Jakarta, Pintu News – Pasar kripto mengalami penurunan tajam dengan kehilangan sekitar $100 miliar pada akhir pekan lalu, dipicu oleh ketidakpastian politik di Amerika Serikat yang meningkat. Kekhawatiran akan kemungkinan penutupan pemerintahan AS sebagian menjadi pemicu utama penjualan besar-besaran oleh para trader.
Data dari TradingView menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar kripto turun dari $2,97 triliun menjadi $2,87 triliun dalam waktu enam setengah jam pada hari Minggu pukul 21:30 UTC. Bitcoin (BTC) turun 3,4% dalam 24 jam terakhir. Ethereum (ETH) bahkan terpukul lebih keras, dengan penurunan sebesar 5,3% dalam sehari. Lebih dari $360 juta posisi kripto yang menggunakan leverage juga terhapus dalam sehari, dengan $324 juta dari posisi long yang dilikuidasi, menurut data dari Gate.
Ketidakpastian ini dipicu oleh ancaman Senat Demokrat untuk memblokir paket pendanaan yang mencakup dana untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri, menyusul insiden penembakan oleh agen federal di Minneapolis. Pemimpin Demokrat Senat, Chuck Schumer, menyatakan ketidakpuasannya terhadap tagihan yang diusulkan, mengkritik kurangnya reformasi yang masuk akal dalam pengelolaan Departemen Keamanan Dalam Negeri.
Baca Juga: Prediksi Harga Perak 2026–2030, Bagaimana Nasibnya 5 Tahun ke Depan?

Peluang penutupan pemerintahan AS meningkat tajam di pasar prediksi seperti Kalshi dan Polymarket. Di Kalshi, peluang penutupan pemerintahan hingga akhir Januari melonjak dari di bawah 10% pada hari Sabtu menjadi 78,6% pada hari Minggu. Polymarket menunjukkan lonjakan serupa hingga 80%.
Penambahan ketegangan ini datang dari ancaman Presiden Donald Trump untuk menaikkan tarif impor dari Kanada hingga 100% jika negara tersebut mencapai kesepakatan dengan China, serta penempatan kapal perang AS di Timur Tengah yang meningkatkan ketegangan dengan Iran.
Situasi ini menambah kekhawatiran para trader akan kemungkinan penurunan lebih lanjut, mengingat pengalaman pasar selama penutupan pemerintahan sebelumnya. Selama penutupan pemerintahan AS terlama yang berlangsung 43 hari, harga Bitcoin (BTC) turun dari puncaknya $126.080 menjadi di bawah $100.000, dipicu oleh ketidaksepakatan berkepanjangan di Washington dan juga ancaman tarif oleh Trump terhadap China.

Selama periode ketidakpastian ini, emas menunjukkan kinerja yang lebih kuat dibandingkan Bitcoin (BTC), menunjukkan bahwa investor lebih memilih aset safe-haven tradisional. Sementara itu, Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto, yang melacak sentimen pasar Bitcoin dan kripto, turun lima poin pada hari Senin menjadi 20 dari 100, menandai enam hari berturut-turut berada dalam zona “ketakutan ekstrem”.
Penurunan ini menunjukkan respons pasar yang cepat terhadap ketidakstabilan politik dan ekonomi, memperkuat pandangan bahwa aset kripto masih sangat rentan terhadap perubahan sentimen dan kondisi makroekonomi global.
Dinamika politik di Amerika Serikat memiliki dampak yang signifikan terhadap pasar kripto, dengan ketidakpastian yang berujung pada penjualan besar-besaran dan penurunan nilai pasar. Ketegangan geopolitik dan kebijakan ekonomi yang tidak menentu terus mempengaruhi keputusan investasi dan menunjukkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap isu global.
Baca Juga: 3 Mata Uang Kripto yang Siap Bangkit Kembali di Tahun 2026
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.