Harga Bitcoin (BTC) Melejit ke $64.000, Tapi Glassnode Ungkap Sinyal Lemah di Balik Reli?

Updated
July 15, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Pasar kripto kembali menjadi sorotan setelah Bitcoin (BTC) sempat melonjak ke kisaran $64.000 sebelum akhirnya turun ke $62.000. Namun, di balik lonjakan harga ini, firma analitik blockchain ternama, Glassnode, mengingatkan bahwa reli yang terjadi belum didukung oleh permintaan yang kuat.

Meskipun minat institusi mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, data on-chain mengindikasikan bahwa pasar masih bergerak dengan hati-hati dan belum sepenuhnya yakin dengan tren kenaikan saat ini. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai analisis Glassnode, perilaku trader ritel, pergerakan altcoin, serta faktor-faktor yang dapat memengaruhi arah pasar dalam waktu dekat.

Reli Bitcoin (BTC) Diduga Hanya Ditopang Likuiditas Tipis

Glassnode menyoroti bahwa lonjakan harga Bitcoin (BTC) baru-baru ini lebih banyak didorong oleh likuiditas yang tipis, bukan oleh gelombang pembelian besar-besaran. Beberapa indikator on-chain menunjukkan bahwa aktivitas di jaringan masih tergolong rendah, sehingga reli ini belum mencerminkan keyakinan pasar secara luas.

Meskipun ada tanda-tanda kembalinya minat institusi, volume perdagangan di pasar spot tetap lemah dan aktivitas derivatif pun masih cenderung defensif. Hal ini menandakan bahwa kenaikan harga belum didukung oleh partisipasi luas dari berbagai pelaku pasar. Selain itu, Glassnode menyimpulkan bahwa pergerakan harga Bitcoin (BTC) saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh pelaku pasar besar yang memanfaatkan likuiditas rendah untuk mendorong harga.

Kondisi ini membuat reli yang terjadi terasa rapuh dan rentan terhadap koreksi mendadak. Jika tidak ada peningkatan signifikan dalam volume pembelian, maka harga Bitcoin (BTC) berpotensi kembali tertekan dalam waktu dekat. Oleh karena itu, pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas tinggi.

Trader Ritel Masih Bersikap Hati-hati di Tengah Volatilitas

Sentimen trader ritel terhadap Bitcoin (BTC) mulai menunjukkan tanda-tanda kehati-hatian, terutama setelah harga gagal bertahan di atas level $63.000. Penurunan harga ini juga berdampak pada pasar kripto secara keseluruhan, di mana kapitalisasi pasar turun sekitar 1,1% menjadi $2,24 triliun. Dalam 24 jam terakhir, lebih dari $250 juta posisi leverage di pasar kripto terlikuidasi, dengan hampir $200 juta di antaranya berasal dari posisi long.

Data ini mengindikasikan bahwa banyak trader yang masih belum yakin dengan arah pasar dan memilih untuk mengurangi eksposur risiko. Di sisi lain, open interest pada kontrak futures Bitcoin (BTC) hanya turun tipis dari $31,4 miliar menjadi $31,3 miliar, menandakan bahwa sebagian besar trader masih mempertahankan posisi mereka meski tanpa keyakinan kuat.

Sementara itu, open interest pada opsi naik tipis ke $28,1 miliar, namun masih berada di bawah rata-rata historisnya. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar derivatif juga bergerak dengan penuh kehati-hatian. Jika tidak ada katalis positif yang signifikan, kemungkinan besar pasar akan tetap bergerak sideways dalam waktu dekat.

Performa Altcoin Campur Aduk, Ethereum (ETH) Masih Punya Peluang

Sementara Bitcoin (BTC) mengalami volatilitas tinggi, altcoin utama menunjukkan performa yang beragam selama penurunan pasar. Ethereum (ETH), misalnya, menurut analis kripto Ted Pillow, masih memiliki peluang untuk naik ke $2.000 asalkan mampu bertahan di atas level $1.750. Kondisi ini memberikan harapan bagi investor altcoin bahwa potensi kenaikan masih terbuka, meskipun pasar secara umum sedang mengalami tekanan.

Namun, altcoin lain seperti Ripple (XRP), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) juga mengalami fluktuasi harga yang cukup tajam. Di tengah ketidakpastian pasar, beberapa altcoin justru menunjukkan ketahanan yang cukup baik, sementara yang lain mengalami koreksi lebih dalam.

Hal ini menandakan bahwa investor mulai selektif dalam memilih aset kripto yang dianggap memiliki fundamental kuat. Jika Bitcoin (BTC) kembali stabil, bukan tidak mungkin altcoin akan mengikuti tren positif. Namun, jika tekanan jual berlanjut, altcoin berisiko mengalami penurunan lebih lanjut.

Faktor Eksternal dan Akumulasi Whale Bisa Jadi Penentu Arah Pasar

Glassnode menegaskan bahwa beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah aktivitas pembelian akan meningkat dan mampu menopang reli harga Bitcoin (BTC). Analis on-chain Ali Martinez menambahkan bahwa akumulasi oleh whale masih berlanjut sejak Juni, dengan skor Accumulation Trend Bitcoin (BTC) tetap mendekati angka 1.

Namun, setelah kehilangan level $63.000, Bitcoin (BTC) berpotensi menguji support di kisaran $61.700 sebelum mencoba bergerak naik kembali. Jika support ini mampu bertahan, peluang rebound akan tetap terbuka. Selain faktor teknikal, data inflasi seperti CPI dan PPI, update akumulasi Bitcoin (BTC) oleh MicroStrategy (MSTR), serta perkembangan regulasi seperti CLARITY Act juga dapat memengaruhi sentimen pasar.

Pelaku pasar diharapkan untuk terus memantau perkembangan eksternal yang dapat menjadi katalis pergerakan harga. Dengan banyaknya faktor yang memengaruhi, volatilitas tinggi masih akan menjadi ciri khas pasar kripto dalam waktu dekat. Oleh karena itu, strategi manajemen risiko menjadi sangat penting bagi para investor dan trader.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.