Apa itu Pailit dan Penyebabnya?

Updated
March 28, 2023
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Apa itu Pailit dan Penyebabnya?
Reading Time: 3 minutes

Kepailitan adalah situasi yang dihindari oleh seseorang maupun perusahaan. Ketahui selengkapnya mengenai apa itu pailit dan penyebabnya dalam artikel berikut ini. 

Apa itu Pailit? 

Arti pailit adalah kondisi seseorang atau sebuah perusahaan yang tidak dapat membayar kewajiban keuangannya pada kreditur.

Dengan syarat utang tersebut telah jatuh tempo dan telah dilakukan upaya untuk melunasinya. Seperti pemutihan sebagian utang, perpanjangan waktu, dan lain-lain. Kondisi ini dapat terjadi akibat manajemen keuangan yang kacau, kondisi ekonomi makro, maupun ekosistem industri yang sedang menurun. 

Dasar Asas Hukum Kepailitan 

Di Indonesia, dasar hukum kepailitan diatur dalam UU Kepailitan No. 37 Tahun 2004 ayat (1) Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

UU tersebut menyatakan bahwa pihak yang dapat mengajukan permohonan pailit adalah:

  • Pemilik perusahaan.
  • Kreditur, yaitu para pihak yang memberikan utang pada perusahaan.
  • Kejaksaan.
  • BI apabila perusahaan tersebut adalah bank.
  • Bapepam apabila perusahaan tersebut adalah bursa efek, lembaga kliring dan penjaminan, atau perusahaan efek.
  • Menteri Keuangan bila perusahaan tersebut adalah asuransi, dana pensiun, BUMN.

Adapun syarat pengajuan pailit atas sebuah perusahaan menurut UU Kepailitan adalah:

  • Perusahaan memiliki lebih dari satu kreditur.
  • Perusahaan tidak dapat membayar setidaknya satu utangnya yang telah jatuh tempo  kepada salah satu kreditur.

Walaupun perusahaan dapat mengajukan sendiri permohonan pailit, tetapi putusan kepailitan tetap berada di tangan hakim pada Pengadilan Niaga. Putusan tersebut harus diambil paling lambat 60 hari sejak permohonan kepailitan didaftarkan ke Pengadilan Niaga.

Baca juga: Unsur-Unsur Kredit yang Mendasari Pemberian Kredit

5 Penyebab Terjadinya Pailit Pada Seseorang atau Perusahaan 

penyebab pailit

Secara umum, ada lima penyebab terjadinya pailit pada perusahaan, yaitu:

Manajemen keuangan dan anggaran yang buruk

Dana yang terbatas dan manajemen arus kas yang buruk adalah kombinasi mematikan bagi perusahaan manapun. Untuk menghindarinya, pastikan perusahaan memiliki anggaran yang benar. Selalu cadangkan dana yang cukup untuk membayar utang dan biaya-biaya lain. 

Langkah tersebut kemungkinan membuat bisnis berkembang sedikit lebih lambat, tetapi jelas lebih aman terutama di awal menjalankannya. Arus kas yang meningkat perlahan jauh lebih baik daripada bertambah dengan cepat namun mengakibatkan kacaunya anggaran karena utang yang tidak bisa dibayarkan. 

Terlalu banyak berhutang

Pertumbuhan usaha selalu dibarengi dengan pertumbuhan profit, tetapi hal tersebut tidak berlaku jika sebagian besar modal dibiayai oleh utang.

Ketidakseimbangan ini menunjukkan manajemen keuangan yang salah. Menambah modal dari utang tentu tidak masalah, selama ada anggaran yang cukup untuk melunasinya.

Jika usaha baru mulai berjalan, usahakan berhutang sesedikit mungkin. Jadikan utang sebagai solusi di saat darurat. Saat usaha mulai berhasil, maka tetaplah hati-hati saat menambah utang. 

Terlalu tergantung pada satu konsumen besar

Tentu menyenangkan memiliki pelanggan setia, walaupun hanya segelintir. Namun jika usaha hanya bergantung pada segelintir pelanggan tersebut, maka sangat berisiko. Bagaimana jika suatu saat mereka beralih pada vendor atau supplier lain? Bagaimana jika mereka tidak membayar utang dagang pada perusahaanmu?

Lebih baik kembangkan pemasaran hingga bisa menggaet para pelanggan lain. Sehingga jika salah satu memutuskan  untuk berhenti berlangganan, perusahaan tidak akan merugi banyak.

Menggangap remeh persaingan

Persaingan tidak bisa dianggap enteng.  Salah satu alasan perusahaan pailit adalah terlalu menganggap remeh persaingan. 

Padahal mempelajari pesaing adalah kunci bertahan di tengah pasar.

Kalah dalam persaingan dapat menyebabkan penurunan laba dan berimbas pada arus kas. Muaranya adalah ketidakmampuan membayar utang atau pailit.

Kurang mengontrol bagian keuangan

Sah-sah saja mempercayai karyawan dan manajer keuangan, tetapi bukan berarti membiarkan mereka bekerja tanpa mengontrolnya.

Audit internal  adalah langkah wajib mengamankan keuangan dari kesalahan dan kecurangan. Kedua hal tersebut dapat menggerus kas dan berujung pada kepailitan.

Baca juga: Apa itu Kliring dan Bagaimana Mekanismenya?

Perbedaan Pailit dan Bangkrut

Selain istilah pailit, kamu mungkin sering juga mendengar istilah bangkrut. Apa bedanya pailit dan bangkrut? Secara sederhana pailit adalah kondisi keuangan perusahaan yang buruk sehingga tidak bisa membayar utang-utangnya. Kondisi ini tergambar saat total utang lebih besar daripada total aset. Sedangkan bangkrut adalah kondisi dimana perusahaan benar-benar tidak dapat membayar kewajibannya sama sekali.

Kondisi bangkrut mengharuskan perusahaan melakukan apapun termasuk menjual semua aset untuk membayar utang. Perusahaan yang pailit belum tentu bangkrut. Tetapi kondisi pailit yang berlangsung lama dapat menyebabkan kebangkrutan.

Bagaimana? Sekarang kamu sudah tau bukan mengenai apa itu pailit dan penyebab-penyebabnya. Dari satu sisi, pailit mungkin lebih baik daripada bangkrut karena masih ada harapan bagi perusahaan untuk bisa bangkit kembali. Semoga informasi ini bermanfaat!

Referensi: 

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->