Bitcoin 4 Tahun Belum Mati: Riset Ungkap Bear Market dan Penurunan Bertahap

Updated
January 19, 2026

Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC), sebagai mata uang kripto paling dominan, masih mengikuti siklus empat tahunnya meskipun dinamika pasar menampilkan fase penurunan bertahap, menurut riset pasar terbaru. Siklus ini, yang historisnya terkait dengan peristiwa halving, belum “mati” tetapi menunjukkan modifikasi struktur di tengah dominasi investor institusional dan pergeseran arus modal di pasar cryptocurrency global.

1. Apa Itu Siklus Empat Tahun Bitcoin

altcoin potensial pasca halving 2024
Generated by Ai

Siklus empat tahun Bitcoin berasal dari mekanisme halving—pengurangan reward blok setiap 210.000 blok, atau kira-kira setiap empat tahun. Peristiwa ini menurunkan pasokan Bitcoin baru secara signifikan, menciptakan tekanan pasokan yang menurut teori klasik memicu bull market.

Dalam siklus sebelumnya, harga Bitcoin sering mengalami reli besar setelah halving, diikuti oleh koreksi vertikal yang dalam. Namun, riset terbaru menunjukkan perbedaan dalam pola ini, di mana fase bull dan bear tidak lagi menunjukkan pergerakan ekstrem yang sama seperti pada siklus terdahulu.

Baca Juga: 5 Cara Realistis Mendapatkan Uang 2 Juta dalam Sehari, Ini Rahasianya!

2. Penurunan Bertahap, Bukan Crash Tajam

Menurut riset, Bitcoin memasuki periode penurunan atau bear market yang lebih bertahap setelah reli pasca-halving terakhir. Alih-alih penurunan tajam yang biasanya terjadi, harga menunjukkan koreksi yang lebih lambat, mencerminkan pergerakan pasar yang lebih matang dan kurang sensitif terhadap volatilitas ekstrem.

Faktor utama di balik pola ini adalah perubahan struktur pasar: peningkatan partisipasi investor institusional, pertumbuhan produk seperti ETF Bitcoin spot, dan dominasi modal besar yang cenderung menahan harga. Ketika institusi terlibat, aksi beli dan jual biasanya lebih terstruktur dan kurang didorong oleh spekulasi ritel.

3. Dominasi Investor Institusional dan Dampaknya

Kehadiran modal institusional melalui produk seperti spot Bitcoin ETF telah mengubah dinamika pasar. Produk ini memudahkan aliran modal besar karena menawarkan cara yang lebih teratur dan nyaman bagi institusi untuk menempatkan modal di Bitcoin dibanding mekanisme tradisional.

Aliran modal tersebut bukan hanya memengaruhi harga, tetapi juga pola volatilitas. Investor institusional cenderung memiliki horizon waktu yang lebih panjang, mengurangi tekanan jual tajam dan memperlambat siklus tradisional yang pernah diamati pada Bitcoin, terutama dibandingkan periode dominasi trader ritel di masa lalu.

4. Peran Makro dan Kondisi Liquiditas

apa itu likuiditas

Selain perubahan pasar internal, faktor makro seperti kondisi likuiditas global dan kebijakan moneter juga memengaruhi siklus Bitcoin. Ketika likuiditas menurun atau suku bunga tinggi, aset berisiko seperti Bitcoin cenderung mengalami tekanan. Namun seiring penurunan suku bunga global dan meningkatnya arus modal, Bitcoin tetap mendapat aliran dukungan.

Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa siklus Bitcoin saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor ekonomi makro daripada hanya oleh mekanisme halving tradisional, menandai era baru di pasar crypto.

5. Outlook Siklus Bitcoin 2026

Meskipun ada pendapat bahwa siklus empat tahun mungkin berubah atau bahkan meluas, riset terbaru menyatakan bahwa siklus tersebut belum mati. Siklus masih berfungsi sebagai kerangka pemahaman harga jangka panjang, hanya saja dinamika harganya lebih moderat.

Investor dan pengamat pasar masih akan memantau Bitcoin (BTC) menjelang potensi fase bull berikutnya, terutama jika kondisi likuiditas global membaik dan partisipasi ritel kembali meningkat. Kombinasi antara fundamental lama dan faktor struktural baru akan terus memengaruhi bagaimana siklus ini berkembang ke depan.

Baca Juga: 10 Cara Dapat Uang dari Game Secara Cepat tapi Realistis (Online & Mobile)

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari iniharga Solana hari iniPepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8