Harga XRP Hari Ini 15 Juli 2026: Turun ke US$1,13, Whale Akumulasi

Updated
July 15, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Harga XRP hari ini, Rabu (15/7/2026), tercatat di kisaran US$1,13 setelah terkoreksi 2,4 persen dalam 24 jam terakhir, menurut data CoinGecko. Pelemahan ini terjadi meski sejumlah katalis fundamental, mulai dari progres regulasi hingga akumulasi whale dalam jumlah besar, masih menopang optimisme jangka menengah terhadap aset kripto yang dikembangkan Ripple Labs tersebut.

Harga XRP Hari Ini: Data Terbaru dari Pasar

Berdasarkan data CoinGecko, XRP diperdagangkan di level US$1,13 dengan volume transaksi 24 jam mencapai sekitar US$1,46 miliar, menempatkan XRP di peringkat keenam aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar. Sementara itu, CoinMarketCap mencatat harga sedikit berbeda di kisaran US$1,11, sedangkan Investing.com melaporkan level US$1,10. Perbedaan tipis ini lumrah terjadi karena setiap platform menggunakan metode agregasi harga rata-rata tertimbang volume yang berbeda dari berbagai bursa.

Koreksi harga hari ini melanjutkan pergerakan volatil yang sudah terlihat sejak awal pekan. Pada 13 Juli 2026, XRP sempat melemah ke level US$1,09 di tengah sentimen bearish akibat kekhawatiran arah suku bunga The Fed serta ketegangan geopolitik yang turut menekan Bitcoin ke kisaran US$62.000. Dengan demikian, level US$1,13 hari ini justru menunjukkan pemulihan tipis dibandingkan posisi dua hari lalu, meski masih tertekan dalam basis 24 jam.

Baca juga: “Harga XRP Hari Ini 13 Juli 2026: US$1,09 di Tengah Sentimen Bearish

Akumulasi Whale XRP Sentuh Level Tertinggi Sejak 2018

Di tengah koreksi harga, aktivitas whale atau pemegang dompet besar XRP justru menunjukkan arah berlawanan. Data on-chain menunjukkan dompet dengan kepemilikan di atas 10 juta XRP kini mengendalikan sekitar 45,83 miliar token, atau setara 68,5 persen dari total pasokan yang beredar. Konsentrasi kepemilikan whale ini menjadi yang tertinggi sejak Mei 2018.

Peningkatan aktivitas whale tersebut juga diiringi dengan arus keluar token dari bursa menuju dompet penyimpanan pribadi atau cold storage, yang secara historis kerap ditafsirkan sebagai sinyal akumulasi jangka panjang, alih-alih persiapan untuk aksi jual dalam waktu dekat. Sementara itu, aktivitas trader ritel justru relatif tertahan, sehingga pergerakan pasar XRP saat ini lebih banyak didorong oleh pemain besar.

Grafik candlestick harga aset crypto pada layar monitor trading
Ilustrasi grafik pergerakan harga aset crypto. Sumber: AlphaTradeZone via Pexels / Pexels License

RUU CLARITY Act Jadi Katalis Regulasi Utama

Selain data on-chain, perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan RUU CLARITY Act di Amerika Serikat. Regulasi ini berpotensi mengukuhkan status XRP sebagai komoditas secara permanen, sehingga dapat mengurangi ketidakpastian hukum yang selama ini membayangi aset tersebut. RUU ini sebelumnya telah disetujui DPR AS dengan hasil voting 294 berbanding 134, dan lolos dari Komite Perbankan Senat dengan skor 15 berbanding 9.

Draf rekonsiliasi RUU ini dikabarkan mulai beredar pada pekan 13 Juli 2026, sehingga banyak pelaku pasar memilih menunggu kejelasan arah regulasi sebelum mengambil posisi besar. Ketidakpastian jangka pendek inilah yang turut menjelaskan mengapa harga XRP masih terjebak dalam rentang sempit, antara level psikologis US$1,00 sebagai support dan resistance di sekitar US$1,20.

Arus Dana ETF Spot dan Sentimen Sosial

Dari sisi arus dana institusional, ETF spot XRP di Amerika Serikat mencatat inflow sebesar US$62 juta sepanjang Juni 2026, sehingga total inflow kumulatif mencapai sekitar US$1,48 miliar sejak diluncurkan. Namun, pekan lalu ETF spot ini justru mencatat outflow mingguan pertama setelah mencetak inflow selama sembilan pekan berturut-turut, mengindikasikan investor institusional mulai bersikap lebih hati-hati dalam jangka pendek.

Ilustrasi tangan dengan jam tangan bertema teknologi blockchain dan aset crypto
Ilustrasi teknologi blockchain dan aset digital. Sumber: WorldSpectrum via Pixabay / Pixabay Content License

Di sisi lain, sentimen di media sosial justru menunjukkan arah yang lebih positif. Rasio komentar positif terhadap negatif tercatat sekitar 3,7 berbanding 1, level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Kondisi pasar kripto secara keseluruhan turut memengaruhi pergerakan XRP, terutama setelah Bitcoin sempat tertekan ke kisaran US$62.000 akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko untuk sementara waktu.

Baca juga: “Deretan Kerja Sama dan Ekspansi Terbesar Ripple (XRP) di Semester Pertama 2026

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.