Jakarta, Pintu News – Perhatian investor ritel terhadap aset berubah cepat di awal tahun ini, di mana diskusi tentang emas dan perak baru-baru ini melampaui pembicaraan seputar cryptocurrency seperti Bitcoin (BTC) di media sosial menurut data Santiment. Perubahan ini tidak berarti pasar crypto mati, tetapi menunjukkan dinamika minat yang bergeser sementara berdasarkan kondisi harga dan pergerakan sosial media.
Analisis dari Santiment menunjukkan bahwa pembicaraan seputar emas meningkat signifikan selama minggu kedua Januari ketika harga logam mulia ini mencapai titik tertinggi baru.
Volume percakapan sosial media mengenai emas melampaui pembicaraan tentang aset digital pada periode tersebut. Fenomena ini mencerminkan perilaku investor ritel yang cenderung mengikuti aset dengan momentum harga kuat untuk peluang trading jangka pendek.
Baca Juga: 5 Prediksi Utama Harga Emas 2026–2030 dalam Konteks Pasar Aset Global
Perak juga menarik banyak perhatian setelah mengalami lonjakan harga dan pencapaian rekor baru, terutama di minggu terakhir Januari. Minat pada perak sempat melampaui topik crypto di sejumlah periode karena spekulasi dan diskusi cepat di media sosial. Respons cepat pasar terhadap pergerakan harga logam ini menunjukkan hubungan kuat antara volume sosial dan perilaku trader ritel.

Data tren pencarian menunjukkan bahwa minat terhadap Bitcoin sempat mencapai puncak pada 21 Januari, tetapi kemudian menurun saat perhatian beralih kembali ke emas dan perak.
Perubahan ini menunjukkan bahwa perhatian publik terhadap aset sering kali bergantung pada momentum harga yang terbaru. Investor muda yang baru memasuki pasar harus memahami bahwa diskusi sosial media mencerminkan sentimen jangka pendek, bukan fundamental aset jangka panjang.

Walaupun cryptocurrency seperti Bitcoin masih relevan secara fundamental, data sosial media menunjukkan penurunan volume diskusi relatif terhadap logam mulia. Penurunan ini menandakan bahwa tidak semua periode volatilitas aset digital disertai dengan hype di media sosial. Kondisi ini penting dipahami investor supaya tidak mengaitkan perhatian sosial media dengan performa harga jangka panjang crypto.
Trader ritel cenderung berpindah dari satu pasar ke pasar lain berdasarkan kecenderungan harga terbaru, baik itu emas, perak, maupun crypto. Pergeseran cepat ini sering menciptakan lonjakan pembicaraan yang tajam di media sosial ketika suatu aset mencatatkan rekor harga.
Investor pemula harus menyadari bahwa perilaku ini sering bersifat spekulatif dan dapat menimbulkan volatilitas tajam dalam jangka pendek.
Pergerakan harga perak yang tiba-tiba mencapai di atas US$117 (sekitar Rp1.966.506) dan kemudian turun tajam dalam beberapa jam mencerminkan volatilitas tinggi akibat hype sosial.
Meski cryptocurrency juga mengalami fluktuasi, dinamika pergeseran sosial media sering kali menyertai lonjakan harga yang cepat di logam sebelum kembali turun. Investor harus membedakan antara volatilitas jangka pendek yang bersifat spekulatif dan tren harga jangka panjang yang dipengaruhi oleh fundamental aset.
Pergeseran perhatian dari crypto ke emas dan perak menunjukkan bahwa sentimen sosial media tidak selalu selaras dengan nilai fundamental aset. Investor jangka panjang harus fokus pada analisis fundamental, teknologi, dan adopsi pasar blockchain, bukan semata volume percakapan online. Fakta bahwa diskusi dapat beralih dalam hitungan hari menggarisbawahi pentingnya pemahaman risiko dan strategi manajemen modal dalam ekosistem cryptocurrency.
Baca Juga: 5 Wawasan Penting Prediksi SHIB Akan Turun Dulu Sebelum Capai ATH Baru
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
• NewsBTC. Gold, Silver Steal The Spotlight As Crypto Hype Fades On Social Media: Santiment. Diakses tanggal 29 Januari 2026.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.