusi minyak dari Timur Tengah, kawasan yang memasok sebagian besar kebutuhan energi global. Kenaikan harga minyak biasanya diikuti oleh penguatan dolar AS dan pelemahan aset berisiko, sebuah pola klasik yang kembali terlihat pada pekan ini.
Baca juga: “Harga Bitcoin Tertahan di $76.000 Hari Ini: Efek Ketegangan Antara AS dan Iran?“
Koreksi Bitcoin turut menyeret aset kripto besar lainnya. Ethereum (ETH) tercatat melemah sekitar 1,64%, sedangkan Solana (SOL) turun lebih dalam hingga 2,41% dalam periode yang sama. Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan jual tidak hanya terkonsentrasi pada Bitcoin, melainkan menyebar ke seluruh pasar kripto.

Yang menarik perhatian analis adalah data arus keluar stablecoin yang mencapai sekitar $7,7 miliar selama periode ketegangan geopolitik ini berlangsung. Angka tersebut mengindikasikan sebagian investor tidak sekadar berpindah dari aset volatil ke stablecoin, tetapi benar-benar menarik dana keluar dari ekosistem kripto secara keseluruhan menuju instrumen tradisional.
Baca juga: “Pasar Kripto Anjlok, Ketegangan Geopolitik AS-Iran Meningkat!“
Meski harga anjlok, indeks Fear and Greed kripto per 8 Juli 2026 masih berada di level 45 atau kategori netral, belum jatuh ke zona ketakutan ekstrem seperti pada beberapa koreksi besar sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan sebagian pelaku pasar masih menahan diri untuk panic selling dan menunggu perkembangan konflik lebih lanjut.
Pola historis menunjukkan Bitcoin cenderung merespons cepat setiap kali muncul kabar eskalasi militer di Timur Tengah, namun pelemahan akibat sentimen geopolitik umumnya bersifat sementara selama tidak diikuti oleh perubahan fundamental jangka panjang seperti kebijakan suku bunga atau regulasi. Kecepatan reaksi pasar kripto terhadap berita geopolitik kali ini juga menegaskan bahwa Bitcoin masih diperlakukan investor sebagai aset berisiko dalam jangka pendek, bukan sebagai aset lindung nilai instan seperti emas.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.