Jakarta, Pintu News β Harga Bitcoin (BTC) kembali tertekan pada perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. Setelah sempat menguat ke kisaran US$64.000 sepekan terakhir, BTC balik arah dan anjlok ke level US$62.300, tertekan oleh lonjakan tajam harga minyak dunia yang dipicu memanasnya kembali konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Berdasarkan data CoinGecko, harga Bitcoin pada Selasa pagi WIB diperdagangkan di kisaran US$62.300 hingga US$62.500, turun sekitar 2,5 hingga 3 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam basis mingguan, BTC masih tercatat melemah tipis di kisaran 2,5 persen meski sempat menyentuh level US$64.000 pada 13 Juli 2026.
Volume perdagangan BTC dalam 24 jam terakhir tercatat sekitar US$26,9 miliar, sementara kapitalisasi pasar Bitcoin berada di kisaran US$1,24 triliun hingga US$1,25 triliun. Penurunan ini mengembalikan sebagian rebound yang sempat terjadi sejak awal Juli, saat sentimen pasar membaik usai Ketua The Federal Reserve Kevin Warsh menyampaikan pandangan bahwa risiko inflasi AS mulai mereda.
Koreksi hari ini membuat BTC kembali menjauh dari level psikologis US$64.000 yang sempat dicapai hanya sehari sebelumnya, menandakan bahwa sentimen pasar kripto masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik global.
Tekanan pada Bitcoin hari ini datang dari lonjakan harga minyak mentah dunia yang melesat lebih dari 9 persen ke level tertinggi dalam sebulan terakhir. Harga minyak mentah Brent melonjak 7,29 dolar AS atau 9,59 persen menjadi 83,30 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 6,73 dolar AS atau 9,42 persen menjadi 78,14 dolar AS per barel.
Lonjakan ini dipicu oleh langkah AS yang kembali memberlakukan blokade laut di seluruh wilayah pesisir Iran, sebuah kebijakan yang memicu kekhawatiran besar terhadap kelancaran pasokan energi global melalui Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak tersibuk di dunia.

Baca juga: βHarga Bitcoin (BTC) 9 Juli 2026: Ambruk 2,25% ke $62.136 usai AS Gempur Iranβ
Eskalasi konflik AS-Iran bukan kali pertama menekan harga Bitcoin sepanjang Juli 2026. Sebelumnya pada 9 Juli 2026, BTC juga sempat ambruk ke kisaran US$62.100 usai serangan militer AS terhadap Iran memicu kepanikan pasar. Pola serupa kembali terulang hari ini, menegaskan bahwa risiko geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu variabel utama yang menggerakkan harga aset kripto dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan harga minyak yang tajam umumnya menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi di pasar global. Ketika ekspektasi inflasi meningkat, investor cenderung menahan diri dari aset yang dianggap berisiko dan tidak menghasilkan imbal hasil tetap, termasuk Bitcoin dan aset kripto lain, sehingga tekanan jual pun meningkat dalam waktu singkat.
Baca juga: βHarga Bitcoin 13 Juli 2026: BTC ke US$64.000, Reli Mingguan 2%β
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
Β© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.