Bitcoin adalah mata uang digital terdesentralisasi yang diciptakan pada 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Bitcoin tidak dikendalikan oleh bank atau pemerintah mana pun, dan bisa dikirim langsung antar-pengguna tanpa perantara. Dengan suplai yang dibatasi hanya 21 juta koin, Bitcoin merupakan aset crypto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia dan sering disebut “emas digital”. Artikel ini akan menjelaskan semuanya tentang Bitcoin, mulai dari definisi, cara kerja, potensi, dan risiko.
Bitcoin adalah mata uang digital yang didistribusikan secara elektronik dan tidak dikeluarkan atau dikendalikan oleh pemerintah mana pun. Dijalankan oleh serangkaian komputer di seluruh dunia yang membentuk jaringan keuangan terdesentralisasi, Bitcoin dapat digunakan untuk menyimpan nilai dan dapat dikirim kapan pun ke siapa saja di mana saja. Perangkat lunak Bitcoin berbentuk open source, artinya siapa pun di seluruh dunia dapat menjalankan server Bitcoin dan berpartisipasi menjadi bagian dari jaringan.
Pada Oktober 2008, seseorang bernama Satoshi Nakamoto menerbitkan whitepaper Bitcoin berisi 8 halaman yang berjudul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System.” Tulisan ini dirilis ke dalam milis yang beranggotakan ahli kriptografi dan ilmu komputer. Seiring waktu, whitepaper Bitcoin semakin disebarkan dan mulai populer di industri ilmu komputer, terutama di kalangan Cypherpunks.
Jaringan Bitcoin kemudian diluncurkan pada 2009 sesuai dengan visi Satoshi dalam whitepaper Bitcoin. Pada tanggal 26 April 2011, Satoshi mengirimkan email kepada rekan-rekan sesama developer di komunitasnya, bahwa ia memutuskan untuk meninggalkan proyek Bitcoin dan menyerahkan kendali pengembangan kode dan jaringannya kepada sekelompok sukarelawan. Hingga saat ini, belum ada yang mengetahui siapa orang atau kelompok di balik nama Satoshi Nakamoto.

Salah satu alasan mengapa Bitcoin berharga adalah Bitcoin memiliki jumlah suplai yang terbatas sehingga menjadikannya sebagai aset langka.
Selain itu, teknologi blockchain memungkinkan Bitcoin digunakan tanpa perantara, tanpa dikendalikan oleh otoritas pusat, dan bersifat global. Bitcoin juga terdesentralisasi, yang berarti setiap orang dapat berpartisipasi menjadi bagian dari jaringan blockchain.
Baca juga: Beberapa Alasan Mengapa Aset Kripto Memiliki Nilai dan Berharga
Jaringan Bitcoin diamankan menggunakan metode kriptografi yang hingga kini belum pernah diretas, menjadikannya jaringan moneter teraman di dunia. Terakhir, persepsi publik terhadap Bitcoin menjadi hal penentu yang membentuk nilai intrinsik Bitcoin.
Bitcoin menggunakan teknologi blockchain, sebuah buku kas digital yang mencatat dan memastikan semua transaksi Bitcoin aman dan tidak dapat diubah. Blockchain Bitcoin menyimpan catatan lengkap seluruh transaksi sejak pertama kali diciptakan, dan setiap orang yang mengakses jaringan memiliki salinan persis dari catatan tersebut di perangkat mereka.

Ketika seseorang melakukan transaksi Bitcoin, transaksi itu dikelompokkan ke dalam satu blok, disiarkan ke jaringan, lalu dikonfirmasi oleh serangkaian komputer di seluruh dunia yang disebut miner (penambang), proses yang disebut mining. Setiap blok terhubung satu sama lain seperti rantai, itulah sebabnya teknologi ini disebut blockchain. Untuk memverifikasi transaksi dan mencegah pengeluaran ganda, Bitcoin menggunakan proses proof-of-work, dan penambang yang berhasil memecahkan teka-teki matematikanya mendapat dua imbalan: biaya transaksi dan bitcoin baru.
Proses mining adalah satu-satunya cara menambah suplai bitcoin baru ke pasar. Menurut riset Precedence Research yang diperbarui Maret 2026, pasar cryptocurrency mining global bernilai sekitar $26,89 miliar pada 2025. Nilai ini diproyeksikan naik menjadi $31,76 miliar pada 2026, dan diperkirakan mencapai $62,29 miliar pada 2035 dengan CAGR 7,77%.
Baca artikel tentang Cara Kerja Mining Bitcoin, Jenis dan Keuntungannya di Pintu Academy!
Halving adalah proses yang memastikan hanya akan ada 21 juta Bitcoin yang beredar di dunia. Setiap 4 tahun, imbalan bitcoin baru yang didapat penambang dipotong setengahnya. Saat Bitcoin dimulai pada 2009, penambang mendapat 50 BTC per blok. Pada halving Mei 2020, imbalan menjadi 6,25 BTC, dan halving terakhir pada April 2024 menguranginya lagi menjadi 3,125 BTC per blok.
Menurut CoinGecko, halving selanjutnya akan terjadi pada 13 April 2028 dan akan mengubah imbalan BTC ke miner menjadi 0,78125.
Baca artikel Apa Itu Bitcoin Halving? Ini Cara Kerja dan Siklus Waktunya di Pintu Academy!
Baca juga: Nilai Intrinsik Bitcoin
Harga Bitcoin bergerak berdasarkan penawaran dan permintaan. Dengan adanya halving dan mining, pasokan Bitcoin semakin terbatas sementara permintaan terus naik. Konsep inilah yang mendorong harga Bitcoin naik dari tahun ke tahun. Kamu bisa memantau harga Bitcoin hari ini secara real-time untuk melihat langsung pergerakan nilainya.
Setiap hari, orang di seluruh dunia membeli dan menjual Bitcoin melalui pertukaran kripto, menciptakan volatilitas harga karena pasar berjalan 24/7 tanpa henti. Selain itu, ada beberapa faktor utama lainnya yang turut menentukan pergerakan harga Bitcoin:
Selain investor ritel, sejumlah institusi dan negara kini menyimpan Bitcoin dalam jumlah besar. Berikut data kepemilikan Bitcoin oleh negara dan perusahaan publik terbesar per Juli 2026, menurut BitcoinTreasuries.net.
Top 5 negara pemegang Bitcoin terbesar:

