Jakarta, Pintu News – Dalam waktu kurang dari dua minggu, Robinhood Markets (HOOD) mendadak menjadi pusat perhatian di Wall Street. Empat bank besar, yakni Morgan Stanley, Bank of America, Mizuho, dan Compass Point, kompak menaikkan target harga saham Robinhood secara bersamaan.
Kenaikan target harga ini terjadi menjelang laporan keuangan kuartal kedua yang dijadwalkan pada 29 Juli mendatang. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apa yang sebenarnya dilihat para analis dari Robinhood hingga begitu optimis?
Salah satu faktor utama yang mendorong optimisme para analis adalah peluncuran Robinhood Chain pada 1 Juli lalu. Hanya dalam waktu 13 hari, jaringan blockchain ini berhasil melampaui Ethereum (ETH) dalam volume transaksi harian di bursa terdesentralisasi (DEX), dan menempati posisi ketiga secara global menurut data DefiLlama.

Volume harian melonjak drastis dari $0,4 juta pada hari pertama menjadi $868,8 juta pada 12 Juli, atau naik 6.752% dalam waktu seminggu. Pencapaian ini menempatkan Robinhood Chain setara dengan 72% volume harian Solana (SOL), yang selama ini menjadi pemimpin aktivitas DEX. Tak hanya volume, jumlah pengguna juga meningkat pesat.
Dalam tujuh hari pertama, tercatat lebih dari 65.000 pengguna yang memegang sekitar $13 juta dalam bentuk saham ter-tokenisasi dan $300 juta dalam stablecoin di jaringan tersebut. Aktivitas ini masih didominasi oleh token spekulatif seperti Cash Cat, yang mencatat volume $299 juta. Namun, analis dari Bernstein menilai adopsi awal yang kuat ini menandakan konvergensi antara aset dunia nyata yang ditokenisasi dengan ekosistem DeFi yang lebih luas.
Selain blockchain, Robinhood juga mencuri perhatian lewat peluncuran akun trading berbasis AI atau agentic trading. Sejak diluncurkan pada 27 Mei, lebih dari 70.000 akun agentic telah dibuka, dan Robinhood memastikan AI agent akan segera bisa melakukan trading kripto untuk pelanggan di Amerika Serikat. Inovasi ini bahkan menarik perhatian regulator, di mana Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat tengah meminta klarifikasi terkait potensi risiko volatilitas yang bisa ditimbulkan oleh AI agent.

Tak kalah menarik, Robinhood juga tengah menguji pasar untuk penawaran obligasi senilai minimal $400 juta yang didukung tagihan kartu kredit milik nasabahnya. Penjualan ini bisa mencapai $500 juta dan menjadi yang pertama bagi Robinhood, menandakan bisnis kartu kredit mereka kini cukup besar untuk menjadi sumber pendapatan baru.
Sejak meluncurkan kartu platinum seharga $695 pada Maret lalu, Robinhood semakin serius menantang dominasi American Express di segmen kartu premium. Barclays dan Wells Fargo dipercaya sebagai penjamin emisi dalam penawaran obligasi ini.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.