Jakarta, Pintu News – Pada awal minggu ketiga bulan Januari, total likuidasi di seluruh pasar mencapai hampir $900 juta. Lonjakan ini disebabkan oleh volatilitas negatif yang dipicu oleh dampak tarif Trump terhadap Uni Eropa. Angka tersebut berpotensi terus meningkat karena beberapa altcoin menunjukkan tanda-tanda peringatan.
XRP (XRP), Axie Infinity (AXS), dan Dusk (DUSK) saat ini menarik modal dan mengalami peningkatan aktivitas leverage karena berbagai alasan. Namun, aset-aset ini bisa menjadi jebakan bagi investor jika tidak disertai dengan rencana manajemen risiko yang ketat.
Pada 19 Januari, harga XRP turun ke $1,85 sebelum pulih kembali ke $1,95. Penurunan ini menghapus sebagian besar upaya pemulihan yang terjadi sejak awal tahun.
Baca juga: Harga XRP Melemah di Bawah $2, Namun Analis Yakin Lonjakan 5X Masih di Depan Mata
Para trader jangka pendek terlihat semakin pesimistis, dengan banyak dari mereka memasang posisi jual (Short) karena memperkirakan penurunan lebih lanjut. Peta likuidasi selama 7 hari menunjukkan potensi likuidasi untuk posisi Short lebih besar dibanding posisi Long.

Data likuidasi menunjukkan bahwa jika XRP naik kembali ke $2,29 minggu ini, posisi Short bisa mengalami likuidasi senilai lebih dari $600 juta.
Skenario ini bisa terjadi jika kekhawatiran pasar terkait tarif baru dari Trump mereda dengan cepat. Permintaan beli yang kuat di kisaran harga $1,8 juga akan mendukung potensi pemulihan harga.
Salah satu metrik penting lainnya adalah ukuran rata-rata order spot XRP. Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa ketika harga XRP berada di bawah $2,4, terdapat banyak order besar dari para whale. Pola ini mencerminkan minat kuat dari investor besar pada level harga yang lebih rendah.

“Minat dari whale berada pada titik tertinggi di tahun 2026. Order besar mendominasi pasar, menunjukkan bahwa ‘Smart Money’ sedang bergerak lebih awal sebelum lonjakan harga berikutnya,” ujar seorang analis dari CryptoQuant.
Jika akumulasi oleh para whale melampaui ketakutan sementara di pasar, XRP berpotensi pulih dengan cepat. Hal ini bisa memicu likuidasi besar-besaran terhadap para trader yang memasang posisi Short.
Axie Infinity (AXS) secara tak terduga kembali menjadi salah satu token yang paling banyak diperbincangkan pada minggu ketiga Januari. Token ini telah mencatat kenaikan lebih dari 120% sejak awal tahun.
Kenaikan harga di bulan Januari didorong oleh rencana para pendiri Axie untuk mengubah sistem reward menjadi token utilitas baru bernama bAXS. Perubahan ini merupakan bagian dari restrukturisasi tokenomics yang direncanakan untuk tahun 2026.
Peta likuidasi 7 hari untuk AXS menunjukkan potensi likuidasi sekitar $12 juta. Namun, rentang harga yang dibutuhkan untuk melikuidasi posisi Long lebih sempit dibandingkan posisi Short. Ini menunjukkan bahwa banyak trader masih optimistis terhadap kenaikan harga dalam jangka pendek.

Namun, data juga menunjukkan lonjakan tajam dalam jumlah setoran AXS ke bursa selama Januari. Rata-rata transaksi setoran selama 7 hari mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Tren ini mengindikasikan bahwa banyak investor berencana keluar saat harga naik, yang berpotensi menciptakan tekanan jual sewaktu-waktu. Jika itu terjadi, posisi Long bisa berada dalam risiko besar.
Baca juga: Altcoin Season Meredup, Bitcoin Bangkit Kembali sebagai Penguasa Pasar?

Dusk muncul sebagai sorotan baru di tengah meningkatnya minat terhadap koin privasi. Kenaikan harga DUSK mencerminkan peralihan modal dari koin privasi kapitalisasi besar ke alternatif dengan kapitalisasi lebih kecil.
Meski telah naik hampir enam kali lipat sejak awal tahun, DUSK sudah menyebabkan likuidasi besar pada posisi Short dalam empat hari terakhir. Para trader jangka pendek terus memasukkan modal dan meningkatkan leverage pada posisi bullish.
Peta likuidasi DUSK menunjukkan bahwa potensi likuidasi terbesar ada pada posisi Long. Jika harga terkoreksi minggu ini, posisi Long akan berada dalam risiko serius.

Laporan terbaru dari BeInCrypto mencatat meningkatnya arus masuk DUSK ke bursa. Ini mencerminkan potensi tekanan jual akibat aksi ambil untung. Selain itu, reli DUSK terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar atas tarif baru Trump terhadap Eropa, yang bisa mengancam keberlanjutan tren kenaikan harga.
Pada Oktober tahun lalu, DASH sempat naik enam kali lipat setelah ada rotasi modal dari ZEC ke koin privasi kapitalisasi kecil, tetapi kemudian turun 60% dalam seminggu berikutnya. DUSK menghadapi risiko skenario serupa.
Jika euforia pasar (FOMO) terhadap DUSK mereda dan harga turun di bawah $0,13, total likuidasi posisi Long bisa mencapai $12 juta.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.