Jakarta, Pintu News – Harga emas (XAU/USD) dan indeks ekuitas utama S&P 500 sedang mencatat momentum menarik di awal 2026 setelah harga Bitcoin (BTC) stabil di sekitar USD 88,000, yang turut memicu sentimen risk-on global di pasar. Kombinasi antara rebound di aset berisiko dan permintaan safe-haven memperlihatkan dinamika lintas kelas aset yang kompleks. Dari prediksi teknikal hingga faktor makro, berikut ini adalah ringkasan aspek penting yang relevan untuk investor.
Emas terus mencatat level tertinggi baru, dengan harga mencapai lebih dari USD 5,500 per ounce sebelum menunjukkan koreksi minor dari level psikologisnya. Aliran modal ke logam mulia didorong oleh kondisi geopolitik dan ketidakpastian makro global yang mendukung permintaan safe-haven. Prediksi teknikal untuk emas menunjukkan peluang melonjak ke USD 5,700–6,000 per ounce jika tren bullish berlanjut dalam beberapa minggu mendatang.
Baca Juga: 7 Fakta Penting: Dampak Penjualan Whale pada Harga XRP

Indeks S&P 500 mencatat lonjakan signifikan hingga mencapai level psikologis 7,000, mencerminkan optimisme investor terhadap pertumbuhan ekonomi dan laba perusahaan teknologi. Sentimen risk-on ini sebagian dipicu oleh stabilnya harga Bitcoin di atas level penting, meningkatkan alokasi modal ke aset berisiko. Prediksi indeks ini melihat kemungkinan untuk melampaui 7,100–7,200 jika momentum pasar saham tetap kuat.

Harga Bitcoin yang bertahan di sekitar USD 88,000 memberikan sinyal konsolidasi pasar crypto dan membantu memulihkan keyakinan investor risiko tinggi. Stabilnya BTC terlihat sebagai bagian dari rangkaian risk-on rally yang turut memengaruhi alokasi modal ke aset seperti saham dan komoditas. Pelepasan Bitcoin di bawah level kunci dapat memengaruhi keseluruhan sentimen pasar dan memicu penyesuaian di kelas aset lain.
Ketegangan geopolitik yang meningkat, termasuk ketidakpastian di wilayah strategis dan kebijakan moneter, membantu memicu permintaan emas sebagai lindung-nilai. Permintaan ini tetap kuat bahkan ketika pasar saham berada dalam fase kenaikan, menunjukkan pergeseran alokasi modal untuk melindungi nilai terhadap risiko global. Tekanan geopolitik dapat memperpanjang fase bullish harga emas, membentuk level support baru yang lebih tinggi.
Keputusan tingkat suku bunga oleh bank sentral, seperti kebijakan higher for longer, telah menciptakan lingkungan di mana aset tradisional seperti emas tetap menarik. Penurunan nilai indeks USD dalam beberapa bulan terakhir biasanya menjadi pendorong harga komoditas termasuk emas, karena membuatnya lebih terjangkau bagi pembeli internasional. Pergerakan kebijakan ini juga turut memengaruhi indeks saham seperti S&P 500 melalui ekspektasi pertumbuhan ekonomi.
Walaupun emas menunjukkan reli kuat sebagai safe-haven, indeks saham juga mencetak rekor, menandakan tidak selalu terjadi korelasi negatif tradisional antar-kelas aset.
Situasi ini mencerminkan aliran modal yang lebih kompleks di mana investor mempertahankan eksposur ke aset berisiko sambil tetap mencari lindung-nilai pada logam mulia. Prediksi jangka menengah untuk kedua kelas aset mengisyaratkan bahwa diversifikasi tetap relevan dalam konteks ketidakpastian yang berkelanjutan.
Bagi investor, kombinasi prediksi emas dan indeks saham menunjukkan bahwa pasar keuangan saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh satu variabel, tetapi oleh sinergi antara aset safe-haven, saham, dan crypto.
Investor pemula sebaiknya memahami hubungan ini untuk strategi alokasi aset jangka menengah—misalnya menyelaraskan eksposur antara emas sebagai lindung nilai, saham sebagai aset pertumbuhan, dan Bitcoin sebagai aset risiko.
Pemantauan metrik makro seperti data ekonomi, kebijakan suku bunga, dan sentimen geopolitik akan membantu menginformasikan keputusan investasi yang lebih tepat.
Baca Juga: 5 Wawasan Penting Prediksi SHIB Akan Turun Dulu Sebelum Capai ATH Baru
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
• CoinGape Staff/CoinGape. Gold and S&P 500 Price Prediction as BTC $88K Sparks Global Risk-On Rally. Diakses tanggal 31 Januari 2026.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.