Jakarta, Pintu News – Meskipun Nvidia (NVDAX) tampaknya akan tetap menjadi satu-satunya saham yang telah melampaui kapitalisasi pasar sebesar $5 triliun setidaknya hingga satu tahun ke depan, sejumlah saham unggulan (blue-chip) lainnya hampir dipastikan akan menembus angka $4 triliun pada tahun 2026.
Secara khusus, pada saat artikel ini ditulis tanggal 13 Januari, Microsoft (MSFTON) dan Apple (AAPLX) sama-sama memiliki valuasi antara $3 triliun hingga $4 triliun, dan keduanya merupakan kandidat kuat untuk mengalami reli yang signifikan dalam 12 bulan mendatang.
Dengan harga saham pada saat artikel ini ditulis sebesar $475,57 dan kapitalisasi pasar senilai $3,55 triliun, Microsoft menjadi perusahaan dengan kemungkinan terbesar di dunia untuk menembus valuasi lebih dari $4 triliun.
Baca juga: 3 Crypto yang Dibeli dan Dilepas Para Whale Jelang CPI AS!

Microsoft memainkan peran penting dalam ledakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang sedang berlangsung. Perusahaan ini berada di balik model AI Copilot, merupakan pendukung awal OpenAI, serta menjadi penyedia layanan cloud utama melalui platform Microsoft Azure.
Selain itu, Microsoft memiliki rekam jejak kinerja keuangan yang kuat, dengan laporan keuangan tahunan yang secara konsisten menunjukkan pertumbuhan pendapatan setiap tahun.
Sebagai contoh, antara tahun 2022 hingga 2023 — tahun pertama dari gelombang pertumbuhan AI saat ini — pendapatan Microsoft meningkat menjadi $211,9 miliar. Sementara dalam periode 12 bulan yang berakhir pada 30 September 2025, pendapatannya tercatat mencapai angka yang mengesankan sebesar $293,8 miliar.
Para analis Wall Street pun turut mencermati potensi saham teknologi unggulan ini. Berdasarkan data dari TipRanks yang dikutip Finbold pada 13 Januari, para analis secara rata-rata memproyeksikan kenaikan harga saham sebesar 32,31% dalam 12 bulan ke depan, menuju angka $631,36.

Saham MSFT juga dinilai menarik untuk diinvestasikan pada Januari 2026, mengingat tren penurunan yang dimulai sejak Oktober tahun sebelumnya, dari sekitar $542 menjadi $475,57 saat ini.
Meski prospek pertumbuhan Microsoft terlihat menjanjikan, tetap ada sejumlah hal yang patut diwaspadai. Sebagian besar proyeksi pertumbuhan perusahaan ini bergantung pada keyakinan bahwa ledakan AI akan terus berlanjut.
Meskipun banyak analis percaya tren ini akan berlanjut, sebagian lainnya menyoroti risiko seperti ketidaksesuaian besar antara besarnya investasi yang digelontorkan dan skala pendapatan yang dihasilkan oleh sektor AI saat ini.
Selain itu, janji Presiden Donald Trump baru-baru ini untuk membebankan lebih banyak biaya listrik kepada operator pusat data dapat menjadi risiko tambahan bagi Microsoft, mengingat ketergantungan perusahaan pada layanan cloud seperti Azure yang memerlukan infrastruktur energi besar.
Di sisi lain, reputasi buruk dari sistem operasi Windows 11 juga membuat Microsoft semakin rentan terhadap gejolak terkait AI. Windows dulunya merupakan pilar utama dalam model bisnis perusahaan, dan meskipun kini bukan satu-satunya, sistem operasi tersebut tetap menjadi elemen penting dalam mempertahankan ekosistem produk Microsoft.
Apple bahkan mungkin berada dalam posisi yang lebih kuat daripada rival lamanya untuk menembus kapitalisasi pasar $4 triliun. Pada saat artikel ini ditulis, valuasi perusahaan sudah mencapai $3,85 triliun — artinya hanya dibutuhkan kenaikan sekitar 4% untuk melewati ambang tersebut.
Baca juga: Solana Salip Ethereum dalam Volume Perpetual Futures — Apakah SOL Siap Menuju $190?

Selain itu, saham unggulan ini telah berhasil keluar dari hambatan sebelumnya, seperti proyek mobil listrik (EV) yang kini telah ditinggalkan, serta ketertinggalannya dalam gelombang awal AI. Kini Apple berada dalam posisi yang solid untuk melanjutkan pertumbuhan.
Salah satu katalis penting di awal tahun 2026 adalah kesepakatan strategis berfokus pada kecerdasan buatan dengan Alphabet (NASDAQ: GOOGL) — satu-satunya perusahaan selain Nvidia yang memiliki valuasi di atas $4 triliun saat ini.
Berdasarkan perjanjian tersebut, teknologi Google AI akan menjadi fondasi bagi “Apple Foundation Models” dalam beberapa tahun ke depan.
Seperti halnya Microsoft, saham Apple (AAPL) juga mengalami tren penurunan dalam beberapa minggu terakhir — dari sekitar $286 di awal Desember menjadi $259,21 pada 13 Januari.
Namun demikian, data dari TipRanks yang dikutip Finbold menunjukkan bahwa analis Wall Street sangat optimistis terhadap saham Apple, dengan proyeksi rata-rata kenaikan sebesar 15,16% dalam 12 bulan ke depan.

Jika target harga ini tercapai, valuasi Apple akan menyentuh angka sekitar $4,4 triliun.
Sama seperti Microsoft, Apple juga berpotensi menghadapi risiko terkait perkembangan AI serta kemungkinan perubahan biaya listrik pusat data yang telah diisyaratkan oleh Presiden Trump.
Namun, tidak seperti Microsoft, bisnis sistem operasi (OS) Apple justru menjadi pihak yang diuntungkan, bersama dengan Linux, dari eksodus sebagian pengguna Windows — sebuah tren yang memberikan keuntungan bersih bagi Apple dalam memperkuat ekosistemnya.
Bayangkan kamu bisa beli saham perusahaan besar seperti Amazon (AMZNX), Meta (METAX), hingga Tesla (TSLAX) dalam bentuk token hanya dengan modal belasan ribu rupiah. Kabar baiknya, kini kamu bisa melakukan jual/beli token saham AS tertokenisasi dari xStocks dan Ondo di Pintu.
Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, sekarang kamu dapat menikmati proses penyelesaian transaksi untuk saham AS tertokenisasi yang lebih cepat, modal awal yang lebih terjangkau, serta pengalaman investasi yang lebih global.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.