Jakarta, Pintu News – Pasar prediction markets kini menarik perhatian terutama di kalangan Generasi Z (Gen Z) dan Milenial, di mana sekitar 31 persen responden di Amerika Serikat percaya bahwa pasar prediksi akan menjadi kekuatan budaya besar di masa depan menurut survei terbaru. Tren ini menunjukkan perubahan minat generasi muda terhadap cara tradisional investasi dan spekulasi pasar.

Prediction markets adalah platform daring di mana pengguna bisa “bertaruh” atau menempatkan modal berdasarkan kemungkinan kejadian tertentu di masa depan. Ini bukan sekadar taruhan biasa, melainkan kontrak finansial yang mencerminkan probabilitas hasil suatu kejadian—misalnya hasil pemilu, tren ekonomi, atau peristiwa populer.
Beberapa platform terkenal termasuk Polymarket, yang berbasis kripto dan memungkinkan deposit melalui stablecoin seperti USDC di jaringan Polygon. Platform lain seperti Kalshi lebih banyak digunakan untuk taruhan olahraga dan event ekonomi, dengan cakupan topik yang sangat luas.
Baca Juga: 5 Fakta Penting Kesenjangan Pasokan Perak vs Emas dan Dampaknya ke Crypto & Aset Komoditas

Data survei terbaru menunjukkan bahwa kesadaran akan prediction markets jauh lebih tinggi di kalangan Gen Z dan Milenial dibanding generasi yang lebih tua. Misalnya, tingkat kesadaran platform seperti Polymarket mencapai sekitar 17 persen di kalangan muda, jauh lebih tinggi dibanding hanya 4 persen bagi generasi yang lebih tua.
Fenomena ini mencerminkan pergeseran preferensi informasi dan investasi yang tak lagi hanya terpaku pada instrumen tradisional, tetapi juga pada platform yang menawarkan cara baru dalam mengeksplorasi kemungkinan ekonomi dan sosial.

Dua platform prediction markets utama, Polymarket dan Kalshi, kini memiliki valuasi gabungan mencapai US$20 miliar, dengan aktivitas perdagangan mencapai miliaran dolar per minggu. Platform-platform ini mencatat volum perdagangan yang terus meningkat sejak awal tahun, menunjukkan pertumbuhan minat dan partisipasi dari berbagai segmen pasar.
Pertumbuhan ini juga dibarengi oleh dukungan dari regulasi yang lebih ramah, termasuk pengesahan izin operasi di bawah pengawasan badan pengatur seperti Commodity Futures Trading Commission (CFTC) di Amerika Serikat.
Walaupun pasar semacam ini mengalami pertumbuhan pesat, tidak semua berjalan mulus dari sisi regulasi. Sebelumnya Polymarket sempat diblokir aksesnya bagi pengguna AS karena isu pendaftaran kontrak derivatif, namun kemudian kembali beroperasi setelah menyelesaikan persyaratan regulasi.
Sementara itu, Kalshi menghadapi berbagai tantangan legal terkait pasar politik yang masih diperdebatkan dari sisi etika dan hukum, meskipun tetap beroperasi untuk banyak jenis kontrak prediksi.
Minat tinggi Gen Z dan Milenial terhadap prediction markets mencerminkan perubahan dalam cara generasi muda melakukan risk taking dan pemikiran prediktif terhadap peristiwa global. Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar spekulasi, tetapi juga cara untuk menggabungkan pandangan mereka dengan data finansial nyata.
Fenomena ini juga berpotensi memperluas cara umum dalam memprediksi tren publik, termasuk dalam ekonomi tradisional, politik, dan olahraga, memberikan semacam sentimen pasar yang diperoleh langsung dari jutaan partisipan.
Meskipun prediksi pasar menawarkan cara baru untuk berpartisipasi dalam event pasar, model ini tidak lepas dari risiko—termasuk potensi kecanduan seperti bentuk judi digital lain, kurangnya jaminan perlindungan investor, dan kemungkinan manipulasi pasar dalam event tertentu. Oleh karena itu, partisipasi harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang matang seperti halnya dalam instrumen keuangan atau crypto lainnya.
Tren prediction markets yang berkembang cepat, terutama di kalangan Gen Z dan Milenial, menunjukkan potensi transformasi cara orang memandang prediksi ekonomi dan sosial. Dengan valuasi tinggi dan volume perdagangan besar, sektor ini kemungkinan akan terus mendapat perhatian publik dan regulasi ke depannya.
Baca Juga: Lonjakan Harga Altcoin: Fenomena Musiman yang Tak Boleh Dilewatkan!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.