Jakarta, Pintu News – Parlemen Uni Eropa kembali memicu kontroversi dengan menghidupkan kembali rencana Chat Control, sebuah kebijakan yang memungkinkan pemindaian pesan pribadi secara massal. Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum (ETH), secara terbuka memperingatkan bahwa langkah ini dapat mengancam keamanan siber global, terutama bagi komunitas kripto dan pengguna teknologi blockchain.
Keputusan ini muncul setelah anggota parlemen Eropa memilih untuk mempercepat proses pengambilan keputusan terkait aturan pemindaian pesan tersebut. Jika disetujui, kebijakan ini berpotensi melemahkan fondasi enkripsi yang selama ini menjadi benteng utama perlindungan data digital.
Pada Selasa lalu, anggota Parlemen Uni Eropa (MEP) menyetujui langkah prosedural untuk membuka kembali pembahasan terkait aturan pemindaian pesan pribadi. Sebanyak 331 suara mendukung, 304 menolak, dan 11 abstain, sehingga membuka jalan bagi pemungutan suara substantif pada hari Kamis.
Proses ini menuai kritik karena dianggap sebagai upaya menghidupkan kembali proposal yang sebelumnya telah ditolak oleh parlemen. Beberapa anggota parlemen bahkan menilai langkah ini sebagai penyalahgunaan prosedur yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Uni Eropa. Aturan privasi Uni Eropa selama ini melarang perusahaan membaca pesan pribadi pengguna.
Namun, pengecualian sempat diberikan kepada platform seperti Meta dan Google untuk memindai pesan demi mendeteksi materi pelecehan seksual anak (CSAM). Pengecualian tersebut telah berakhir pada April lalu setelah parlemen menolak perpanjangan aturan pada Maret. Kini, jika pemungutan suara Kamis gagal menghentikan proposal, aturan pemindaian pesan akan kembali diberlakukan secara luas di seluruh Uni Eropa.
Vitalik Buterin menegaskan bahwa pemindaian pesan secara massal akan melemahkan keamanan siber, tidak hanya bagi pengguna biasa, tetapi juga bagi ekosistem kripto seperti Ethereum (ETH), Bitcoin (BTC), dan Ripple (XRP). Menurutnya, pengawasan massal akan mengikis kekuatan enkripsi yang menjadi dasar utama keamanan pesan dan transaksi blockchain.
Jika penyedia layanan dipaksa untuk melewati enkripsi end-to-end, maka potensi kebocoran data dan serangan siber akan meningkat drastis. Hal ini juga membuka peluang bagi peretas untuk membobol basis data yang berisi informasi sensitif pengguna. Buterin juga menyoroti bahwa sistem Web3 dan dompet kripto non-kustodian sangat bergantung pada enkripsi yang kuat untuk melindungi aset dan data pengguna.
Rencana regulasi permanen yang mewajibkan bypass enkripsi akan berdampak langsung pada keamanan seluruh ekosistem blockchain. Selain itu, Buterin baru-baru ini memperkenalkan roadmap Lean Ethereum yang menekankan pentingnya kriptografi tahan kuantum, yang justru akan terancam jika standar enkripsi dilemahkan. Kekhawatiran ini semakin memperkuat perdebatan tentang privasi dan hak digital di era Web3.
Banyak pihak meragukan apakah pemindaian pesan secara indiscriminatif sesuai dengan Piagam Hak Asasi Uni Eropa. Isu serupa juga muncul dalam rencana verifikasi usia VPN yang baru-baru ini dikritik oleh para pegiat privasi digital. Negosiator parlemen lebih memilih pendekatan deteksi terarah terhadap tersangka, bukan pemindaian massal terhadap seluruh pengguna.
Pendekatan ini dinilai sebagai perubahan paradigma dalam perlindungan anak secara online, yang lebih menghormati hak privasi individu. Di sisi lain, pendukung Chat Control menegaskan bahwa kebijakan ini sangat penting untuk melindungi anak-anak dari kejahatan seksual di dunia maya. Perdebatan serupa juga terjadi di Amerika Serikat terkait pengawasan Central Bank Digital Currency (CBDC), di mana argumen keamanan sering kali mengalahkan kekhawatiran privasi.
Namun, pertanyaan tentang perlindungan privasi tidak hanya berdampak pada pengguna, tetapi juga pada para pengembang teknologi, termasuk mereka yang terlibat dalam proyek kecerdasan buatan dan blockchain. Hasil pemungutan suara Kamis akan menjadi penentu apakah Uni Eropa akan kembali memberlakukan pemindaian pesan, atau justru memperkuat posisi privasi dan keamanan digital.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.