Total kepemilikan Bitcoin oleh negara-negara di dunia mencapai sekitar 649.971 BTC, atau sekitar 3,1% dari total suplai Bitcoin yang akan pernah ada (21 juta koin).
Top 5 perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar (Bitcoin Treasury Companies):
(Data kepemilikan Bitcoin bersifat dinamis dan dapat berubah setiap hari. Angka di atas adalah snapshot per Juli 2026 dari BitcoinTreasuries.net.)
Baca juga: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Crypto
Cara termudah untuk membeli Bitcoin adalah melalui pertukaran kripto seperti Pintu. Kamu bisa membeli Bitcoin dan cryptocurrency lainnya di Aplikasi Pintu, yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai amanat UU Nomor 4 Tahun 2023 (UU P2SK), sehingga aman digunakan. Pelajari cara membeli/menjual Bitcoin dan kripto lainnya di Pintu di sini.
Setelah membeli, kamu bisa menyimpan Bitcoin di Pintu untuk kenyamanan, atau di dompet seperti Electrum atau Blue Wallet, dan juga di dompet perangkat keras seperti Ledger atau Trezor. Satu hal yang perlu diingat: ketika kamu menyimpan Bitcoin sendiri, kamu bertanggung jawab penuh atas aset tersebut. Jika kamu kehilangan akses ke dompetmu, tidak ada layanan pelanggan yang bisa membantu.
Bitcoin tetap relevan sebagai instrumen investasi pada 2026: suplainya yang terbatas, jaringan yang belum pernah diretas, dan adopsi institusional yang terus bertumbuh lewat ETF dan treasury korporat menjadikannya aset dengan tesis jangka panjang yang kuat. Namun, ini bukan berarti Bitcoin bebas risiko. Volatilitas harga jangka pendek dan tanggung jawab penuh atas keamanan aset tetap menjadi pertimbangan utama sebelum membeli. Bagi investor yang mempertimbangkan Bitcoin untuk diversifikasi portofolio, fokusnya sebaiknya pada kelangkaan dan adopsi jangka panjang, bukan momentum harga jangka pendek.
Artikel ini bersifat edukasi dan bukan merupakan saran investasi. Harga aset crypto bersifat volatil dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum berinvestasi.
Bitcoin legal untuk diperdagangkan di Indonesia sebagai aset crypto. Sejak 10 Januari 2025, pengawasan aset crypto di Indonesia beralih dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), sesuai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 (UU P2SK) dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2024. Dari sisi pajak, transaksi jual beli Bitcoin di bursa lokal kini dikenakan PPh Final sebesar 0,21% berdasarkan PMK Nomor 50 Tahun 2025, setelah PPN atas transaksi crypto dihapuskan. Namun, Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran resmi. Alat pembayaran resmi Indonesia tetap Rupiah.
Investasi Bitcoin itu aman, tapi karena transaksinya tidak dapat diubah, kamu sebagai investor harus bertanggung jawab penuh atas kepemilikan dan keamanan Bitcoinmu sendiri. Bitcoin cocok untuk diversifikasi portofolio karena sifatnya yang tahan sensor, terbatas, aman, dan terdesentralisasi.
Belum terlambat. Kamu bisa membeli sebagian kecil Bitcoin yang disebut satoshi. Satu BTC setara 100.000.000 satoshi. Per 26 Juli 2026, dengan harga BTC sekitar $64.300 (sumber: Fortune), 1 USD setara sekitar 1.555 sats.
Sangat terjangkau. Kamu bisa mulai investasi Bitcoin di Aplikasi Pintu dari Rp11.000 saja, jadi tidak perlu menunggu modal besar untuk mulai memiliki Bitcoin.
Bitcoin adalah cryptocurrency pertama dan berfokus sebagai penyimpan nilai serta alat tukar peer-to-peer, dengan suplai tetap 21 juta koin. Banyak cryptocurrency lain (altcoin) dibangun untuk kasus penggunaan berbeda, seperti kontrak pintar atau aplikasi terdesentralisasi. Pelajari lebih lanjut soal jenis-jenis cryptocurrency di glosarium Pintu Academy.
Simpan di Aplikasi Pintu untuk kenyamanan, atau gunakan dompet pribadi seperti Electrum, Blue Wallet, Ledger, atau Trezor. Ingat, kamu bertanggung jawab penuh atas keamanan Bitcoin yang kamu simpan sendiri.
Jangan lupa join Telegram Channel dan Telegram Grup Pintu untuk mengetahui update terbaru, dan baca Pintu News untuk berita crypto terbaru.
Bagikan
Lihat Aset di Artikel Ini


Harga Bitcoin (24 Jam)
Kapitalisasi Pasar
-
Volume Global (24 Jam)
-
Suplai yang Beredar
-