7 Cara Menghitung Harga Wajar Saham Secara Mudah!

Updated
January 26, 2023
‚ÄĘ Waktu baca 4 Menit
Gambar 7 Cara Menghitung Harga Wajar Saham Secara Mudah!
Reading Time: 4 minutes

Cara menghitung harga wajar saham sangat penting bagi investor. Untuk bisa menghitung harga wajar saham, perlu dilakukan analisis terlebih dahulu. Hal ini sangat penting agar seorang investor tahu apakah sebuah emiten tersebut terlalu murah (undervalued) atau justru terlalu mahal (overvalued). Harga wajar saham adalah harga saham pada titik tertentu yang dianggap setara dengan fundamental perusahaan. Berikut merupakan 7 cara menghitung harga wajar saham secara mudah.

Earning per Share (EPS)

rumus harga wajar saham

Metode pertama yang bisa digunakan adalah earning per share atau EPS. EPS adalah pendapatan bersih yang didapatkan perusahaan selama satu tahun setelah dikurangi dengan dividen saham preferen. Kemudian, hasilnya dibagi dengan jumlah saham yang beredar.

Semakin besar EPS, maka semakin baik nilai sahamnya. Dari hasil yang diperoleh, kamu bisa tahu prospek pendapatan perusahaan di tahun-tahun yang akan datang. Rumus penghitungan EPS adalah:

Earning per share (EPS) = (Laba bersih ‚Äď dividen preferen) / jumlah saham yang beredar di akhir periode

Price to Book Value (PBV)

Cara kedua yang bisa dilakukan untuk menghitung harga wajar saham dengan mudah adalah menggunakan price to book value (PBV). Metode ini adalah perbandingan harga saham dengan nilai buku atau nilai aset yang ada dalam pembukuan perusahaan.

Jika nilai PBV lebih dari 1, maka harga saham emiten dapat dikatakan mahal. Sebaliknya, jika PBV kurang dari 1, harga saham dapat disebut murah. Meskipun demikian, nilai PBV sebaiknya tidak dijadikan patokan tunggal. Bandingkan juga nilai PBV saham perusahaan lain dalam satu industri. Apabila nilainya tidak jauh berbeda, maka harga saham tersebut masih wajar. Rumus PBV yang paling sering digunakan adalah:

Price to book value (PBV) = Harga saham / Nilai buku per lembar saham

Price to Earning Ratio (PER)

Price to earning ratio (PER) merupakan perbandingan antara harga saham dengan laba per saham (earning per share), yang menunjukkan kerelaan investor membayar saham untuk laba yang akan didapatkan per lembarnya.

Rumus PER adalah:

Price to earning ratio (PER) = Harga saham / Earning per share (EPS)

Agar nilai penghitungan yang didapatkan dari PER bisa lebih akurat, bandingkan juga PER dari industri lain yang berada dalam satu sektor yang sama. Misal jika kamu ingin membeli saham perusahaan perbankan, bandingkan juga PER-nya dengan perbankan lain. Tujuannya agar kamu memahami rata-rata harga saham di beberapa perusahaan yang ada dalam satu sektor.

Price Earning to Growth Ratio (PEG)

PEG atau price earning to growth ratio adalah metode yang dapat mengukur harga wajar saham dengan menghitung nilai laba yang dihasilkan per lembar saham dengan memperhitungkan pertumbuhan pendapatan yang diharapkan di masa depan. PEG dianggap dapat memberikan gambaran yang lebih akurat dan lengkap dibandingkan dengan PER.

Semakin rendah PEG, maka semakin murah harga sahamnya karena menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan di masa depan tidak signifikan. Rumus yang bisa dipakai untuk menghitung PEG adalah:

Price earning to growth ratio (PEG) = (Harga saham / EPS) / Pertumbuhan EPS

Baca juga: 5 Perbedaan Laba dan Keuntungan, Sudah Tau?

Return on Equity (ROE)

Cara menghitung harga wajar saham berikutnya adalah dengan menggunakan return on equity (ROE). ROE menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari nilai investasi saham yang dimiliki dan kemampuan mereka dalam mengelola tambahan modal. Jika nilai ROE tinggi, maka hal tersebut menjadi alasan kuat bagi investor untuk membeli sahamnya.

Nilai ROE dapat diketahui dengan menggunakan rumus berikut:

Return on equity (ROE) = Laba bersih setelah dikurang pajak / total ekuitas

Baca juga: Apa Perbedaan ROA, ROI dan ROE?

Debt to Equity Ratio (DER)

Bukan hanya pendapatan, jumlah utang perusahaan juga harus dipertimbangkan saat menghitung harga wajar saham. Kamu bisa menggunakan debt to equity ratio (DER) untuk melihat rasio perbandingan jumlah utang dan modal bersih sebuah perusahaan. Semakin kecil DER, maka semakin kecil pula risiko keuangan perusahaan.

DER dapat dihitung dengan rumus:

Debt to equity ratio (DER) = Total kewajiban (utang) / kekayaan bersih (modal)

Dividend Yield (DY)

cara menghitung harga sebenarnya saham

Harga wajar saham juga bisa dihitung melalui nilai dividen yang dibagikan oleh perusahaan atau yang disebut dengan dividend yield (DY). Nilai dividen per lembar saham yang besar menunjukkan bahwa keuangan perusahaan dalam kondisi yang sehat. Investor cenderung lebih tertarik untuk berinvestasi pada saham yang pembagian nilai dividennya besar.

Rumus untuk menghitung DY adalah:

Dividend yield = Dividen per lembar saham / harga saham

Itu dia beberapa cara menghitung harga wajar saham yang bisa dilakukan dengan mudah. Buat kamu yang ingin investasi saham, pastikan kamu benar-benar sudah melakukan analisis lengkap mengenai kondisi keuangan perusahaan tersebut ya!

Kamu bisa menemukan informasi lain seputar saham dan investasi di Pintu Blog. Selain saham, semakin banyak jenis instrumen investasi di luar sana, salah satunya crypto. Crypto adalah aset digital terdesentralisasi seperti Bitcoin, Ethereum (ETH) dan masih banyak lagi.

Jumlah investor crypto di seluruh dunia sendiri bahkan diproyeksi akan meningkat hingga 320 juta atau mencapai 4,2% dari populasi di seluruh dunia di tahun 2023. Mengapa banyak orang tertarik terhadap aset ini, mulai dari CEO Microstrategy hingga Elon Musk? Bagaimana cara mulai berinvestasi aset ini?

Kamu bisa belajar crypto secara mudah di Pintu Academy dan menyimak berita crypto terbaru melalui News. Pintu adalah aplikasi crypto Indonesia yang telah terdaftar resmi di Bappebti, di mana kamu bisa berinvestasi mulai dari Rp11.000 saja.

Referensi:

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->