Jakarta, Pintu News — RippleX, divisi inovasi dari Ripple, baru saja meluncurkan XRPL Institutional DeFi Roadmap terbaru mereka pada 22 September 2025. Inisiatif ini dirancang untuk menarik modal institusional ke dalam ekosistem XRP Ledger (XRPL), dengan fokus utama pada kepatuhan (compliance), pinjaman (lending), dan privasi berbasis teknologi blockchain.
Dalam rilis resminya yang dikutip dari BeInCrypto RippleX menyatakan bahwa mereka telah siap menyambut regulasi global dengan berbagai fitur yang sudah aktif dan fitur baru yang akan diluncurkan di versi XRPL 3.0.0.

Dua fitur compliance penting yang sudah berjalan adalah Credentials dan Deep Freeze. Fitur ini memungkinkan pelaku institusi mematuhi aturan sambil tetap beroperasi di blockchain publik.
RippleX menegaskan bahwa pendekatan berbasis kepatuhan ini merupakan syarat utama untuk menarik pemain besar di sektor keuangan global, seperti bank dan manajer aset.
Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan Soal AVAX: Naik 10,52% dalam 24 Jam, Harga Tembus Rp 583 Ribu!
Versi XRPL 3.0.0 yang akan dirilis tahun ini akan menyertakan protokol pinjaman asli (native lending protocol). Tujuannya adalah membangun pasar kredit yang murah dan patuh regulasi, asalkan ada dukungan likuiditas.
Menurut RippleX, keberhasilan fitur ini akan sangat menentukan apakah institusi bersedia masuk dan menyediakan modal dalam skala besar.
RippleX juga mengembangkan integrasi zero-knowledge proof (ZKP) untuk menghadirkan transaksi privat namun tetap sesuai regulasi. ZKP ini akan terintegrasi dengan token baru yang disebut Confidential Multi-Purpose Tokens (MPTs), yang dijadwalkan meluncur pada awal 2026.
MPT akan memungkinkan penerbit token memiliki alat compliance khusus untuk menjalankan keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang sesuai hukum.
XRPL saat ini telah mencatat volume transaksi stablecoin sebesar $1 miliar per bulan, dan masuk dalam 10 besar blockchain dengan aktivitas aset dunia nyata (real-world assets/RWA) tertinggi.
RippleX menyebut ini sebagai bukti bahwa DeFi institusional di XRPL sudah berkembang pesat, dan tidak lagi sekadar konsep.
“XRPL kini semakin siap menjadi platform utama untuk pembayaran stablecoin dan manajemen jaminan,” ujar RippleX dalam pernyataan resminya.
Meskipun roadmap-nya kuat, XRPL tetap harus menghadapi persaingan dari ekosistem seperti Ethereum dan layer-2-nya, serta blockchain cepat seperti Solana dan Avalanche yang juga mengincar pasar tokenisasi dan investor institusi.
Keberhasilan roadmap ini sangat bergantung pada keberhasilan menarik likuiditas dan kepercayaan investor, serta efektivitas integrasi fitur-fitur baru dalam skala global.
Roadmap terbaru RippleX menegaskan komitmen kuat untuk mengintegrasikan dunia keuangan tradisional dengan teknologi DeFi berbasis blockchain. Fitur seperti compliance tools, protokol pinjaman, dan tokenisasi berbasis ZKP membuat XRPL tampil sebagai platform yang siap menghadapi tuntutan regulasi tanpa kehilangan esensi desentralisasi.
Tahun 2026 bisa menjadi momen penting bagi XRPL, bukan hanya sebagai jaringan blockchain untuk XRP, tetapi sebagai tulang punggung keuangan digital yang terhubung dengan institusi global.
Baca Juga: 5 Fakta Tekanan Harga Hedera (HBAR): Apakah Bisa Bertahan di Atas Rp3.940?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga bitcoin hari ini, harga solana hari ini, pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.