Jakarta, Pintu News – Harga XRP (XRP) telah kembali menembus level support di $2,10 setelah awal tahun yang penuh volatilitas. Meskipun saat ini mata uang kripto tersebut sedang mengalami fase konsolidasi setelah lonjakan harga dua digit, terdapat tiga faktor utama yang mengindikasikan potensi reli yang dapat mendorong XRP melewati batas psikologis $3.
Berikut tiga alasan mengapa XRP berada dalam posisi yang siap untuk mengalami breakout. Dalam analisis ini, laman CCN juga menyertakan “kartu liar” yang tersembunyi namun jelas terlihat.
Faktor paling mencolok yang mendorong harga XRP di awal tahun 2026 adalah menurunnya likuiditas di bursa terpusat. Menurut analisis terbaru dari laman CCN, saldo XRP di bursa telah anjlok ke level terendah dalam tujuh tahun terakhir. Kondisi ini sempat mendorong harga altcoin tersebut naik hingga $2,41.
Baca juga: 5 Crypto Futures yang Cocok untuk Scalping Saat Bear Market
Arus masuk ke produk ETF spot XRP juga turut memberikan kontribusi. Namun, setelah hampir mencapai $2 miliar dalam arus masuk, ETF tersebut baru-baru ini mencatatkan arus keluar pertamanya.
Meskipun demikian, hal ini tidak serta-merta berarti bahwa XRP akan mengalami koreksi besar. Bahkan, rasio Market Value to Realized Value (MVRV) menunjukkan bahwa token ini masih tergolong undervalued atau bernilai di bawah harga wajarnya.
Saat artikel ini ditulis, rasio MVRV XRP berada di angka 1,04. Angka ini menunjukkan bahwa rata-rata pemegang XRP hanya mendapatkan sedikit keuntungan, sehingga pasar belum menunjukkan tanda-tanda keuntungan besar yang belum direalisasikan—yang biasanya memicu aksi jual besar-besaran.

Lebih penting lagi, metrik ini masih jauh dari zona “overheated” atau jenuh beli, yang biasanya menandai puncak siklus harga. Zona jenuh tersebut biasanya muncul ketika MVRV berada di kisaran 4,36 hingga 12,28.
Selama harga XRP belum mendekati kisaran tersebut, data menunjukkan masih ada ruang bagi harga untuk naik sebelum mencapai valuasi puncak.
Analisis terhadap Liquidation Heatmap XRP per 9 Januari 2026 mengungkap adanya “pertempuran leverage” yang sengit setelah awal tahun yang penuh volatilitas.
Saat ini, para trader terjebak dalam rentang harga yang sempit, dengan sejumlah besar “magnet likuiditas” yang berada tepat di atas dan di bawah harga XRP saat ini.
Lonjakan harga mingguan sebesar 27% baru-baru ini telah meninggalkan jejak posisi leverage yang berlebihan — dan kini pasar mulai “memburu” posisi-posisi tersebut.
Area dengan konsentrasi likuiditas paling tinggi di peta panas saat ini berada di kisaran harga $2,40 hingga $2,60.
Rangkaian Kejadian:
Pada tanggal 5 hingga 6 Januari, harga XRP sempat menyentuh level tertinggi lokal di $2,41. Hal ini memicu likuidasi posisi short senilai lebih dari $4,4 juta di Binance saja.
Namun, saat harga terkoreksi kembali ke $2,20, para trader yang berpandangan bearish kembali masuk pasar, membuka posisi jual dengan level stop loss sedikit di atas puncak lokal tersebut.
Sasaran Pergerakan:
Jika XRP berhasil menembus dan bertahan di atas $2,30, kemungkinan besar akan memicu fenomena “short squeeze” secara beruntun.
Baca juga: 3 Altcoin yang Menjadi Sorotan Trader Crypto di Minggu Awal Januari 2025

Peta panas menunjukkan area berwarna kuning cerah di sekitar harga $2,49, yang mengindikasikan kumpulan besar posisi short yang siap dilikuidasi. Jika harga memasuki zona ini, ada potensi percepatan pergerakan harga menuju target ekstensi Fibonacci di $2,94.
Meskipun potensi kenaikan terlihat menjanjikan, terdapat likuiditas besar di sisi bawah yang bisa menjadi incaran para market maker untuk mengguncang posisi long dari trader bermodal lemah.
Rangkaian Kejadian:
Banyak trader ritel mengejar reli harga menuju $2,40 dan membuka posisi long dengan leverage tinggi. Titik-titik likuidasi mereka kini terkonsentrasi tepat di bawah level psikologis $2,20.
Sasaran Pergerakan:
Terdapat “Tembok Rasa Sakit” di antara level $2,00 hingga $2,15. Jika harga Bitcoin (BTC) kembali turun di bawah $90.000, harga XRP bisa mengalami penurunan tajam secara tiba-tiba ke dalam zona ini.
Penurunan ke $2,13 diperkirakan akan memicu likuidasi posisi long senilai sekitar $22 juta hingga $25 juta—mirip dengan “flush leverage” yang terjadi pada 8 Januari.
Dari sudut pandang teknikal, XRP saat ini menunjukkan sinyal yang belum pernah muncul selama beberapa bulan terakhir.
Pada grafik harian, Sentimen Pemegang (Holders’ Sentiment) telah menembus garis nol untuk pertama kalinya sejak 9 Oktober. Ini menandakan adanya perubahan persepsi pasar terhadap altcoin ini — dari keraguan menjadi optimisme.
Jika kondisi ini bertahan, permintaan terhadap XRP bisa meningkat. Meskipun harga baru-baru ini mengalami penurunan, penurunan tersebut terjadi di bawah level support penting di $2.
Namun demikian, para bull kemungkinan besar akan terus mempertahankan level support utama ini. Jika tren bertahan, harga XRP bisa menembus di atas $2,49. Dalam skenario tersebut, target selanjutnya adalah kenaikan menuju kisaran $3,26.

Sebaliknya, jika XRP gagal bertahan di atas $2, maka proyeksi ini bisa batal. Jika itu terjadi, harga XRP berisiko turun ke sekitar $1,50 — dan berpotensi menghapus seluruh keuntungan yang diperoleh sepanjang tahun 2026.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.