Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) mencatat penurunan signifikan sekitar 10,1 % dalam Januari 2026, dengan harga berada di sekitar USD 78 700 atau sekitar Rp1,32 miliar. Meski demikian, data historis menunjukkan bahwa bulan Februari sering kali menjadi periode yang lebih kuat bagi BTC secara statistik. Tren ini relevan bagi investor muda dan pemula yang ingin memahami dinamika musiman di pasar crypto dan cryptocurrency.

Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin sering mengalami penurunan notable pada bulan Januari. Data historis menunjukkan bahwa meskipun BTC terkoreksi tajam di awal tahun, pola tersebut tidak selalu berlanjut ke periode berikutnya. Statistik dari CryptoRank menunjukkan bahwa Bitcoin mencatat kinerja positif di bulan Februari dalam banyak kesempatan.
Sepanjang 12 tahun terakhir, BTC mencatat kenaikan di bulan Februari sebanyak sembilan kali dari 13 periode. Temuan ini mencerminkan bahwa penurunan awal tahun sering diikuti oleh periode rebound atau stabilisasi harga. Sebagai contoh, meskipun Januari 2018 negatif, bulan berikutnya masih mencatat tren naik.
Baca Juga: 7 Prediksi Harga Ethereum (ETH) 2026: Target Bullish, Risiko & Proyeksi
Rata-rata kembali (average return) Bitcoin di bulan Februari termasuk di antara yang terbaik sepanjang tahun. Dari data historis, bulan ini memiliki rata-rata pertumbuhan sekitar +13,4 % dan median sekitar +11,6 %. Hanya beberapa bulan lain seperti April dan Oktober yang menunjukkan performa rata-rata lebih tinggi.
Bagi investor muda, pola ini menunjukkan bahwa penurunan jangka pendek bukan berarti tren jangka pendek akan terus turun. Sejarah harga BTC cenderung menunjukkan adanya pergerakan rebound di bulan setelah penurunan besar. Hal ini penting dipahami sebagai perspektif statistik, bukan prediksi absolut.
Pada beberapa tahun sebelumnya, November mengalami penurunan atau koreksi di Januari yang cukup dalam, namun kemudian melakukan rebound signifikan di Februari. Misalnya, di tahun-tahun tertentu BTC mencatat pertumbuhan dua digit di Februari, bahkan mencapai sekitar +36 % dalam satu periode.
Fenomena ini terjadi di beberapa siklus berbeda, termasuk di tahun-tahun ketika pasar kripto secara luas mengalami tekanan bearish. Meskipun tidak semua periode menunjukkan rebound, frekuensi kinerja positif di Februari lebih tinggi dibandingkan sebagian besar bulan lainnya.

Meskipun statistik historis memberikan gambaran bahwa Februari sering berkinerja lebih baik setelah Januari yang buruk, ini tidak berarti tren masa lalu akan terulang secara pasti. Bitcoin dan pasar crypto sangat dipengaruhi oleh faktor makro, likuiditas pasar, serta sentimen risiko yang dapat berubah cepat dalam waktu singkat.
Investor muda dan pemula perlu membedakan antara data historis dan prediksi. Statistik kinerja bulan tertentu memberikan konteks jangka panjang, tetapi tidak seharusnya digunakan sebagai satu-satunya dasar keputusan investasi. Pemahaman risiko dan analisis fundamental tetap diperlukan untuk membuat keputusan yang lebih matang.
Pola sejarah menunjukkan bahwa volatilitas harga Bitcoin di bulan Januari tidak otomatis mencerminkan tren negatif berkelanjutan. Kinerja ulang tahun sebelumnya menunjukkan bahwa Februari sering menjadi bulan yang relatif kuat secara historis. Hal ini menjadi materi edukatif yang dapat membantu investor memandang fluktuasi harga jangka pendek dalam konteks statistik jangka panjang.
Baca Juga: 7 Prediksi Harga Emas Februari 2026: Kenaikan, Skenario & Faktor Risiko!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.