Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) kini bukan hanya milik investor individu atau institusi keuangan saja. Sejumlah perusahaan publik besar telah menjadikan cryptocurrency ini sebagai bagian dari strategi keuangan dan investasi mereka.
Berikut adalah lima perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbanyak di dunia, lengkap dengan strategi akuisisi dan nilai aset crypto mereka menurut studi yang dilakukan oleh Coingecko per Maret 2025.

Strategy, Inc., sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, adalah perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbanyak di dunia. Hingga Maret 2025, mereka menguasai 506.137 BTC senilai lebih dari Rp714 triliun, atau sekitar 2,5% dari total pasokan BTC yang beredar.
CEO Michael Saylor memimpin strategi akumulasi BTC agresif sejak 2020, didanai lewat penerbitan utang dan penjualan saham. Strategi ini menjadikan Bitcoin sebagai aset utama dalam neraca keuangan mereka, dan hanya sekali mereka menjual BTC — sebanyak 704 koin pada Desember 2022 untuk alasan pajak.

Perusahaan tambang crypto asal Amerika Serikat ini menempati posisi kedua dengan total kepemilikan 26.842 BTC. Dengan harga BTC saat ini, total nilai aset crypto mereka setara dengan sekitar Rp434 triliun.
Baca juga: Timeline Pembelian Bitcoin oleh MicroStrategy: Dari Tahun 2020 hingga 2025
Karena berasal dari kegiatan penambangan, biaya akuisisi BTC mereka jauh lebih rendah dibanding pembelian pasar. Marathon secara konsisten memperluas operasinya untuk meningkatkan produksi dan menambah kepemilikan crypto mereka setiap tahun.

Galaxy Digital adalah perusahaan investasi dan manajemen aset berbasis crypto yang didirikan oleh Michael Novogratz. Hingga awal 2025, mereka memiliki 15.449 BTC dengan nilai setara Rp249 triliun.
Tidak seperti perusahaan tambang, Galaxy membeli Bitcoin sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset digital. Kepemilikan mereka mencerminkan keyakinan kuat pada masa depan cryptocurrency, tidak hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai alat lindung nilai jangka panjang.

Tesla sempat mengejutkan dunia pada 2021 ketika mengumumkan pembelian BTC senilai $1,5 miliar. Meski kemudian menjual 75% dari kepemilikannya pada 2022 karena alasan lingkungan dan pengelolaan aset, Tesla masih menyimpan 11.509 BTC.
Baca juga: Pencarian ‘Altcoin’ dan ‘Ethereum’ di Google Melonjak, Apa Faktornya?
Sisa kepemilikan ini kini bernilai sekitar Rp168 triliun. Meskipun perusahaan milik Elon Musk tidak lagi menambah posisinya, mereka tetap menjadi salah satu pemilik BTC terbesar di sektor non-crypto.
Block Inc. — sebelumnya dikenal sebagai Square — adalah perusahaan teknologi keuangan milik Jack Dorsey, yang juga sangat vokal soal dukungannya terhadap Bitcoin. Mereka memiliki 8.038 BTC senilai sekitar Rp129 triliun.
Investasi Block dalam Bitcoin mencerminkan keyakinan mereka terhadap crypto sebagai masa depan sistem keuangan global. Perusahaan ini juga memiliki produk-produk yang mendukung transaksi BTC, termasuk layanan pembayaran Cash App.

Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga bitcoin hari ini, harga solana hari ini, pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.