Inflasi AS Turun Tajam, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) Malah Melonjak?

Updated
July 15, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Penurunan inflasi Amerika Serikat yang lebih tajam dari perkiraan pada 14 Juli 2026 langsung memicu euforia di pasar aset berisiko, terutama kripto. Bitcoin (BTC) berhasil menembus kembali level $63.000 dan terus menguat mendekati $64.000 dalam waktu singkat.

Data terbaru dari Bureau of Labor Statistics menunjukkan bahwa tekanan harga mulai mereda, memberikan angin segar bagi investor yang selama ini waspada terhadap kebijakan moneter ketat. Lonjakan harga ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar yang menantikan momentum bullish di semester kedua tahun ini.

Data CPI AS: Inflasi Melandai, Tekanan Harga Mulai Reda

Laporan resmi menunjukkan bahwa Consumer Price Index (CPI) untuk bulan Juni 2026 hanya naik 3,5% secara tahunan, jauh di bawah ekspektasi konsensus sebesar 3,8%. Sementara itu, Core CPI yang tidak memasukkan harga makanan dan energi, tercatat naik 2,6% YoY, lebih rendah dari perkiraan 2,8–2,9%.

Bahkan, harga-harga secara keseluruhan turun 0,4% dibanding bulan sebelumnya, menandai penurunan bulanan pertama sejak 2020. Penurunan ini didorong oleh harga energi yang lebih rendah dan perlambatan pada sektor jasa transportasi, komunikasi, serta akomodasi. Data ini menjadi bukti nyata bahwa tekanan inflasi mulai mereda setelah sempat memuncak pada bulan Mei dengan headline CPI sebesar 4,2%.

Core CPI yang stagnan di 0,0% secara bulanan juga menandakan bahwa momentum kenaikan harga mulai kehilangan tenaga. Menurut analisis UBS, beberapa kategori harga memang cenderung volatil, namun secara keseluruhan tren inflasi kini bergerak ke arah yang lebih stabil. Hal ini memberikan ruang bagi bank sentral untuk menahan diri dari pengetatan moneter lebih lanjut, sehingga mendukung likuiditas di pasar.

Respons The Fed: Kevin Warsh Tegaskan Sikap Hati-hati

Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menegaskan di hadapan Kongres bahwa bank sentral tetap waspada terhadap risiko inflasi yang tinggi. Ia menekankan bahwa kebijakan moneter tetap menjadi penentu utama dalam mengendalikan inflasi jangka panjang. Warsh juga menyampaikan bahwa kondisi pasar tenaga kerja masih stabil, sehingga belum ada urgensi untuk mengubah arah kebijakan secara drastis.

Target suku bunga acuan tetap dipertahankan di kisaran 3,50–3,75%, sejalan dengan fokus The Fed untuk menjaga stabilitas harga. Pernyataan Warsh ini memperkuat komitmen The Fed dalam mengembalikan inflasi ke target 2% setelah lonjakan harga tertinggi dalam empat dekade terakhir.

Namun, data CPI terbaru menjadi bukti paling jelas bahwa tren disinflasi mulai kembali menguat di tahun 2026. Investor kini menantikan hasil rapat FOMC bulan Juli dan data inflasi berikutnya untuk memastikan tren ini berlanjut. Jika inflasi terus melandai, peluang pelonggaran kebijakan moneter akan semakin terbuka dan mendukung aset berisiko seperti kripto.

Efek Langsung ke Pasar Kripto: Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) Menguat Tajam

Reaksi pasar kripto terhadap data inflasi yang mengejutkan sangat cepat dan signifikan. Bitcoin (BTC) langsung melonjak 2,24% hanya dalam 1,5 jam, menambah kapitalisasi pasar sebesar $28 miliar. Ethereum (ETH) bahkan naik lebih tinggi, yakni 4,88%, dengan tambahan kapitalisasi pasar sebesar $10,8 miliar.

Dalam waktu singkat, terjadi likuidasi posisi short senilai $134 juta, menandakan banyak trader yang salah posisi akibat pergerakan harga yang agresif. Kenaikan harga ini juga didorong oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang biasanya menjadi sinyal positif bagi aset berisiko.

Dengan tekanan inflasi yang mulai mereda, investor semakin percaya diri untuk kembali masuk ke pasar kripto. Selain Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), beberapa token utama lain seperti Solana (SOL), Ripple (XRP), dan Dogecoin (DOGE) juga mencatatkan kenaikan signifikan. Momentum ini diprediksi akan berlanjut jika data inflasi berikutnya tetap menunjukkan tren penurunan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.