Manfaat Kopi dan Jenis-Jenisnya, Bisa Buat Trading dan Investasi?

Updated
June 4, 2023
‚ÄĘ Waktu baca 5 Menit
Gambar Manfaat Kopi dan Jenis-Jenisnya, Bisa Buat Trading dan Investasi?
Reading Time: 5 minutes

Hai, Kamu! Pernahkah Kamu berpikir bahwa secangkir kopi pagi kamu bisa menjadi peluang investasi yang menarik? Ya, kopi, minuman yang telah menemani umat manusia selama berabad-abad, bukan hanya nikmat di lidah, tapi juga bisa jadi ladang uang, lho! Yuk, simak manfaat kopi beserta cara trading kopi selengkapnya dalam artikel berikut!

Apa itu Kopi?

Kopi adalah minuman yang dibuat dari biji kopi yang telah digiling dan diseduh dengan air panas. Biji kopi sendiri berasal dari buah kopi yang tumbuh pada pohon kopi. Pohon kopi berasal dari genus Coffea, yang merupakan bagian dari keluarga Rubiaceae.

Minuman global ini telah ada sejak abad ke-15. Dikisahkan bahwa kopi pertama kali ditemukan oleh seorang gembala kambing di Ethiopia yang melihat kambingnya menjadi lebih energik setelah memakan buah dari pohon tertentu. Buah itu kemudian dikeringkan, digiling, dan diseduh menjadi minuman yang kita kenal sebagai kopi. Sejak itu, kopi telah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi bagian integral dari budaya banyak negara.

Manfaat Kopi: Lebih dari Sekadar Pengganjal Ngantuk

cara trading kopi

Tahukah Kamu bahwa kopi memiliki banyak manfaat kesehatan? Studi menunjukkan bahwa kopi dapat membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, melindungi terhadap diabetes tipe 2, mengendalikan gejala Parkinson, memperlambat perkembangan demensia, melindungi hati, dan bahkan mengurangi risiko melanoma. Jadi, secangkir kopi pagi Kamu bukan hanya tentang rasa dan aroma, tapi juga tentang menjaga kesehatan Kamu.

Kopi telah menjadi komoditas penting di pasar global sejak abad ke-19. Brazil dan Kolombia adalah produsen utama kopi Arabika, sementara Vietnam dan Indonesia mendominasi produksi Robusta. Sejarah harga kopi telah melihat banyak fluktuasi, dengan harga tertinggi sepanjang masa mencapai 339.86 USD/Lbs pada April 1977.

Baca juga: Peluang Investasi Emas, Investasi yang Tepat?

Jenis-Jenis Kopi

Secara umum, jenis kopi yang paling banyak dikenal adalah Arabica dan Robusta. Namun bukan hanya dua jenis tersebut, simak 6 jenis kopi yang ada di pasaran saat ini.

1. Arabika

Arabika adalah jenis kopi yang paling populer dan dihargai karena rasa dan aromanya yang superior. Bijinya berbentuk oval dan sedikit lebih kecil dibandingkan dengan Robusta. Arabika tumbuh di ketinggian yang lebih tinggi, biasanya di atas 600 meter, dan ini memberikan biji waktu yang lebih lama untuk berkembang, yang berkontribusi pada rasa yang lebih kompleks. Arabika biasanya memiliki rasa yang lebih halus dan sedikit asam.

2. Robusta

Robusta adalah jenis kopi yang lebih kuat dan memiliki kafein yang lebih tinggi dibandingkan dengan Arabika. Bijinya lebih bulat dan sedikit lebih besar. Robusta tumbuh di ketinggian yang lebih rendah dan lebih tahan terhadap hama dan penyakit, yang membuatnya lebih mudah untuk ditanam dan dipanen. Robusta memiliki rasa yang lebih kuat dan pahit, dan sering digunakan dalam campuran espresso untuk memberikan ‚Äúcrema‚ÄĚ yang lebih baik (busa di atas espresso).

3. Liberika

Liberika adalah salah satu kopi yang kurang tidak sepopuler Arabika dan Robusta. Aslinya dari Liberia, biji Liberika lebih besar daripada Arabika atau Robusta. Liberika memiliki aroma unik yang sering digambarkan sebagai floral dan buah-buahan, dengan sedikit rasa pahit.

4. Excelsa

Excelsa, yang sebenarnya adalah subspesies dari Liberika, adalah jenis kopi yang jarang dan unik. Excelsa tumbuh di ketinggian yang sama dengan Arabika dan memiliki rasa dan aroma yang sangat berbeda, sering digambarkan sebagai tarty dan fruity. Meskipun Excelsa hanya menyumbang sekitar 7% dari konsumsi kopi dunia, penggemar kopi sering mencari jenis ini untuk variasi rasa.

5. Kopi Luwak

Kopi Luwak adalah jenis kopi yang sangat unik dan mahal. Kopi ini diproduksi dari biji kopi yang telah dimakan dan dikeluarkan oleh hewan yang disebut luwak. Proses ini memberikan rasa yang sangat khas dan membuat Kopi Luwak menjadi salah satu kopi termahal di dunia.

6. Kopi Peaberry

Peaberry bukanlah spesies kopi, tetapi lebih kepada variasi alami dari biji kopi. Biasanya, setiap buah kopi menghasilkan dua biji, tetapi dalam kasus Peaberry, buah hanya menghasilkan satu biji. Dari segi rasa, kopi Peaberry relatif memiliki rasa yang lebih manis dan kuat jika dibandingkan dengan jenis biji lainnya.

