Crypto Payments Tembus Titik Kritis: 39% Merchant Terima Kripto, Bank Besar Ikut Masuk

Updated
January 29, 2026

Jakarta, Pintu News – Penggunaan cryptocurrency sebagai alat pembayaran menunjukkan akselerasi signifikan di Amerika Serikat. Crypto tidak lagi terbatas pada aktivitas investasi dan spekulasi, tetapi mulai masuk ke ranah transaksi sehari-hari. Data terbaru memperlihatkan keterlibatan aktif merchant, bank besar, dan investor infrastruktur pembayaran. Kombinasi faktor ini memunculkan pandangan bahwa 2026 dapat menjadi momen penentu bagi crypto payments.

Merchant Dorong Adopsi Crypto Payments

Survei yang dilakukan oleh PayPal dan National Cryptocurrency Association mencatat bahwa 39% merchant di AS telah menerima pembayaran crypto. Lebih dari itu, 84% merchant meyakini bahwa crypto payments akan menjadi metode pembayaran yang lazim dalam lima tahun ke depan. Tingginya minat konsumen menjadi faktor pendorong utama. Sebanyak 88% merchant mengaku sering menerima pertanyaan pelanggan terkait penggunaan crypto.

Sumber: BeInCrypto

Permintaan paling kuat datang dari generasi muda. Minat penggunaan crypto tercatat tinggi di kalangan Milenial dan Gen Z, terutama pada usaha kecil. Sektor pariwisata dan perhotelan menjadi yang paling agresif dalam adopsi, disusul produk digital dan ritel. Data ini menunjukkan bahwa crypto mulai diterima sebagai alat pembayaran praktis, bukan sekadar aset digital.

Baca juga: XRP Tertekan di Awal 2026, Q1 Berat tapi Q2 Bisa Jadi Titik Balik?

Bank Besar Mulai Masuk ke Bitcoin

Perubahan signifikan juga terjadi di sektor perbankan. Sekitar 60% dari 25 bank terbesar di AS telah meluncurkan atau mengumumkan layanan terkait Bitcoin (BTC), mulai dari kustodian hingga trading. Langkah ini menandai pergeseran besar dari sikap konservatif sebelumnya. Permintaan dari investor institusional dan nasabah bernilai tinggi menjadi pemicu utama.

Sejumlah institusi keuangan besar kini aktif menawarkan layanan crypto. Masuknya bank-bank ini memperkuat legitimasi cryptocurrency dalam sistem keuangan arus utama. Kehadiran mereka juga membuka akses yang lebih luas bagi investor tradisional. Dengan demikian, crypto payments mendapat dukungan tidak hanya dari ritel, tetapi juga dari institusi besar.

Baca juga: Hype Emas dan Perak Salip Crypto di Media Sosial, Sinyal Rotasi Minat Investor Ritel?

Infrastruktur Pembayaran Jadi Penentu

Lonjakan adopsi mendorong aliran modal besar ke infrastruktur pembayaran crypto. Perusahaan seperti Mesh berhasil meraih pendanaan besar dan mencapai valuasi unicorn, menandakan kepercayaan investor terhadap masa depan sektor ini. Teknologi yang dikembangkan memungkinkan pembayaran dengan berbagai crypto, sementara merchant menerima settlement instan. Pendekatan ini menyederhanakan proses bagi pengguna dan pelaku usaha.

Namun, tantangan utama masih terletak pada kemudahan penggunaan. Mayoritas merchant menyatakan siap menerima crypto jika prosesnya semudah kartu kredit. Oleh karena itu, fokus industri kini bergeser ke pengalaman pengguna dan integrasi yang mulus. Infrastruktur yang matang menjadi kunci agar crypto payments dapat diadopsi secara massal.

Sebagai penutup, meningkatnya adopsi oleh merchant, keterlibatan bank besar, dan investasi infrastruktur menunjukkan bahwa crypto payments mendekati titik kritis. Cryptocurrency mulai bertransisi dari aset spekulatif menjadi bagian dari sistem pembayaran. Meski tantangan masih ada, arah perkembangan semakin jelas. Tahun 2026 berpotensi menjadi awal era baru pembayaran berbasis crypto.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Share

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8