Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) memulai perdagangan 13 Juli 2026 di kisaran US$64.000, melanjutkan tren pemulihan yang mulai terlihat sejak awal bulan. Setelah sempat tertekan ke area US$58.000 pada akhir Juni, harga BTC berangsur naik dan kini membukukan penguatan sekitar 2% dalam basis mingguan. Momentum ini muncul di tengah perbaikan arus dana masuk ke produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat serta sinyal akumulasi dari pemegang jangka panjang.
Berdasarkan data pasar terkini, Bitcoin diperdagangkan pada kisaran US$63.700 hingga US$64.200 dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar BTC bertahan di atas US$1,2 triliun, tetap menjadikannya aset kripto dengan valuasi terbesar dibandingkan aset digital lain. Fluktuasi harian masih terjadi, namun rentang pergerakan cenderung menyempit dibandingkan volatilitas tajam yang terlihat pada pertengahan akhir Juni lalu.

Zona US$63.000 kini menjadi level yang diawasi pelaku pasar sebagai support jangka pendek. Selama harga bertahan di atas level tersebut, ruang untuk menguji kembali US$65.000 hingga US$66.000 dinilai masih terbuka. Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas US$63.000 berpotensi membuka jalan koreksi menuju kisaran US$59.000 hingga US$61.000.
Sepekan terakhir menjadi periode yang cukup dinamis bagi Bitcoin. Setelah sempat anjlok akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah pada awal pekan, harga BTC berangsur pulih seiring meredanya kepanikan pasar. Dibandingkan level penutupan pekan lalu, harga saat ini mencatatkan kenaikan bersih sekitar 2%, meski perjalanannya diwarnai naik turun tajam dalam rentang harian.
Baca juga: “Harga Bitcoin (BTC) 9 Juli 2026: Ambruk 2,25% ke $62.136 usai AS Gempur Iran“
Pola pemulihan ini sejalan dengan karakter historis Bitcoin di bulan Juli, yang secara musiman kerap mencatatkan kinerja positif dibandingkan bulan-bulan lain sepanjang tahun. Meski begitu, analis tetap mengingatkan bahwa sentimen pasar masih rentan berbalik arah bila muncul kejutan dari data makroekonomi atau kebijakan bank sentral.
Salah satu faktor pendukung pemulihan harga adalah membaiknya arus dana pada produk ETF Bitcoin spot di AS. Setelah mengalami rentetan arus keluar selama sekitar sepuluh hari beruntun dengan total lebih dari US$2,7 miliar, ETF Bitcoin mulai mencatatkan inflow bersih dalam beberapa sesi terakhir, dengan akumulasi mencapai sekitar US$510 juta dalam tiga hari perdagangan.
Pergeseran arah arus dana ini penting karena aliran ETF disebut ikut memengaruhi porsi signifikan dari pergerakan harga BTC secara mingguan. Ketika inflow mendominasi, tekanan beli institusional cenderung membantu harga bertahan di level yang lebih tinggi, sementara periode outflow panjang pada Juni lalu sempat menjadi salah satu pemberat utama harga Bitcoin.
Baca juga: “Harga Bitcoin Hari Ini 7 Juli 2026: BTC Naik 7%, ETF Outflow Rekor“
Di luar data ETF, indikator on-chain turut menunjukkan pola menarik. Data on-chain menunjukkan pemegang Bitcoin jangka panjang mulai kembali mengakumulasi koin pada awal Juli, bahkan di saat arus ETF masih negatif. Fenomena ini mengindikasikan adanya pembeli yang lebih sabar dan tidak terlalu terpengaruh sentimen jangka pendek institusional.
Divergensi antara perilaku investor institusional lewat ETF dan pemegang jangka panjang di on-chain ini sering dibaca sebagai tanda transisi pasar, dari fase distribusi menuju fase akumulasi. Namun, konfirmasi arah tren biasanya baru terlihat jelas setelah beberapa pekan data tambahan tersedia.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.