3 Kesalahan Fatal Trading Futures Crypto yang Terbongkar Sepanjang 2025

Updated
January 2, 2026

Jakarta, Pintu News – Pada tahun 2025, dunia trading futures cryptocurrency mengalami kerugian sistemik yang signifikan, dengan total likuidasi mencapai $154 miliar. Kegagalan ini menyoroti risiko yang sebelumnya hanya dianggap teoritis dalam perdagangan derivatif crypto. Dilansir dari BeInCrypto, tiga kesalahan utama telah diidentifikasi sebagai penyebab utama kerugian besar ini, memberikan pelajaran penting untuk para pelaku pasar di tahun 2026!

Kesalahan 1: Ketergantungan Berlebihan pada Leverage Ekstrem

Leverage menjadi pemicu utama krisis likuidasi di tahun 2025. Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa Rasio Leverage Perkiraan Bitcoin (BTC) mencapai titik tertinggi sebelum pasar runtuh di awal Oktober. Pada saat yang sama, total open interest futures melampaui $220 miliar, menunjukkan pasar yang jenuh dengan eksposur pinjaman.

total likuidasi crypto coinglass
Sumber: BeInCrypto/Coingape

Di bursa utama, rasio leverage untuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) seringkali melebihi 10x, dengan sebagian besar trader ritel beroperasi pada 50x bahkan 100x. Leverage yang tinggi ini, meskipun meningkatkan efisiensi modal, telah berubah menjadi destabilisasi pasar.

btc leverage
Sumber: BeInCrypto/Cryptoquant

Ketika pasar mengalami pembalikan mendadak, posisi yang sangat leverage ini menjadi sasaran utama untuk likuidasi, menyebabkan kerugian besar bagi para trader.

Baca juga: Tarif Trump 2026: Dampaknya Terhadap Bitcoin, Ethereum, dan Altcoin

Kesalahan 2: Mengabaikan Dinamika Suku Bunga Pendanaan

Suku bunga pendanaan, yang dirancang untuk menjaga harga futures perpetu terikat pada pasar spot, seringkali diabaikan oleh trader. Selama fase bullish yang berkepanjangan, suku bunga pendanaan untuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) tetap positif, yang secara bertahap mengikis posisi long melalui pembayaran berulang.

Ketidakseimbangan ini tidak teratasi karena kontrak futures perpetu tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, sehingga suku bunga pendanaan menjadi satu-satunya mekanisme penyeimbang. Kegagalan untuk memperhatikan sinyal ini menyebabkan banyak trader tidak siap ketika pasar berbalik arah, mengakibatkan kerugian yang besar dan tidak terduga.

Baca juga: Sinyal Rebound Ethereum (ETH) Muncul, Analis Bidik Harga Tembus $4.000

Kesalahan 3: Terlalu Percaya pada ADL daripada Menggunakan Stop Loss

Auto-deleveraging (ADL) adalah mekanisme yang dirancang sebagai solusi terakhir, yang dipicu ketika dana asuransi bursa habis dan likuidasi meninggalkan kerugian residu. Pada tahun 2025, ADL bukan lagi teori. Selama kaskade likuidasi Oktober, dana asuransi di berbagai tempat kehabisan, memicu ADL secara massal.

Ini sering menutup posisi trader yang menguntungkan terlebih dahulu, bahkan ketika kondisi pasar secara keseluruhan masih tidak menguntungkan. Trader yang menjalankan strategi hedged atau pasangan sangat terpukul, menunjukkan bahwa terlalu mengandalkan ADL tanpa menggunakan stop loss adalah strategi yang berisiko.

Kesimpulan

Peristiwa tahun 2025 telah menegaskan bahwa pemahaman mendalam tentang mekanisme pasar lebih penting daripada keyakinan semata. $154 miliar yang hilang bukanlah kecelakaan, melainkan biaya yang harus dibayar karena mengabaikan dinamika pasar. Apakah pelajaran ini akan diulang di tahun 2026 tergantung pada apakah para trader memilih untuk belajar dari kesalahan masa lalu.

Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari iniharga coin xrp hari inidogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). The trading of crypto asset futures contracts is carried out by PT Porto Komoditi Berjangka, a licensed and regulated Futures Broker supervised by BAPPEBTI, and a member of CFX and KKI. Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja and PT Porto Komoditi Berjangka do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8