Jakarta, Pintu News – Meta kembali membuat gebrakan besar di dunia kecerdasan buatan dengan meluncurkan Muse Spark 1.1 pada 9 Juli lalu. Model AI berbayar pertama dari Meta ini langsung mencuri perhatian karena menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan para pesaing utamanya, yaitu Claude dari Anthropic dan ChatGPT dari OpenAI.
Langkah ini menandai perubahan strategi Meta yang sebelumnya dikenal dengan model open-source Llama, kini beralih ke model berbayar dengan target pasar pengembang dan pelaku industri teknologi. Apakah Muse Spark 1.1 benar-benar mampu menyaingi dan bahkan menggeser posisi Claude dan ChatGPT yang selama ini mendominasi pasar AI?
Meta menetapkan harga Muse Spark 1.1 pada $1,25 per satu juta input token dan $4,25 per satu juta output token, jauh di bawah harga yang ditawarkan oleh para pesaingnya. Sebagai perbandingan, Sonnet 5 dari Anthropic mematok harga $2 untuk input dan $10 untuk output, sedangkan Opus 4.8 dan GPT-5.5 bahkan mematok harga hingga $5 untuk input dan $25 hingga $30 untuk output.
Dengan selisih harga yang sangat signifikan, Meta jelas menargetkan para pengguna dengan volume pekerjaan tinggi yang selama ini terbebani biaya mahal dari model AI lain. Bagi pengembang yang menjalankan tugas dalam skala besar, penghematan biaya yang ditawarkan Muse Spark 1.1 bisa mencapai lebih dari dua pertiga dibandingkan dengan GPT-5.5 hanya untuk output saja.
Selain itu, Meta memberikan kredit gratis sebesar $20 untuk akun baru sebelum mulai dikenakan biaya, sehingga semakin menarik minat para pengguna baru. Setelah masa promosi Sonnet 5 berakhir pada 31 Agustus, Muse Spark 1.1 tetap menjadi pilihan termurah di pasar, baik untuk input maupun output token. Strategi harga ini dinilai sangat agresif dan berpotensi mengubah peta persaingan AI global.
Selama bertahun-tahun, Meta dikenal sebagai pelopor model AI open-source melalui Llama yang dapat diakses secara gratis oleh publik. Namun, dengan hadirnya Muse Spark 1.1, Meta untuk pertama kalinya menerapkan model bisnis berbayar untuk akses API AI mereka. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap persaingan ketat dengan OpenAI dan Anthropic yang telah lebih dulu menguasai pasar AI komersial.
Meta juga meluncurkan Meta Model API yang memungkinkan pengembang mengakses Muse Spark 1.1 melalui public preview, meski saat ini masih terbatas untuk pengembang di Amerika Serikat dan harus melalui sistem waitlist.
Dengan demikian, Meta tampak serius membangun ekosistem baru yang lebih eksklusif dan terkontrol, berbeda dengan pendekatan terbuka yang selama ini menjadi ciri khas mereka. Transformasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Meta dalam persaingan teknologi AI global.
Berdasarkan laporan dari sejumlah pengembang yang telah mencoba Muse Spark 1.1, performa model ini diklaim mampu menyaingi GPT-5.5 dan Claude Opus 4.8 dalam berbagai benchmark agentic. Namun, hingga saat ini, Meta belum merilis hasil uji independen yang membandingkan secara langsung dengan kedua rival utamanya tersebut.
Hal ini membuat banyak pihak masih menunggu bukti nyata apakah Muse Spark 1.1 benar-benar bisa diandalkan untuk tugas-tugas coding dan pengembangan AI di dunia nyata. Akses yang masih terbatas, hanya untuk pengembang di Amerika Serikat dan belum tersedia di marketplace pihak ketiga seperti OpenRouter, menjadi tantangan tersendiri bagi adopsi Muse Spark 1.1 secara global.
Meski demikian, harga yang jauh lebih murah berpotensi menarik minat banyak pengembang untuk mencoba dan beralih ke model AI dari Meta. Jika performa Muse Spark 1.1 terbukti konsisten dan mampu memenuhi kebutuhan industri, bukan tidak mungkin posisi Claude dan ChatGPT akan mulai tergeser dalam waktu dekat.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.