Jakarta, Pintu News – Harga emas mencapai rekor tertinggi baru di atas US$5.100 per ons, melampaui milestone harga yang belum berhasil dicapai oleh Ethereum (ETH) di level US$5.000, mencerminkan perbedaan kinerja antara aset safe haven dan aset crypto yang lebih volatil dalam kondisi pasar saat ini.
Pada Senin, harga emas berhasil menembus level US$5.100 per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah, mencetak rekor baru yang memperkuat perannya sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian pasar global. Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya permintaan investor terhadap logam mulia di saat volatilitas pasar tinggi dan gejolak makroekonomi.
Pergerakan harga ini juga memvalidasi sejumlah prediksi di pasar prediksi (prediction markets) yang sebelumnya menempatkan target emas di atas US$5.000. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa emas masih menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan nilai dalam jangka panjang.
Baca Juga: 5 Fakta Penting Kesenjangan Pasokan Perak vs Emas dan Dampaknya ke Crypto & Aset Komoditas

Sementara itu, Ethereum (ETH) diperdagangkan di bawah level US$3.000 saat emas mencatat rekor baru, dengan beberapa pengguna pasar prediksi memperkirakan bahwa ETH bisa turun ke US$2.500 sebelum kembali naik ke level US$4.000. Pergerakan ini menunjukkan bahwa meskipun jaringan Ethereum menunjukkan aktivitas on-chain yang kuat, harga pasar masih tertahan oleh sentimen risiko yang lebih luas.
Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya juga menunjukkan performa yang lebih mirip aset berisiko daripada instrumen lindung nilai, sehingga perbedaan dengan emas menjadi lebih terlihat di periode ini.
Tekanan geopolitik dan kebijakan moneter global sering kali mendorong investor menuju aset defensif seperti emas. Ketika risiko pasar meningkat, emas cenderung menguat karena persepsi sebagai penyimpan nilai, sedangkan aset crypto seperti ETH masih dipengaruhi aliran modal yang lebih spekulatif.
Catatan pasar menunjukkan bahwa Ethereum pernah mendekati milestone US$5.000 pada puncak siklus sebelumnya, namun belum mampu menembus level tersebut. Kondisi ini memberikan gambaran berbeda tentang jalur pergerakan harga antara logam mulia dan aset digital.
Kinerja emas yang berhasil mencapai rekor baru dapat menjadi sinyal bagi investor untuk menimbang kembali strategi diversifikasi portofolio, terutama dalam menghadapi ketidakpastian global. Emas tetap menjadi alat lindung nilai yang kuat terhadap inflasi dan risiko geopolitik.
Di sisi lain, Ethereum dan aset kripto lain menawarkan peluang pertumbuhan yang lebih tinggi namun dengan volatilitas yang lebih besar. Investor yang mempertimbangkan instrumen ini perlu menyeimbangkan potensi imbal hasil dengan profil risiko masing-masing aset tersebut.
Baca Juga: Lonjakan Harga Altcoin: Fenomena Musiman yang Tak Boleh Dilewatkan!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.