Dari enam jenis kopi di atas, dua jenis kopi yang paling umum diperdagangkan di pasar komoditas global adalah Arabika dan Robusta. Arabika adalah jenis kopi yang paling populer dan dihargai karena rasa dan aromanya yang superior. Arabika biasanya lebih mahal dan merupakan jenis kopi yang paling sering ditradingkan. Robusta, di sisi lain, lebih kuat dan memiliki kafein yang lebih tinggi. Meskipun tidak sepopuler Arabika dalam perdagangan, Robusta masih memiliki tempat penting di pasar, terutama karena digunakan dalam banyak campuran kopi dan espresso.

Cara Trading Kopi dan Jenis-Jenisnya

jenis-jenis kopi

Secara umum, trading kopi dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

  1. Trading Saham dan ETF: Kamu bisa membeli dan menjual saham dari perusahaan yang terlibat dalam produksi kopi. Selain itu, Kamu juga bisa melakukan trading exchange-traded funds (ETFs) yang berinvestasi dalam kontrak futures kopi.
  2. Futures dan Opsi: Kamu bisa melakukan trading kontrak futures dan opsi kopi untuk berspekulasi tentang perubahan harga kopi tanpa harus memiliki saham atau dana.
  3. CFDs (Contracts for Difference): CFDs adalah kontrak antara trader dan penjual yang memungkinkan trader untuk berspekulasi tentang perbedaan harga aset tanpa harus memiliki aset tersebut. Kamu bisa menggunakan CFDs untuk kopi untuk mengambil posisi pada arah harga Arabika atau Robusta tanpa harus memiliki saham atau dana.
  4. Scalping: Scalping adalah strategi yang melibatkan pembukaan dan penutupan posisi dalam hitungan menit untuk berspekulasi tentang volatilitas harga.
  5. Day Trading: Konsep day trading kopi mirip dengan scalping, tetapi biasanya melibatkan trader yang memegang posisi terbuka selama beberapa jam bukan menit.
  6. Range-bound Trading: Pasar menjadi range bound ketika mereka memasuki periode stabilitas harga dalam level support dan resistance yang relatif dekat.
  7. Trend Trading: Trend trading, juga dikenal sebagai position trading, mengambil pendekatan jangka panjang.

Selengkapnya mengenai cara scalping dalam trading bisa kamu cek di sini!

Tips Trading dan Investasi Kopi

Dilansir dari The Balance, kopi adalah komoditas yang sangat diperdagangkan, berada di urutan kedua dalam volume moneter. Faktor-faktor seperti cuaca, stabilitas politik, dan permintaan konsumen semua mempengaruhi harga kopi. Oleh karena itu, trading kopi bisa menjadi peluang investasi yang menarik jika kamu tahu cara melakukannya dengan benar.

Trading kopi melibatkan prediksi pasar global yang sangat berharga. Ada beberapa metode yang digunakan oleh trader kopi yang sukses.

1. Mengenal Jenis Kopi

Ada dua jenis utama kopi yang diperdagangkan: Arabika dan Robusta. Arabika biasanya lebih mahal dan memiliki rasa yang lebih halus, sementara Robusta lebih kuat dan memiliki kafein yang lebih tinggi. Mengenal jenis kopi ini penting karena mereka memiliki dinamika pasar yang berbeda.

2. Memahami Pengaruh Cuaca

Cuaca memainkan peran besar dalam produksi kopi. Kopi tumbuh pada pohon kecil yang rentan terhadap cuaca ekstrem. Misalnya, cuaca dingin atau beku bisa merusak tanaman kopi dan menyebabkan lonjakan harga.

3. Menyadari Stabilitas Politik Negara Produsen Kopi

Sebagian besar produksi kopi dunia berasal dari beberapa negara, termasuk Brasil, Vietnam, Kolombia, Indonesia, dan Ethiopia. Jika ada ketidakstabilan politik di negara-negara ini, produksi kopi bisa terganggu, yang pada gilirannya bisa mempengaruhi harga kopi.

4. Mengamati Permintaan Konsumen

Permintaan konsumen juga mempengaruhi harga kopi. Eropa adalah konsumen kopi terbesar, diikuti oleh Amerika Serikat. Negara-negara berkembang seperti China juga mulai meningkatkan konsumsi kopi mereka, yang bisa berdampak pada permintaan dan harga kopi di masa depan.

5. Membuat Rencana Trading

Trading kopi bisa sangat volatile, jadi penting untuk memiliki rencana trading yang baik. Rencana ini harus mencakup strategi masuk dan keluar, serta manajemen risiko. Jika perdagangan tidak berjalan sesuai rencana, penting untuk memotong kerugian dengan cepat.

6. Mengambil Keuntungan

Kopi bisa membuat pergerakan harga yang besar dalam sehari, jadi penting untuk mengambil keuntungan saat tujuan telah tercapai. Harga bisa berbalik dengan cepat, jadi jangan menunggu terlalu lama untuk mengambil keuntungan.

7. Menyadari Risiko

Seperti semua bentuk trading, trading kopi memiliki risiko. Kopi adalah komoditas yang sangat volatil dan bisa bergerak cepat dalam kedua arah. Oleh karena itu, penting untuk mengelola risiko dan tidak berinvestasi lebih dari yang Kamu mampu untuk kehilangan.

Kopi adalah salah satu komoditas yang paling banyak diperdagangkan di dunia, membuatnya menjadi bagian penting dari portofolio investasi komoditas. Selain itu, ada pula pasar crypto, yang mana juga relatif volatil dan berisiko tinggi, mirip dengan pasar kopi. Oleh karena itu, jika kamu bisa menguasai trading kopi, Kamu mungkin juga bisa sukses dalam trading crypto.

Buat kamu yang ingin belajar crypto secara mudah dan gratis, download Pintu sekarang! Di Pintu kamu bisa mendapatkan tips-tips investasi crypto sekaligus berita crypto terbaru yang bisa bantu sukseskan trading kamu!

Referensi:

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->