Jakarta, Pintu News – Veteran trader Peter Brandt memperkirakan bahwa harga Bitcoin (BTC) bisa turun ke kisaran $58.000 hingga $62.000, yang berarti koreksi sebesar 33–37% dari level harga saat ini sekitar $92.400.
Prediksi ini muncul di tengah berbagai sinyal bearish yang terus ditunjukkan oleh Bitcoin, dan beberapa analis lainnya juga memperingatkan potensi penurunan lebih lanjut.
Dalam sebuah unggahan di X (sebelumnya Twitter), Peter Brandt menyatakan bahwa harga Bitcoin bisa turun ke kisaran $58.000 hingga $62.000. Grafik yang disertakan dalam postingan tersebut menunjukkan bahwa prediksi Brandt didasarkan pada pola rising wedge (irisan naik) yang telah terbentuk selama dua bulan terakhir.
Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok ke $89.000 Hari Ini (21/1/26): Apakah Bull Run BTC Sudah Berakhir?
“58k sampai 62k adalah tujuan BTC menurut saya,” tulis Brandt.
Pola rising wedge muncul ketika harga bergerak dalam kisaran dua garis tren yang sama-sama naik namun saling mendekat, di mana garis tren bawah naik lebih curam daripada garis tren atas. Pola ini sering kali mengindikasikan melemahnya momentum dan meningkatkan kemungkinan pergerakan harga ke bawah, meskipun analisis teknikal tidak menjamin hasil yang pasti.
Brandt juga mengakui adanya ketidakpastian dalam prediksi pasar, dengan menyatakan:
“Kalau tidak turun ke sana, saya tidak akan malu, jadi kalian para troll tidak perlu screenshot ini di masa depan. Saya salah 50% dari waktu. Saya tidak masalah jika salah.”
Selain Brandt, beberapa pengamat pasar lainnya juga menyoroti potensi skenario bearish. Seorang analis menunjukkan kemiripan antara struktur harga Bitcoin saat ini dengan siklus pasar tahun 2022, dan menyebut bahwa aset ini sedang “mengulang pola 2022 secara persis.”
Analis tersebut membagikan perbandingan visual berdampingan yang menunjukkan bahwa pada kedua kasus, Bitcoin mengalami relief rally yang tertahan di bawah level resistensi horizontal. Pergerakan ini akhirnya menjadi jebakan bullish (bull trap) sebelum harga menembus dukungan naik (rising support).
Pada tahun 2022, hilangnya dukungan tersebut menyebabkan penurunan tajam. Menurut analis tersebut, dinamika serupa mungkin sedang terbentuk saat ini, dengan tekanan turun yang terus meningkat.
Terakhir, laman BeInCrypto juga mengidentifikasi 5 sinyal bearish utama untuk Bitcoin, yang semakin memperkuat kemungkinan terjadinya penurunan harga. Meskipun demikian, beberapa analis lain justru memiliki pandangan sebaliknya.
Analis Ted Pillows mencatat bahwa pertumbuhan likuiditas AS dari tahun ke tahun mencapai titik terendah pada November 2025, yang juga bertepatan dengan titik terendah lokal untuk Bitcoin.
Baca juga: Harga Ethereum Melemah ke $2.900 Hari Ini (21/1/26): Aktivitas ETH Melonjak oleh Whale & Institusi
Menurut Pillows, kondisi likuiditas di AS telah mulai membaik sejak saat itu—faktor yang ia yakini dapat mendorong reli pasar kripto.
“Sekarang likuiditas AS sedang membaik, dan itu salah satu alasan saya memperkirakan akan ada reli kripto. Sesederhana itu,” ujarnya.
Di tengah sinyal teknikal dan makro yang saling bertentangan, data on-chain menunjukkan bahwa para pemegang jangka panjang Bitcoin mulai kembali aktif. Platform analitik blockchain Lookonchain melaporkan bahwa salah satu whale OG Bitcoin yang telah lama tidak aktif memindahkan 909,38 BTC—senilai sekitar $84,62 juta—ke dompet baru setelah 13 tahun.
Saat pertama kali diterima, harga masing-masing BTC tersebut kurang dari $7, yang berarti telah mengalami kenaikan nilai sekitar 13.900 kali lipat. Pergerakan whale seperti ini sering menarik perhatian karena bisa menjadi sinyal potensi aksi jual atau reposisi strategis oleh para pengguna awal Bitcoin.
Dalam pembaruan terpisah, Lookonchain juga mengidentifikasi whale OG lainnya yang terlihat menjual kepemilikannya. Whale ini membeli 5.000 BTC dengan harga $332 per koin sekitar 12 tahun lalu.
Baru-baru ini, ia menjual 500 BTC senilai $47,77 juta—melanjutkan pola penjualan bertahap yang dimulai sejak Desember 2024.
“Sejak 4 Desember 2024, dia telah menjual $BTC, membuang 2.500 $BTC ($265 juta) dengan harga rata-rata $106.164. Dia masih memegang 2.500 $BTC ($237,5 juta), dengan total keuntungan lebih dari $500 juta,” tulis Lookonchain.
Dengan demikian, Bitcoin saat ini berada di persimpangan penting. Di satu sisi, pola teknikal dan kemiripan historis menunjukkan risiko koreksi lebih dalam. Di sisi lain, perbaikan kondisi likuiditas AS memberikan angin segar yang bisa mendukung reli lanjutan. Namun bagaimana situasi ini akan berkembang masih harus dilihat ke depannya.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.