Apakah Bitcoin Menjadi Pelindung Nilai di Tengah Ketakutan Perang Dunia Ketiga?

Updated
January 18, 2026

Jakarta, Pintu News – Dalam suasana ketegangan geopolitik yang meningkat, spekulasi mengenai Perang Dunia Ketiga semakin nyata. Pasar keuangan, termasuk pasar mata uang kripto seperti Bitcoin (BTC), menghadapi ketidakpastian yang besar. Pertanyaan besar yang muncul adalah, apakah Bitcoin (BTC) akan jatuh atau justru menjadi “emas digital” di tengah konflik global yang memanas?

Realitas Ketakutan Perang Dunia Ketiga

Ketakutan akan Perang Dunia Ketiga bukan lagi sekadar spekulasi. Dengan meningkatnya ketegangan antar negara besar, dunia mungkin sedang berada di ambang konflik berskala besar yang berbeda dari perang dunia sebelumnya. Perang kali ini mungkin tidak melibatkan pertempuran konvensional yang kita kenal, melainkan lebih banyak melalui perang ekonomi dan siber. Ini menimbulkan pertanyaan besar tentang peran mata uang kripto dalam skenario ini.

Baca Juga: 6 Fakta Prediksi Robert Kiyosaki: Perak Menuju US$100 dan All-Time High Baru di 2026?

Perilaku Aset Utama Saat Perang

Sejarah telah menunjukkan bahwa pasar cenderung bereaksi terhadap ketidakpastian dengan menjual aset terlebih dahulu, kemudian menyesuaikan kembali nilai aset berdasarkan respons kebijakan yang diambil. Dalam konteks ini, aset seperti saham dan minyak biasanya mengalami volatilitas tinggi. Emas dan perak sering dianggap sebagai pelindung nilai yang aman, namun bagaimana dengan Bitcoin (BTC)?

Bitcoin dalam Perang Dunia: Antara Bull dan Bear

Bitcoin (BTC) memiliki dua identitas dalam skenario perang. Awalnya, sebagai reaksi terhadap kejutan, Bitcoin (BTC) mungkin mengalami penurunan nilai karena investor mencari keamanan dalam bentuk aset likuid dan tradisional seperti emas. Namun, dalam fase stabilisasi dan konflik berkepanjangan, Bitcoin (BTC) bisa jadi mulai dilihat sebagai alternatif penyimpan nilai yang aman, terutama jika mata uang fiat mengalami devaluasi.

Penentu Hasil Bitcoin

Beberapa faktor akan menentukan nasib Bitcoin (BTC) dalam skenario perang. Ini termasuk tingkat bunga riil, masalah infrastruktur transaksi, kontrol modal dan tekanan mata uang, serta dampak kejutan energi terhadap pertumbuhan ekonomi. Jika konflik berkepanjangan dan sistem keuangan global terganggu, Bitcoin (BTC) mungkin akan semakin dilihat sebagai pelindung nilai.

Kesimpulan

Meskipun Bitcoin (BTC) mungkin tidak langsung dianggap sebagai “emas digital” di awal konflik, ada potensi besar bahwa mata uang kripto ini akan memperoleh status tersebut jika perang berlangsung lama. Investor dan pengamat pasar harus memperhatikan dinamika ini dan menyesuaikan strategi investasi mereka sesuai dengan perkembangan situasi global.

Baca Juga: Monero Cetak Rekor Tertinggi, Investor Tinggalkan Zcash!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari iniharga Solana hari iniPepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8